April 2, 2011

PENDAFTARAN PONDOK PESANTREN MODERN GONTOR


PENDAFTARAN KE PONDOK PESANTREN MODERN DARUSSALAM GONTOR

Banyak pengunjung laman saya ini menanyakan tentang pendaftaran dan biaya sekolah di PPMD Gontor. Saya membalasnya sebagian dengan email pribadi atau langsung di komentar berdasarkan data yang pernah saya unduh dari laman resmi PPMD Gontor, yaitu http://gontor.ac.id/pendaftaran. Informasi yang tersedia di sini bukan informasi yang resmi, karena saya bukan pengasuh pondok tersebut. Informasi yang disajikan di sini hanya dapat digunakan sebagai gambaran awal (kasar) tentang kebutuhan pendaftaran ke PPMD Gontor, sekedar untuk membantu perencanaan para calon walisantri.
Pendaftaran ke Gontor ada 2 macam: pendaftaran calon santri dan pendaftaran santri (calon santri yang sudah lulus ujian seleksi). Pendaftaran calon santri dibuka sepanjang tahun, sedangkan pendaftaran santri dibuka di bulan Syawal. Ujian seleksi calon santri insya Allah dilaksanakan tanggal 1 Juli 2012 (gelombang pertama). Calon santri harus sudah masuk ke pondok sebelum tanggal ujian tersebut. Pendaftaran calon santri tidak membutuhkan ijasah, sedangkan pendaftaran santri membutuhkan ijasah dan tanda lulus ujian seleksi.

Matataram, 20 Mei 2012
Wassalam,
Imam Bachtiar
read more »

April 28, 2012

GONTOR DARI DALAM (17) Masa Transisi yang berat: KH. ABDULLAH SYUKRI 3


Oleh : Ustadz Hasanain Juaini
(Alumni Gontor, Pimpinan Pondok Nurul Haramain, Lombok Barat, NTB)

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dari sisi objektif, tentu saya tidak padan untuk menceritakan tentang sosok putra Kyai Imam Zarkasyi yang satu ini. Tentang Kyai Syukri sudah terlalu banyak media yang melangsirnya. Tapi dari sisi subyektivitas saya, biarlah tak apa beberapa sisi akan saya sampaikan.

Kyai Imam Zarkasyi pernah mengatakan bahwa ciri-ciri besar kecilnya suatu lembaga pendidikan bisa dilihat dari besar kecilnya perpustakaannya. Saya sendiri karena melihat zaman sudah berubah berpendapat bahwa untuk saat ini ciri-ciri besar kecilnya lembaga pendidikan adalah pada seberapa besar suply listrik yang dipakainya. Bukankah buku-buku sudah di digitalized dan itensitas para warga selalu membutuhkan dukungan listrik? Mungkin. read more »

April 28, 2012

GONTOR DARI DALAM (16): KH. Hasan Abdullah Sahal 2


Oleh : Ustadz Hasanain Juaini
(Alumni Gontor, Pimpinan Pondok Nurul Haramain, Lombok Barat, NTB)

Bismillahirramanirrahim
Assalamu’alaikum wr. wb.

Masuk dunia khayal, itulah yang selalu saya alami ketika KH.Imam Zarkasyi menyebut nama kakak beliau yang paling dimuliakannya itu. Ucapannya sederhana “Kyai Sahal”.

Konon ketika KH. Imam Zarkasyi ditunjuk menjadi Pimpinan di Darussa’adiyah Padang Panjang, menggantikan posisi KH. Mamud Yunus, ya oleh guru beliau itu juga, baru setahun menjalankan amanah datanglah surat pendek dari kakak beliau itu: ” Aku sudah kehabisan modal, pulang kamu dan teruskan perjuangan ini ” lalu dengan patuh beliau minta diri dan pulang ke Gontor melaksanakan perintah kakaknya sampai beliau wafat.

Saya tidak mempunyai referensi apapun untuk mendekati sosok KH. Ahmad Sahal itu kecuali beberapa photo hitam putih dan potongan kisah melalui mulut KH. Imam Zarkasyi sendiri. Maka mencari gambaran melalui awan dan mega2 itulah pilihannya pelengkapnya.

Suatu kali, KH imam Zarkasyi menceritakan bahwa KH. Ahmad Sahal itu dikenal sakti mandraguna di Ponorogo, tak ada satu orang Warok-pun yang berani petentang petenteng dihadapan beliau. Orang kampung Gontor juga menkonfirmasi bahwa beliau bisa berlari di atas angin, bisa juga tidak terlihat mata, raib suatu waktu. Bagi saya Ilmu Allah itu luas dan berguna untuk membekali para pejuang-Nya sesuai dengan situasi dan kondisi dimana ia berjuang. read more »

April 28, 2012

GONTOR DARI DALAM (18): WC-nya DUBES: KH Abdullah Mahmud 3)


Oleh : Ustadz Hasanain Juaini
(Alumni Gontor, Pimpinan Pondok Nurul Haramain, Lombok Barat, NTB)

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Gedung Saudi yang megah di Kampus Gontor 1, tentu bisa ditebak adalah sumbangan dari Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia. Itu betul sekalipun tidak seluruhnya dari sana.
Demikianlah kita dididik dalam menghormati dan berterima kasih pada orang yang berkenan membantu kita.

” Man lam yasykurinnaasa, lam yasykurillaha”, demikian biasanya KH Imam Zarkasyi menyitir Hadits Rasulullah, berkenaan dengan hal tersebut

Tahun 1982, ada lagi kunjungan dari duta besar Kerajaan Saudi Arabia, Dubesnya sat itu bernama Syeikh Bakr Khumaisy. Penghormatan diberikan sesempurna mungkin, mulai dari parade baris berbaris, marching band sampai sambutan pidato dan memberikan kesempatan beliau menyampaikan pidato wejangan kepada santri. read more »

April 28, 2012

GONTOR DARI DALAM (12): Mengapa Sekolah Menengah?


Oleh : Ustadz Hasanain Juaini
(Alumni Gontor, Pimpinan Pondok Nurul Haramain, Lombok Barat, NTB)

Bismillahirrahmanirrahim
Jika ibu-bapak Walsantor pernah ke Gontor1, apakah diperhatikan tulisan yang tertera di dalam Balai Pertemuan, Pas berada di bagian depan dan atas stage? Mungkin saja tulisan itu tidak diinspirasi oleh topik yang ingin kita bicarakan disini tapi sesuai dengan pengalaman hidup saya di Gontor1. Hubungan keduanya sangat kuat.

Kyai Imam Zarkasyi selalu menyiapkan pidato sambutannya sehari sebelum tamu-tamu pondok (rombongan) disambut di BPPM. Beberapa hari sebelumnya kami dari Bagian Penerimaan Tamu menyampaikan daftar tamu yang akan datang. Setelah beliau menetapkan waktu penerimaan (biasanya tidak ada yang ditolak. Sering kali kami melihat Pak Zar memaksakan diri, sekalipun nampak agar kurang sehat) maka kamipun menyiapkan segala keperluan mulai dari sound system, makan minum dan kenang-kenangan.

Khusus tentang msalah PIDATO PERSIAPAN, Kyai Imam Zarkasi selalu mengulangi-ulangi dialog beliau dengan Prof. DR. Hamka. Konon beliau pernah menanyai rahasia Prof. Hamka yang selalu memukau pendengarnya. Beliau mendapatkan jawaban yang kemudian selalu beliau ulang-ulangi di depan kami para santrinya: “Seandainya mereka mengetahui persiapan saya yang sangat-sangat luar biasa, maka mereka tidak akan pernah heran dengan hasilnya”. Kyai Imam Zarkasyi lalu memungkasinya: “Jika kalian hendak berpidato tanpa persiapan yang matang maka kalian adalah orang sombong dan orang sombong tidak akan sukses”.

Sebelum para tamu diterima di Aula Petemuan, BAPENTA membawa mereka berkeliling pondok untuk melihat-lihat apa-apa yang telah mereka rencanakan untuk dilihat. mereka juga mengajukan berbagai macam pertanyaan. Diantara pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah: Berapa istrinya Pak Kyai?. Untuk hal ini kami tidak memerlukan waktu mikir karena sudah sangat tahu jawabannya: “SATU”.
Pertanyaan lain adalah: Mengapa Gontor memilih mengutamakan tingkat pendidikan Sekolah Menengah? (waktu itu ISID belum ada). Pertanyaan itu kami sampaikan langsung kepda Kyai H Imam Zarkasyi. Kira-kira simpulan jawabannya begini:

“Masa bayi, kanak-kanak dan sekolah dasar adalah masa-masa dimana para ibu bapak menumpahkan kasih sayangnya kepda putra putrinya. Masa dimana mereka memberi kesempatan kepada putra putri mereka untuk memahami do’a, harapan dan cita-cita orang tua mereka. Inilah masa emas ketika seorang-orang tua mempersiapkan sebutir telur emas untuk ditetaskan oleh babon yang baik dan berpengalaman”

“Masa sekolah menengah dari umur 12 sampai 18 tahu adalah “DAURUL MUROHAQOH” masa pencarian jati diri, penanaman karakter-karakter mulia, kebiasaan-kebiasan bermanfaat dan kreatifitas. Gontor memilih masa ini untuk membantu para orang tua menetaskan telur-telur kesayangan mereka”

” Gontor akan berbuat dan memberikan bantuan dengan segala kemampuan yang dimilikinya dan dengan segala keikhlasannya. Maka jika kelak para alumni ini menjadi manusia-manusia yang bermanfaat, semoga mereka sendiri dan masyarakat yang mendapatkan manfaatnya mendokan kebaikan untuk Gontor. Itulah bagian untuk kami”

Ada pertanyaan : “Bagaimana kalau ada yang gagal?”
Jawab:
“Tanyakan pada diri anda sendiri, telur macam apa yang anda serahkan ke Gontor untuk ditetaskan. Jika anda menyerahkan telur biawak, maka jangan mengharap Gontor akan menetaskannya menjadi anak angsa”

“Jika kami gagal maka kami akan bersedih namun tidak harus menyesal sebab kami sudah berbuat maksimal dalam mengemban amanah kami. Selebihnya kami menyatakan :… beliau lalu menunjuk tulisan yang terpampang diatas stage BPPM itu. Tulisan ayat suci berwarna kuning dan berlatar hijau, berbunyi :

WAMAA TAUFIIQII ILLA BILLAH
Tiada kemampuan pada kami kecuali karena pertolongan Allah.

Sayang sekali saya tidak sempat menanyakan siapa gerangan yang telah mendapatkan barokah disuruh menuliskan ayat suci itu. Allahumma baarik lahu. Amiin

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Narmada, Lombok Barat, NTB 18 Maret 2012

April 28, 2012

GONTOR DARI DALAM (13): Sepeda Ontel, Pak Sirman dan Kalender


Oleh : Ustadz Hasanain Juaini
(Alumni Gontor, Pimpinan Pondok Nurul Haramain, Lombok Barat, NTB)

Bismillahirahmanirrahim
Kereta angin, demikian Kyai Zarkasyi lebih sering menyebut sepeda, mungkin konsekwensi logis beliau tinggal lama di Padang Panjang. Kadang-kadang beliau juga bilang sepeda onthel dengan lidah jawa yang mantap.

Jangan coba-coba meremehkan sepeda onthel, apalgi merk “fongers” yang buatan Belanda itu. Sepeda onthel bagi Kyai Imam Zarkasyi adalah sejarah Gontor itu sendiri. Sebagai shahibul hikayah, saya sendiri mendengar beliau menceritakan bagaimana heroiknya si Fongers itu membela nasib Gontor.
Seperti kita ketahui tahun 60-an Indonesia dilanda paceklik dan terkecuali Gontorpun terancam gulung tikar. Disinilah kesungguhan dan keikhlasan mendirikan lembaga pendidikan diuji. Masing-masing keluarga pondok dan guru memutar orak bagaimana mempertahan cita-cita ini. read more »

April 28, 2012

GONTOR DARI DALAM (15): Lek Perlu Sak Nyawane Pisan 1


Oleh : Ustadz Hasanain Juaini
(Alumni Gontor, Pimpinan Pondok Nurul Haramain, Lombok Barat, NTB)

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ungkapan Njowo pada judul tulisan di atas, yang berarti “Bila Perlu dengan menyerahkan nyawa sekalipun siap”, lebih sering digunakan oleh Kyai Imam Zarkasyi ketimbang, misalnya diterjemahkan kedalam Bahasa Arab atau Bahasa Inggris. Secara psikologis tentu bahasa ibu seseorang akan lebih lekat dengan jiwanya ketimbang bahasa lainnya. Maka kalau nuansanya sudah begini fahamlah kita pak Kyai sedang berbicara dengan segala jiwa dan raganya. Jangan macam-macam.

Ketika seseorang mencari perbedaan kontras antara Pondok Modern Gontor dengan Pondok Pesantren lain maka dengan segera dan mayakinkan bisa dijawab : “kalau Gontor yang dikenal pondoknya, sedangkan orang-orangnya tidak.” Coba check seberapa banyakkah yang tahu nama pendiri dan pimpinan Pondok Modern Gontor dibandingkan dengan pondoknya sendiri? Apalagi siapa nama anak saudara atau menantu dan lan sebagainya. Nyaris tak pernah terdengar. Yang jelas keadaan ini disadari sepenuh atau dengan kata lainnya memang disengaja untuk menghormati fakta bahwa Gontor menjadi demikian bukan karena seseorang tapi karena banyak pihak. read more »

April 18, 2012

NEGARA PALING ISLAMI SEDUNIA


Oleh Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta
(Tulisan ini dikopas dari sebuah blog: http://dibagi.blogspot.com/2011/11/negara-paling-islami-sedunia.html).

Sabtu 19 November 2011

Sebuah penelitian sosial bertema ”How Islamic are Islamic Countries” menobatkan Selandia Baru berada di urutan pertama negara yang paling Islami di antara 208 negara, diikuti Luksemburg di urutan kedua. Sementara Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim menempati urutan ke-140.

Adalah Scheherazade S Rehman dan Hossein Askari dari The George Washington University yang melakukan penelitian ini. Hasilnya dipublikasikan dalam Global Economy Journal (Berkeley Electronic Press, 2010). Pertanyaan dasarnya adalah seberapa jauh ajaran Islam dipahami dan memengaruhi perilaku masyarakat Muslim dalam kehidupan bernegara dan sosial?

Ajaran dasar Islam yang dijadikan indikator dimaksud diambil dari Al Quran dan hadis, dikelompokkan menjadi lima aspek. Pertama, ajaran Islam mengenai hubungan seseorang dengan Tuhan dan hubungan sesama manusia. Kedua, sistem ekonomi dan prinsip keadilan dalam politik serta kehidupan sosial. Ketiga, sistem perundang-undangan dan pemerintahan. Keempat,hak asasi manusia dan hak politik. Kelima, ajaran Islam berkaitan dengan hubungan internasional dan masyarakat non-Muslim. read more »

April 15, 2012

ROMAN PERCINTAAN KAKEK DAN CUCU (Gontor Dari Dalam: 22)


Oleh UstadzHasanain Juaini
Alumni Gontor, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Haramain, Lombok Barat

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sepertinya cinta kakek kepada cucu adalah bentuk tertinggi percintaan antara manusia. Seorang anak yang begitu berat memanggulkan sakit dan derita kepada ibu bapaknya, dengan mudahnya mengabur dan sirna ketika cahaya bayi berjuluk cucu ini sudah mulai di-ngidamkan ibunya.

Khayalkan anda sedang melihat Ibrahim Alaihissalam menuntun Ismail dengan Rasulullah s.a.w. menggendong Hasan dan Husain. Sangat jelas akan terlihat betapa cinta kakek kepada cucu sama sekali tak menyisakan remah walau sezarrah.

Suatu ketika Rasulullah menemukan Hasan dan Husain bermain dengan anak-anak sebayanya, Rasulullah lalu ikut bergabung dengan mereka dan menjadi kuda tunggangan cucu-cucunya. Ketika Hasan dan Husainn turun dari kuda ajibnya itu, dia mempersilahkan teman-temannya bergantian menaikinya, maka Muhammad Rasulullah menjadi kuda bagi semua bocah-bocah itu karena mereka adalah teman dari cucu beliau. read more »

March 27, 2012

GONTOR DARI DALAM (18): Murid ya murid, Guru ya Guru


Oleh: Ustadz Hasanain Juaini
Alumni Gontor, Pimpinan Pondok Pesantren Haramain, Lombok Barat

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum wr. Wb.

Jika menggunakan barometer konvensional, maka menjadi guru di Gontor itu seperti kehilangan alasan untuk senang apalagi bahagia. Namun jika dilihat faktanya, di Gontor itu anda tidak akan menemukan guru-guru menderita apalagi stress.

Suatu hari rombongan tamu dari Konsul Amerika di Surabaya datang dan menanyai saya, Apakah anda senang dan bahagia menjadi guru disini? Pertanyaan ini wajar karena mereka telah diberi tau oleh pemandu bahwa guru di Gontor tidak digaji. hanya ditanggung makan dan keperluan harian seperlunya seperti sabun, shampo dan odol. Sikat giginya dikasi dua kali dalam setahun. read more »

March 27, 2012

TIGA TRIGER PEMBANGKIT BANGSA: Revolusi hijau, biru dan putih: 5


Oleh : Ustadz Hasanain Juaini
(Alumni Gontor, Pimpinan Pondok Nurul Haramain, Lombok Barat, NTB)

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Jika anda search dengan key-words: “Pendidikan karakter bangsa” maka anda akan mendapatkan hasil artikel sejenis sebanyak SEJUTA, LIMA RATUS, SEMBILAN PULUH RIBU artikel. Nyaris semuanya tidak implmentatif dan semakin melambungkan pembacanya kealam mimpi.

Bung Karno, dengan segala kebesaran jiwa dan semangatnya untuk memerdekakan bangsanya zahir dan bathin membisikan kalimat di telingan Raja Faisal bin Abdul Azis Raja paling legendaris Saudi Arabia, bahwa Indonesia akan menghijaukan Padang Arafah untuk menaungi hamba-hamba yang berdoa di tempat dan waktu paling mustajabah di muka bumi ini. Itulah tuas ungkit paling dahsyat produksi manusia-manusia Indonesia yang sampai hari kiamat akan menjadi bukti bahwa bangsa ini bisa berprestasi dengan karya yang tak seorang manusiapun pernah memikirkannya. read more »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.