MEMBICARAKAN MASA DEPAN KABUPATEN SUMBAWA BARAT

Oleh Imam Bachtiar, Universitas Mataram
Membicarakan tentang divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) lebih mengasyikkan daripada membicarakan masa depan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pada topik pembicaraan yang pertama, kita dapat lebih banyak mengeksplorasi hak-hak kita. Sebaliknya, kita harus mengelaborasi kewajiban-kewajiban kita jika membicarakan masa depan KSB. Hanya orang-orang pilihan yang lebih asyik membicarakan kewajibannya daripada hak-haknya. Sebagai orang pilihan, jumlah mereka tidak banyak.
Divestasi atau penjualan (pemindahan) sebagian kepemilikan (saham) ke pihak kedua atau ketiga telah mulai menemukan titik terangnya. Lembaga atau perorangan yang memiliki saham PT NNT konon akan memetik keuntungan yang sangat besar.Tampaknya belum ada pengamat di koran yang menyatakan resiko-resiko kerugian yang mungkin dihadapi oleh pemegang saham PT NNT. Divestasi saham PT NNT telah banyak menyita perhatian dan kepedulian para pejabat dan rakyat di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sayangnya, masa depan KSB setelah nanti usaha pertambangan selesai kurang mendapat perhatian yang sewajarnya.
Sumberdaya mineral tidak dapat diperbarui, akan habis setelah dikuras dari perut bumi. Kegiatan usaha pertambangan juga akan berakhir ketika sumberdaya mineral tersebut telah habis, secara ekonomis tidak lagi layak ditambang. Pada saat inilah, kegiatan ekonomi di KSB dapat turut memudar jika pemerintah dan para pemimpin KSB tidak mempersiapkan diri menghadapi masa depan tersebut. Masa depan KSB bukan hanya tanggung-jawab pemerintah KSB semata, karena rakyat KSB adalah rakyat NTB dan rakyat Republik Indonesia.
Masa depan manusia dapat diperjuangkan, baik melalui pendidikan formal maupun kursus-kursus ketrampilan. Demikian juga masa depan perekonomian suatu kabupaten, yang dapat diperjuangkan dengan kerja keras dan kerjasama semua pemimpin di daerah tersebut. Berakhirnya usaha pertambangan dapat diperkirakan berdasarkan perhitungan kandungan mineral yang tertimbun di perut bumi. Sebelum masa pertambangan berakhir, misalnya 5 tahun sebelumnya, pondasi ekonomi masyarakat KSB harus sudah cukup kuat untuk tumbuh sendiri.
Menyerahkan masa depan ekonomi KSB hanya kepada perjalanan sejarah adalah sebuah kelalaian, yang akan sangat disesalkan atau bahkan dikutuk oleh generasi penerus di wilayah KSB. Pola berpikir yang sederhana tetapi ‘canggih’, yaitu business as usual, bukanlah pola berpikir bertanggungjawab. Lambatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia, sebagian besar disebabkan pola piker pemimpinnya yang demikian ‘canggih’. Pemimpin yang konservatif akan berpikir bahwa jika Dompu dapat memberi kehidupan kepada rakyatnya tanpa usaha pertambangan, maka nanti KSB juga akan mampu melakukannya.Sebaliknya, pPemimpin yang inovatif akan bekerja keras untuk menjadikan KSB sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru pada tahun 2025. Semua sumberdaya yang tersedia pada waktu usaha pertambangan beroperasi akan difokuskan untuk mengejar cita-cita tersebut.
Cita-cita bukanlah monopoli milik orang kaya, melainkan milik semua manusia yang ingin maju. Sebagian orang miskin memang tidak berani punya cita-cita karena takut kecewa atau takut tantangan besar yang harus dilewatinya. Cita-cita tidak hanya dibutuhkan oleh keluarga, melainkan juga dibutuhkan oleh negara, propinsi, dan kabupaten. Di tingkat kabupaten, cita-cita tersebut sering disebut sebagai visi. Visi kabupaten tidak boleh dirumuskan oleh pejabat yang menjadi bupati, karena pejabat berganti-ganti sedangkan cita-cita adalah masa depan yang diinginkan dalam skala 20 tahun mendatang. Cita-cita atau visi kabupaten harus dirumuskan oleh rakyat di kabupaten tersebut, yang diwakili oleh para anggota DPR Kabupaten (DPRD).
Visi suatu kabupaten merupakan kesepakatan antara para wakil rakyat dan pemimpinnya. Visi atau cita-cita kabupaten tersebut perlu diformalkan sebagai Peraturan Daerah (Perda), yang tidak dapat diubah secara sepihak oleh pejabat. Kewajiban setiap pejabat bupati dan jajarannya (SKPD) untuk mengerahkan segenap daya dan upaya untuk secara bertahap mendekati cita-cita kabupaten tersebut. Agar pencapaian setiap pejabat dapat terukur, maka dibutuhkan rencana strategis untuk mencapai cita-cita tersebut dalam periode lima tahunan. Dengan demikian, kita dapat mengukur kemajuan yang dicapai dalam mewujudkan cita-cita kabupaten pada setiap periode jabatan bupati.
Beragam potensi yang sekarang ada di KSB harus diolah sedemikian rupa sehingga mempunyai nilai ekonomi tinggi. Potensi perkebunan, peternakan, pertanian, pariwisata, perhubungan, dan pertambangan perlu diinventarisasi, dikaji, dan dikembangkan untuk menjadi keunggulan kompetitif daerah KSB. Potensi sumberdaya manusia juga sangat penting dikembangkan untuk kebutuhan daerah. Kualitas sumberdaya manusia tidak linier berkaitan dengan gelar yang disandangnya, melainkan dari kemandirian dan perilaku sosial spiritualnya. Penggalian potensi daerah ini membutuhkan bantuan dari para pakar yang inovatif dan berpengalaman.
Pengembangan potensi-potensi tersebut membutuhkan investasi. Jika tidak ada pihak swasta yang mau melakukan investasi, ka akewajiban pemerintah untuk memberikan kemudahan, insentif, atau bahkan subsidi kepada pihak swasta agar potensi yang dimiliki KSB dapat dipole menjadi keunggulan. Ketika KSB masih mendapat keuntungan dari usaha pertambangan investasi seperti itu bukan merupakan masalah yang besar. Jika kita terlambat dalam investasi, maka akan terlambat pula dalam menuai panennya. Jagalah kayamu sebelum datang miskinmu (al-hadist). Kita perlu berikhtiar agar perjalanan sejarah mendekati harapan kita. Berikhtiar membawa makna bekerja keras mewujudkan cita-cita. Man jadda wa jada.
(Bogor, 23 Maret 2011)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.