<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Membeli produksi Indonesia</title>
	<atom:link href="http://imambachtiar.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://imambachtiar.wordpress.com</link>
	<description>memberi pekerjaan bagi anak dan tetangga anda</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 02:57:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='imambachtiar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Membeli produksi Indonesia</title>
		<link>http://imambachtiar.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://imambachtiar.wordpress.com/osd.xml" title="Membeli produksi Indonesia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://imambachtiar.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Drama Arena Gontor Putri1 Tahun 2011</title>
		<link>http://imambachtiar.wordpress.com/2011/11/04/drama-arena-gontor-putri1-tahun-2011/</link>
		<comments>http://imambachtiar.wordpress.com/2011/11/04/drama-arena-gontor-putri1-tahun-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 12:42:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imambachtiar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gontor]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Putri]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Bachtiar]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Darussalam]]></category>
		<category><![CDATA[Drama Arena]]></category>
		<category><![CDATA[Gontor Putri]]></category>
		<category><![CDATA[GP 1]]></category>
		<category><![CDATA[internasional]]></category>
		<category><![CDATA[mantingan]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Rika]]></category>
		<category><![CDATA[Tresnawati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imambachtiar.wordpress.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis oleh Rika Tresnawati (walisantriwati Gontor Putri 1) Sabtu sore saya dan suami berkemas, siap menuju Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Putri 1 di Mantingan, Ngawi. Tak seperti biasanya, kami berangkat hari Sabtu karena Minggu malam di Gontor Putri 1 bakal berlangsung panggung gembira kreasi santriwati kelas 5. Walaupun anak saya baru kelas 1 saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imambachtiar.wordpress.com&amp;blog=3405081&amp;post=142&amp;subd=imambachtiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ditulis oleh <strong>Rika Tresnawati</strong> (walisantriwati Gontor Putri 1)</p>
<p>Sabtu sore saya dan suami berkemas, siap menuju Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Putri 1 di Mantingan, Ngawi. Tak seperti biasanya, kami berangkat hari Sabtu karena Minggu malam di Gontor Putri 1 bakal berlangsung panggung gembira kreasi santriwati kelas 5. Walaupun anak saya baru kelas 1 saya penasaran saja ingin menyaksikannya karena katanya acaranya bagus. Kali ini kamipun bermaksud mencoba naik kereta api ekonomi yang katanya sudah nyaman sejak pergantian menteri dan nyatanya memang nyaman. Tidak seperti dulu, penumpang dipaksa berjejal, mau melangkah menuju kamar mandi saja susahnya minta ampun karena di jalanan bergeletakan orang-orang yang tidur. Saya acungkan jempol buat pemerintah. Moga semua ini berjalan seterusnya jangan hangat-hangat tai ayam yang cuma bagus diawalnya saja. Waktu perjalananpun tak jauh dengan kereta api bisnis. Ada yang bilang kalau kereta api ekonomi itu menghabiskan waktu seharian di perjalanan. Nyatanya tidak, 12 jam kami lalui demi menemui kekasih hati kami berdua. Sama waktunya dengan kalau naik bus.<br />
Tiba di Gontor Putri 1, jumpa kekasih hati, melepas rindu, makan bersama, itu saja acara yang selalu saya lalui bersama anak. Selepas shalat Isya saya bersiap menuju gedung pertunjukan. <span id="more-142"></span>Masuk gerbang yang selama ini memisahkan antara wali dan anaknya. Anak saya sudah menunggu sambil tersenyum-senyum. Baru kali ini saya bisa masuk ke dalam pondok. Selama ini saya cuma bisa sampai gedung yang terletak paling depan saja, saat daftar ulang.<br />
Di dalam pondok, semuanya begitu tertata rapih, seperti kota kecil lengkap dengan lampu jalan. Di kanan kiri jalan berderet banyak ruang-ruang kelas dan ada satu gedung yang terlewati begitu indah walaupun cuma terlihat dari jauh dan gelap namanya aula Kulliyatul Banat. Para walisantri tidak bisa berjalan seenaknya tapi mengikuti jalan yang sudah ditentukan. Jangan coba-coba cari jalan sendiri, pasti tersesat karena begitu luasnya Gontor Puteri 1 ini.<br />
Sepanjang jalan menuju gedung banyak terpampang baliho yang indah, unik dan lucu, yang dibuat oleh santriwati kelas 1 s.d 4 yang semuanya berisi ucapan selamat buat kakak kelasnya yang tengah berpesta. Setiap kelas wajib membuat satu baliho (kelas 1nya saja ada 15 kelas). Hiasan-hiasan indah menaungi jalanan yang terlewati seperti sedang 17 Agustusan tapi ini jauh lebih indah.<br />
Memasuki gerbang pertunjukkan, disambut santriwati cantik berpakaian indah dan ruang pertama yang terlewati tampak remang kemerahan seperti tempat ahli nujum meramal. Di jalanan ada tulisan besar yang dirangkai dari bunga tapi entah tulisannya apa tak sempat saya baca karena saya panik tiba-tiba kamera ngadat. Padahal saya sangat ingin mengabadikannya. Belum lagi ustadzah yang menyuruh bergegas karena acara sudah mau dimulai. Sangat disayangkan, saya lupa nuansa apa lagi yang saya lewati setelah itu.<br />
Setelah melewati jalanan itu dihadapan saya sekitar 50 meter kedepan sebelah kiri barulah terlihat gedung pertunjukan yang bermandikan cahaya, sementara sebelahkanannya terhampar lapangan yang begitu luas. Di depan gedung pertunjukkan, saya diharuskan berpisah dengan anak saya dan dia sangat kecewa dikiranya selama acara berlangsung dia dapat bersama-sama ibunya. Kasihan &#8230; kau nak.<br />
Memasuki gedung pertunjukkan lewat pinggir kiri lagi-lagi disuguhi nuansa yang berbeda-beda, ada nuansa penuh bunga, berganti lagi dengan nuansa putih berkesan dingin dan &#8230;. saya lupa lagi. Pokoknya semuanya indah sementara dari dalam gedung sudah terdengar marawis sebagai acara pertama. Sebelum masuk gedung tiap walisantri diberi buku daftar acara dan snack, lalu saya mencari kursi.<br />
Dekorasi gedung yg sangat indah dan mewah, sorot lampu berpendar ke setiap sudut belum lagi suara dari sound system yang berdentam-dentam semuanya benar-benar menyiratkan bahwa disini tengah berlangsung suatu pesta meriah. Sambutan dari pemimpin pondok, ustad pengasuhan yang berulang-ulang memohon kepada Allah SWT agar supaya acara malam ini penuh dengan barokah dijauhkan dari segala kemudarathan. Usai acara pidato, acara utama yaitu drama dibuka oleh ustadz pengasuhan. Di panggung api menyembur dengan indahnya sementara diluar gedung kembang api dinyalakan membuat suasana semakin meriah. Ketua acara memakai pakaian kupu-kupu yg sayapnya sangat besar, indah sekali.<br />
Setelah pembukaan selesai ustadz pimpinan dan ustadz pengasuh meninggalkan tempat berlangsungnya acara. Di pesta ini tak ada lelaki dewasa yang diijinkan nonton, sekalipun ayah santriwati, laki-laki yang diperbolehkan hanyalah yang belum akil baliq. Satu persatu acara berlangsung, semuanya begitu berkesan bagi saya. Dimulai dengan marawis lalu grand opening yang menampilkan cuplikan acara yang tersusun dengan misi membuka wawasan warga Darussalam dalam berfikir dan berkreasi dalam seni sehingga mampu melahirkan dan mencetak generasi tangguh nan kreatif.<br />
Acara pembukaan dilanjutkan dengan  puisi, paduan suara, pantomim, kabaret dangdut, tari kipas, drama, pencak silat, buka banyak mata (seperti acaranya tukul), tari daerah yang begitu atraktif, tari india dengan pakaiannya yang begitu mewah. Adan juga acara kuya urhatnya para mudabbiroh sholehah (pengurus kamar) ttg santriwati yang diurusnya dan kebanyakannya menjengkelkan mereka). Seperti acara uya kuya tapi ditutup matanya bukan dihipnotis. acara ini paling meriah sambutannya karena menyentil para santriwati yang bandel, disajikan dengan cara lemah lembut dan mengajarkan tentang keikhlasan. Acara berikutnya adalah master chef yang menggambarkan para santriwati akan pentingnya pemahaman pada kewajiban seorang ibu), sebelum acara the legend of malin kundang. Acara masquarade mengikuti gaya grup band yang sedang top, dan saat menyanyikan lagu dari Wali diikuti serentak oleh para santriwati sambil menggoyangkan tangan diatas kepala mereka dan bernyanyi bersama-sama dan para santriwati memohon agar mereka menambah lagu lagi. Merinding saya melihat momen ini. Modern dance, puisi sandal, fashion show dan terakhir all star show.<br />
Subhanallah &#8230; kehebohan acara ini (Drama Arena biasa disingkat DA) baik dari segi dekorasi, kostum dan kerjasama yang begitu kompak dari para santriwati kelas 5 membuat saya berdecak kagum. hasil kerja mereka seperti pekerjaan para profesional. Pakaian yang digunakan semuanya sangat gemerlap, mewah. Saat saya tanyakan pada ustadzah dekat saya, dia mengatakan bahwa pakaian itu dijahit oleh mereka sendiri, tidak ada campur tangan orang luar dan pakaian itu bukan inventaris. Setiap tahun kostum panggung selalu berubah. Awalnya saya pikir pakaian itu setiap tahunnya dipakai dan dipakai lagi.<br />
Satu hal lagi, bisa saya bayangkan bagaimana suasana di ruang pakaian, setiap satu acara didukung oleh puluhan satriwati dengan pakaian yang begitu jelimet dan mereka merias sendiri. Tidak ada campur tangan orang dewasa. Penasaran saya juga tanyakan, dari mana mereka belajar tentang tarian dan lagu-lagu yang kebanyakannya sedang top, baik lagu indonesia maupun lagu barat padahal disitu tidak ada tv dan radio. Ternyata saat liburan lebaran atau libur maulud digunakan para santriwati untuk mencari. Paling asyik jika ada satu tarian pakai lagu barat atau Indonesia yang para santriwati hapal. Pasti otomatis mereka ikut bernyanyi.<br />
Ada hal lain yang paling membuat saya terkesan, yaitu bagian dekorasi. Setiap satu mata acara, setting selalu berubah dan mereka tidak tanggung-tanggung. Ada kasur lengkap tempat tidurnya, sofa berukuran besar lengkap 1 set, ruang galeri yang kumplit dg lukisan dan dudukannya ataupun sekedar ruang kelas kumplit dg kursi murid serta papan tulisnya.<br />
Saat pergantian acara, dua layar lebar terpampang menyajikan aneka hiburan agar para penonton mengalihkan perhatian dari panggung. Saat itulah para santriwati mengubah setting. Rok panjang yang membatasi gerak mereka tidak membuat mereka canggung, Dengan kompak dan sangat gesit mereka menggotong kasur, sofa dan lain-lain. Saya jadi teringat semut yang sedang bekerja sama. Saya sangat suka melihat mereka saat bekerja seperti ini.<br />
Kelas 5 adalah masa yang paling berat. Tugas mereka mulai dari mengasuh adik kelas, menerima pendaftaran santri baru, mengajar, menyiapkan pagelaran seni dan tugas-tugas lainnya.<br />
Acara ini digelar dari selepas shalat Isya hingga pukul 12.30. Di belakang saya para santriwati kelas 1 s.d 4 duduk bersama dan satu persatu mulai terlihat mengantuk. Banyak juga santriwati yang sudah tidur. Biasanya mereka tidur pukul 10 malam dan menonton acara ini hukumnya wajib bagi semua santriwti. Kalau sudah terlihat banyak yang tidur lampu sorot pasti diarahkan kepada mereka, dikedip-kedipkan yang bisa membuat mereka yang tertidur jadi bangun lagi. Terkadang para ukhti (kakak kelas) melempar mereka dengan aneka makanan, sehingga hilanglah rasa kantuk mereka dan segera menghabiskan makanan yang dilemparkan oleh para ukhtinya.<br />
Acara yang sangat berkesan bagi saya, dari perempuan untuk perempuan. Semua sektor dipegang oleh perempuan, mulai dari kameramen, penataan lampu, sound system dan lain-lainnya. Juga meski mereka berdangdut, menari india, bernyanyi tapi setiap gerakan mereka tidak berlebihan, sekedar bergerak dan rasanya pantas saja mereka menghibur diri setelah disetiap harinya mereka berkutat mencari ilmu dunia dan akhirat yang sangat menguras tenaga dan pikiran. Bayangkan saja, setiap hari mereka harus bangun pukul 3.30 dan berakhir pukul 10 malam, tanpa ada istirahat. Kemarin pun acara selesai pukul 12.30 dan pukul 3.30 mereka sudah harus bangun lagi dan beraktifitas seperti biasanya. Anak sayapun pukul 06.00 sudah menghampiri saya. Rapih dg pakaian seragamnya. Saya tanyakan apa nggak cape. Dia menggeleng, sudah biasa katanya. Alhamdulillah ..suatu hal yang mustahil bila dia dirumah.<br />
Sebenarnya tgl 1 nopember digelar juga acara Panggung Gembira kelas 6 dan katanya acaranya lebih meriah, sayang saya tidak merencanakan menonton karena tidak menyangka acara bakal sehebat ini. Mungkin tahun depan akan saya jadwalkan untuk menonton keduanya.<br />
Acara ini terbuka untuk umum, tapi hanya untuk perempuan saja. Di Gontor apapun bakat anak, bakal tersalurkan dan gontor menyediakan fasilitasnya. Motto gontor adalah menjadikan perempuan sholehah yang tangguh. Kemanapun dunia bergerak, lulusan gontor harus bisa mengikutinya tanpa meninggalkan ajaran yang berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Saat berada di keramaian Drama Arena kemarin saya hampir terlupa bahwa saya tengah berada di sebuah pesantren yang jauh dari rumah yang sebagian besar orang menganggap bahwa pesantren Gontor itu kolot.<br />
Semoga anak saya mampu dan kuat bertahan di Gontor hingga selesai. Bukan hal yang mudah bertahan di Gontor. Selain pelajaran yang lumayan sulit, kehidupan sehari-hari yang cukup berat juga intrik antar anak yang lumayan menyakitkan.<br />
Andai waktu bisa diputar, saya ingin menjadi bagian dari pondok ini. Andai waktu bisa diulang, saya ingin menjadi santriwati Gontor Putri. Allahu Akbar &#8230; Allahu Akbar &#8230; Allahu Akbar &#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imambachtiar.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imambachtiar.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imambachtiar.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imambachtiar.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imambachtiar.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imambachtiar.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imambachtiar.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imambachtiar.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imambachtiar.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imambachtiar.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imambachtiar.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imambachtiar.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imambachtiar.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imambachtiar.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imambachtiar.wordpress.com&amp;blog=3405081&amp;post=142&amp;subd=imambachtiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imambachtiar.wordpress.com/2011/11/04/drama-arena-gontor-putri1-tahun-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5f4c2ee7696f56ec7af5f8823f6a403?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Imam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BELAJAR DI PONDOK MODERN GONTOR: PENGALAMAN SEORANG SANTRI</title>
		<link>http://imambachtiar.wordpress.com/2011/09/19/belajar-di-pondok-modern-gontor-pengalaman-seorang-santri/</link>
		<comments>http://imambachtiar.wordpress.com/2011/09/19/belajar-di-pondok-modern-gontor-pengalaman-seorang-santri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 14:06:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imambachtiar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[public service]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Darussalam]]></category>
		<category><![CDATA[Gontor]]></category>
		<category><![CDATA[Gontor 1]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Bachtiar]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[pondok]]></category>
		<category><![CDATA[Ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imambachtiar.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Guzmike Elfata Sekelumit kisah saya … Saya mulai berandai-andai dan memutar kembali memori masa lalu ketika saya menjadi santri. Kira-kira bagaimana jadinya kalau saya memiliki wali santri yang hebat-hebat dan aktif-aktif seperti bapak dan ibu sekalian, yang tidak lelah mendoakan putra-putrinya tanpa melupakan doa bagi para asatidz dan pengasuhnya, memiliki rencana yang matang untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imambachtiar.wordpress.com&amp;blog=3405081&amp;post=135&amp;subd=imambachtiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis: Guzmike Elfata</p>
<p>Sekelumit kisah saya …</p>
<p>Saya mulai berandai-andai dan memutar kembali memori masa lalu ketika saya menjadi santri. Kira-kira bagaimana jadinya kalau saya memiliki wali santri yang hebat-hebat dan aktif-aktif seperti bapak dan ibu sekalian, yang tidak lelah mendoakan putra-putrinya tanpa melupakan doa bagi para asatidz dan pengasuhnya, memiliki rencana yang matang untuk putra-putrinya. Apalagi mayoritas wali santri merupakan kaum terpelajar bahkan ada diantaranya lulusan luar negeri, memiliki wawasan luas, bahkan sudah berhaji ke tanah suci&#8230;pasti keadaan saya jauh lebih baik dari sekarang hehe (insya Allah saya masih bersyukur). Ijinkanlah saya berbagi kisah menjalani pendidikan di Gontor (curhat dikit)<br />
Saya adalah anak bungsu dari 3 bersaudara dan merupakan satu-satunya yang berkelamin laki-laki. Ayah saya sudah almarhum ketika saya <span id="more-135"></span>menjadi santri baru Kelas 1 intensif, pertengahan tahun pertama. Pada awalnya saya ditempatkan di Gontor 3 Ma&#8217;rifat, kemudian alhamdulilah prestasi akademik saya lumayan bagus akhirnya dipindah ke Gontor 1. Kematian ayah bagi saya, yang saat itu baru beranjak usia remaja begitu menyakitkan ditambah dengan kehidupan keras Gontor yang senantiasa menyuguhkan masalah-masalah berat sehingga kebutuhan pendamping sesosok “ayah” sebagai tempat keluh dan kesah merupakan sebuah keniscayaan. Tapi kemanakah saya berkeluh kesah? Haruskah saya mendatangi makam ayah saya kemudian berteriak: &#8220;Ayah keluarlah dari liang lahatmu, anakmu ini baru saja menerima hukuman push-up sebanyak 50 kali, saya mohon agar ayah memberi pelajaran setimpal kepada mereka yang telah mendzolimi saya&#8221;. Tentunya tidak mungkin dan tidak masuk di akal, bukan? Apalagi saya kurang puas dengan solusi yang diberikan oleh ibu yang hanya mengatakan &#8220;Sabar nak, sabar nak&#8221;, dalam hati saya pernah berujar: &#8220;Anak mau sekarat kok disuruh sabar&#8221; (semoga dosa saya ini terampuni). Pada suatu saat saya memutuskan untuk mencari alasan agar bisa boyong dengan terhormat. Akhirnya saya menemukan cara yang tepat tapi terhormat yaitu lewat &#8220;bermalas-malasan belajar sehingga akhir tahun tidak naik kelas dan pulang&#8221;. Dan benar saja, nilai awal tahun saya begitu anjlok tinggal menambah nilai yang sama di akhir tahun, dipastikan saya akan menyandang status “mujiddin” (gelar bagi santri yang tinggal kelas) dan pulang.<br />
Wali kelas saya, saat itu &#8221; Ust Heri Kurnia asal padang &#8220;tidak tinggal diam dengan keadaan saya, dan berusaha mencari tahu apa penyebab &#8220;keanehan saya&#8221;. Tiap malam beliau menceramahi saya seputar permasalahan yang saya alami (saya terkesan cengeng memang).<br />
Alhamdulilah lambat laun keinginan saya untuk boyong malah semakin kuat hehe, akhirnya ibu saya datang dan mengajak silaturahim ke Ust. Hasan meminta pertimbangan niat saya &#8220;boyong&#8221;. Sebelum menghadap ke beliau, saya sudah berkhusnudzon tampaknya ustad Hasan akan luluh hatinya dan merelakan saya pergi melihat kondisi ekonomi keluarga, apalagi ibu saya hanya ibu rumah tangga yang mengandalkan biaya kebutuhan dari pensiunan almarhum ayah yang tidak seberapa besarnya, di waktu yang sama ibu juga memiliki 2 anak asuh yang masing-masing diberi uang saku untuk sekolah.<br />
Di luar dugaan, pak Hasan hanya memberi jawaban singkat &#8220;Tidak. Itu hanya bisikan syetan, sudah &#8230; kembali ke pondok!&#8221;. Begitu mendengar jawaban singkat beliau, nyali saya ciut, dan saya hanya mengangguk-ngangguk saja, kemudian meninggalkan kediaman beliau layaknya orang linglung yang gagal mewujudkan impiannya. Di sepanjang jalan menuju asrama, saya hanya menggerutu, dan tidak ikhlas sembari tetap membayangkan eksekusi malaikat maut yang sewaktu-waktu terjadi saat saya menerima sanksi dari pengurus rayon atau yang lebih tinggi dari mereka (saya termasuk tipe pemberontak ).<br />
Akhirnya hari-hari berikutnya saya isi dengan kegiatan menganalisa, melamun, membanding-bandingkan keadaan saya dengan kawan-kawan seperjuangan. Hasilnya, saya tetap yang paling unggul, sementara kawan-kawan yang kondisinya lebih terpuruk dari saya buanyak. Apalagi rumah mereka rata-rata di luar pulau jawa. Betapa hinanya diri ini jika menyerah dengan keadaan sementara yang lain banyak yang lebih terpuruk dan menderita dibanding saya.<br />
Akhirnya semangat &#8220;man sobaro dzofiro&#8221; kembali saya kobarkan, saya benamkan jiwa dan raga sedalam-dalamnya menyelami samudra pendidikan dan pengajaran Gontor, saya buang sejauh-jauhnya tradisi keluh-mengeluh kemudian saya ganti dengan tradisi bersyukur sebagaimana yang dipraktekkan oleh kawan-kawan seperjuangan. Saat itu pula keinginan untuk bertemu arwah almarhum ayah dengan harapan ingin menyampaikan segala keluh dan kesah saya hilangkan seiring dengan tampilnya &#8220;Gontor&#8221; menjelma sebagai ayah kedua bagi saya. Dan begitulah seterusnya, saya nikmati hari-hari penggemblengan sampai akhirnya saya lulus dan diberi kesempatan mengabdi di Gontor 1, hingga tanpa sadar terdampar di Mesir walau keinginan tersebut pernah terkubur seiring dengan terbenamnya jasad ayahanda di dalam tanah. Demikian kisah singkat saya, semoga memberi manfaat dan menjadi kesyukuran bagi wali santri yang sampai saat ini dan nanti semoga diberikan keberkahan umur yang panjang. Amin.<br />
Harapan saya semoga bapak/ibu wali santri tetap ikhlas dan meningkatkan keikhlasannya. Saya yakin putra/putri yang saat ini masih menimba ilmu di Gontor dengan segala kelebihan dan kekurangannya akan semakin matang sekembalinya mereka di pangkuan bapak/ibu walisantri yang senantiasa saya banggakan..:). Apalagi bapak/ibu wali santri dengan segala kemampuan dan kelebihannya, telah merencanakan dengan matang kemanakah sang buah hati kan berlabuh setamatnya dari Gontor. Begitu juga kekhawatiran yang saat ini melanda bapak/ibu sekalian disebabkan “segala kekurangan Gontor”, semoga akan diganti dengan kebanggaan begitu putra-putri meraih kesuksesannya dalam proses pengabdian umat. Semoga….</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imambachtiar.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imambachtiar.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imambachtiar.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imambachtiar.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imambachtiar.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imambachtiar.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imambachtiar.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imambachtiar.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imambachtiar.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imambachtiar.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imambachtiar.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imambachtiar.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imambachtiar.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imambachtiar.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imambachtiar.wordpress.com&amp;blog=3405081&amp;post=135&amp;subd=imambachtiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imambachtiar.wordpress.com/2011/09/19/belajar-di-pondok-modern-gontor-pengalaman-seorang-santri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5f4c2ee7696f56ec7af5f8823f6a403?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Imam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEMBANGUNAN BANGSA MUNAFIK DI INDONESIA</title>
		<link>http://imambachtiar.wordpress.com/2011/06/07/membangun-bangsa-munafik-indonesia/</link>
		<comments>http://imambachtiar.wordpress.com/2011/06/07/membangun-bangsa-munafik-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 00:47:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imambachtiar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Bachtiar]]></category>
		<category><![CDATA[Imam]]></category>
		<category><![CDATA[kecurangan]]></category>
		<category><![CDATA[kejujuran]]></category>
		<category><![CDATA[Mataram]]></category>
		<category><![CDATA[munafik]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[ujian nasional]]></category>
		<category><![CDATA[UN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imambachtiar.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Imam Bachtiar Dalam satu dekade terakhir, bangsa Indonesia telah secara sadar dan berjamaah bahu membahu membangun generasi yang munafik. Pembangunan bangsa munafik dilakukan melalui keteladanan dan pendidikan. Salah satu ciri manusia yang munafik adalah jika berbicara berdusta (al-hadist). Jika seseorang suka berdusta, maka ciri munafik yang lainnya (tidak amanah, ingkar janji) akan secara otomatis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imambachtiar.wordpress.com&amp;blog=3405081&amp;post=133&amp;subd=imambachtiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Imam Bachtiar<br />
Dalam satu dekade terakhir, bangsa Indonesia telah secara sadar dan berjamaah bahu membahu membangun generasi yang munafik. Pembangunan bangsa munafik dilakukan melalui keteladanan dan pendidikan. Salah satu ciri manusia yang munafik adalah jika berbicara berdusta (al-hadist). Jika seseorang suka berdusta, maka ciri munafik yang lainnya (tidak amanah, ingkar janji) akan secara otomatis melekat pada orang tersebut.<br />
Para pemimpin bangsa Indonesia, baik di tingkat nasional maupun kabupaten secara bersama-sama telah memberikan keteladanan secara masal bagi generasi muda tentang cara-cara yang elegan untuk menjadi manusia munafik. <span id="more-133"></span>Keteladanan pemimpin bangsa Indonesia dalam kemunafikan sangat banyak, bahkan tidak lagi dapat dihitung kecuali jika menggunakan kalkulator yang canggih. Dari semua keteladanan tersebut minimal dapat dipilah menjadi tiga peristiwa.<br />
a)	Di dalam pilkada (pemilihan kepala daerah) maupun pileg (pemilu legislatif), sebagian besar janji si calon pemimpin tidak dilakukan setelah dirinya terpilih menjadi pajabat. Pikiran pertama yang muncul dari si pejabat baru adalah fasilitas saya mana? Mobil baru saya mana? Uang komisi untuk saya mana? Si pejabat baru telah repot dengan dirinya sendiri. Setelah itu, pejabat baru repot membalas budi tim sukses dan panyandang dana kampanyenya. Dengan kesibukan tersebut si pejabat munafik tidak pernah ingat janjinya untuk memakmurkan dan melindungi rakyatnya.<br />
b)	Di dalam pekerjaan sehari-hari para pemimpin juga wajib membuat laporan keuangan yang tidak jujur. Jika ada bawahan yang ingin berlaku jujur, maka ia akan dianggap orang ‘aneh’ yang tidak dibutuhkan di dalam timnya. Orang jujur hanya akan merepotkan pejabat. Para pejabat wajib beraku curang, karena ia harus melayani atasannya dengan menyediakan sejumlah dana. Jika ada seorang menteri datang ke propinsi, maka semua kebutuhan menteri akan dibayar oleh pejabat terkait di propinsi tersebut. Semua orang tahu bahwa si menteri sudah punya anggaran lawatannya ke daerah, tetapi kelaziman (baca: kewajiban) daerah adalah menyediakan dana untuk melayani menteri. Hal seperti ini banyak terjadi hingga ke tingkatan yang lebih kecil, bahwa pejabat yang di atas dilayani oleh pejabat bawahannya. Urusan laporan keuangan sudah ada tenaga spesialis pemoles laporan keuangan.<br />
c)	Kebiasaan tidak jujur tidak dapat ditutupi. Ibarat pepatah, menyimpan bangkai akan tercium bau busuknya. Suatu hari seorang Kapolri tidak masuk kantor. Tiga orang jendral bawahan Kapolri memberikan informasi yang berbeda-beda tentang kemana dan dimana Kapolri berada. Ini hanyalah sebuah contoh yang secara nasional ditayangkan oleh televise. Kasus seperti ini sangat mudah disaksikan pada pejabat kita di semua tingkatan pemerintahan. Berbohong adalah suatu kelaziman, bahkan untuk urusan yang sepele. Apalagi jika kebohongan diperlukan untuk urusan yang besar, hukumnya dapat dinyatakan wajib oleh para pemimpin kita.<br />
Sekolah merupakan sarana paling baik untuk membangun generasi muda, baik untuk membangun generasi yang munafik maupun yang amanah. Di sekolah mudah diterapkan prinsip ganjaran dan hukuman (reward and punishment). Siapa yang berperilaku sesuai dengan tujuan sekolah diberi ganjaran, yang tidak sesuai diberikan hukuman. Sayangnya, sekolah di Indonesia memilih untuk digunakan membangun generasi munafik. Siswa yang munafik mendapat ganjaran atau hadiah, sedangkan siswa yang jujur mendapatkan hukuman, yaitu rasa malu karena nilai Ujian Nasional (UN) rendah.<br />
Secara teoritis, UN dapat memberikan manfaat yang sangat banyak bagi pendidikan di Indonesia. UN adalah sarana yang baik untuk memetakan kualitas pendidikan di Indonesia, sehingga dapat didiagnosis penyakitnya dan dirumuskan terapi penyembuhannya dengan kebijakan yang tepat. UN juga merupakan panggung nasional yang tersedia bagi siswa di pelosok daerah untuk dapat membandingkan kemampuan akademisnya dengan siswa di Jakarta. Hanya dengan UN anak kita dapat membandingkan kemampuan diri mereka sendiri dengan siswa sebayanya secara nasional. Karena itu, UN yang membutuhkan biaya sangat besar perlu dilaksanakan setiap tahun.<br />
Para pemimpin yang munafik, baik pejabat yang membidangi pendidikan maupun politikus, akan mencemari tujuan yang baik menjadi tujuan yang munafik. Pelaksanaan UN dalam lima tahun terakhir semakin buruk. Nilai UN memang meningkat tetapi pelaksanaan UN semakin buruk. Jika ada sejumlah siswa yang berlaku curang saat UN, hal ini mudah dimaklumi. Jika guru mewajibkan siswanya untuk melakukan kecurangan, maka ini hanya terjadi di negeri yang mempunyai penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia.<br />
Kecurangan UN akan berhasil membentuk generasi penerus yang munafik. Siswa berpikir bahwa belajar tidak ada gunanya lagi di jaman sekarang, karena waktu ujian semua jawaban diberikan oleh guru. Siswa yang belajar dengan yang tidak belajar tidak ada beda nilainya. Apalagi jika yang paling curang akan mendapat nilai UN paling baik sehingga berhak mendapat sertifikat siswa berprestasi terbaik dan sejumlah hadiah. Siswa yang jujur tidak mungkin dapat mengalahkan siswa yang curang, karena jawaban dari guru dibuat sambil si guru membuka buku.<br />
Pemimpin bangsa Indonesia telah bekerja keras untuk membangun generasi muda yang munafik, agar 20 tahun lagi negara ini menjadi negara paling munafik di dunia. Setiap tahun para pejabat pendidikan bekerja keras secara kreatif menghasilkan karya yang mengagumkan dalam kemunafikan. Di dalam pelaksanaan UN, empat tahun yang lalu, guru memberikan jawaban melalui SMS kepada semua siswa, kecuai siswa yang jujur yang tidak mau bekerjasama dengan guru dalam kecurangan. Tiga tahun yang lalu, kecurangan UN dilakukan oleh beberapa orang guru. Si guru mengubah lembar jawaban siswa sebelum dikumpulkan di Kantor Dikpora. Dua tahun yang lalu, guru memberikan memberikan jawaban kepada siswa pagi hari sebelum ujian dilaksanakan. Seorang suruhan guru membagikan jawaban di perempatan jalan atau di tempat yang telah ditentukan. Tahunlalu, pola yang sama masih dilaksanakan. Tahun ini, soal UN memang sudah dibuat dalam 4-5 paket, dan tempat duduk siswa telah diatur sesuai dengan paket soal mereka. Guru mendatangi setiap kelas dan membacakan kunci jawaban setiap paket. Pengawas ujian yang tidak mau bekerjasama diancam sanksi oleh kepala sekolah. Di kantor Dikpora, petugas pemindai (computer) mempunyai tugas untuk mengacak pemindaian jawaban siswa. Walaupun jawaban siswa 100% seragam, maka hasil pemindaian komputer akan memberikan nilai yang sedikit berbeda dengan pola kesalahan yang berbeda.<br />
Kecurangan tidak hanya diajarkan ketika siswa menghadapi UN. Dalam ulangan semester atau ulangan harian, banyak guru yang membiarkan siswanya bertindak tidak jujur. Membiarkan sebuah kejahatan sama saja dengan berbuat kejahatan. Membiarkan siswa menyontek sama saja dengan mengajarkan siswa untuk berbuat tidak jujur. Siswa yang jujur sulit mendapat nilai baik, sedangkan siswa yang curang nilainya semua baik. Pendidikan kemunafikan telah berhasil di semua lini kehidupan siswa. Kemunafikan diajarkan di sekolah dan diteladankan oleh pejabat pemerintah.<br />
Menjadi munafik di Indonesia adalah sebuah pilihan yang sangat baik, karena menjadi orang yang jujur dan amanah sama dengan menjadi orang yang aneh dan bodoh. Orang jujur bukanlah orang yang mulia, melainkan orang yang nista, karena membuat urusan menjadi sulit. Demikianlah nilai moral yang kita ajarkan dan wariskan kepada generasi penerus Indonesia. Negara Indonesia dengan populasi muslim terbesar di dunia ini secara sadar dan terang-terangan telah berhijrah menuju Negara Munafik Indonesia.<br />
Semoga masih ada orang yang bersedia menjadi manusia aneh, yang mengamalkan dan mengajarkan kejujuran. Jika mereka yang aneh tidak ada lagi di sini, sudah saatnya saya berhijrah ke China. Di negara komunis ini, kejujuran dan kerja keras diajarkan sebagai watak yang mulia. Jujur dalam berdagang adalah kunci sukses ekonomi China. Amanah dalam menerima mandat rakyat telah memakmurkan bangsa China. Keteguhan pengusaha dalam menunaikan janji telah memperluas perdagangan China. Sungguh sangat berbeda dengan di Indonesia. Kecurangan dan malas menjadi watak yang mulia, sedangkan kejujuran dan kerja keras adalah tindakan bodoh yang pernah dilakukan manusia. Saya mungkin saja terlalu bodoh memahami bangsa Indonesia.<br />
(Bogor, 6 Juni 2011)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imambachtiar.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imambachtiar.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imambachtiar.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imambachtiar.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imambachtiar.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imambachtiar.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imambachtiar.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imambachtiar.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imambachtiar.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imambachtiar.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imambachtiar.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imambachtiar.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imambachtiar.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imambachtiar.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imambachtiar.wordpress.com&amp;blog=3405081&amp;post=133&amp;subd=imambachtiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imambachtiar.wordpress.com/2011/06/07/membangun-bangsa-munafik-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5f4c2ee7696f56ec7af5f8823f6a403?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Imam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDAFTARAN PONDOK PESANTREN MODERN GONTOR</title>
		<link>http://imambachtiar.wordpress.com/2011/04/02/pendaftaran-pondok-pesantren-modern-gontor/</link>
		<comments>http://imambachtiar.wordpress.com/2011/04/02/pendaftaran-pondok-pesantren-modern-gontor/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Apr 2011 02:32:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imambachtiar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Lombok]]></category>
		<category><![CDATA[Mataram]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[alamat]]></category>
		<category><![CDATA[Bachtiar]]></category>
		<category><![CDATA[biaya]]></category>
		<category><![CDATA[Darussalam]]></category>
		<category><![CDATA[Gontor]]></category>
		<category><![CDATA[Gontor Putra]]></category>
		<category><![CDATA[Gontor Putri]]></category>
		<category><![CDATA[internasional]]></category>
		<category><![CDATA[mantingan]]></category>
		<category><![CDATA[nomor]]></category>
		<category><![CDATA[pendaftaran]]></category>
		<category><![CDATA[PMDG]]></category>
		<category><![CDATA[pondok]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Putri]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[telpon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imambachtiar.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[PENDAFTARAN KE PONDOK PESANTREN MODERN DARUSSALAM GONTOR Banyak pengunjung laman saya ini menanyakan tentang pendaftaran dan biaya sekolah di PPMD Gontor. Saya membalasnya sebagian dengan email pribadi atau langsung di komentar berdasarkan data yang pernah saya unduh dari laman resmi PPMD Gontor, yaitu http://gontor.ac.id/pendaftaran. Informasi yang tersedia di sini bukan informasi yang resmi, karena saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imambachtiar.wordpress.com&amp;blog=3405081&amp;post=125&amp;subd=imambachtiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENDAFTARAN KE PONDOK PESANTREN MODERN DARUSSALAM GONTOR</p>
<p>Banyak pengunjung laman saya ini menanyakan tentang pendaftaran dan biaya sekolah di PPMD Gontor. Saya membalasnya sebagian dengan email pribadi atau langsung di komentar berdasarkan data yang pernah saya unduh dari laman resmi PPMD Gontor, yaitu http://gontor.ac.id/pendaftaran. Informasi yang tersedia di sini <strong>bukan informasi yang resmi</strong>, karena saya bukan pengasuh pondok tersebut. Informasi yang disajikan di sini hanya dapat digunakan sebagai gambaran awal (kasar) tentang kebutuhan pendaftaran ke PPMD Gontor, sekedar untuk membantu perencanaan para calon walisantri.<br />
Mataram, 2 April 2011<br />
Wassalam,<br />
Imam Bachtiar</p>
<p>Pendaftaran (Edisi Maret 2011)<br />
KULLIYATU-L-MU&#8217;ALLIMIN/MU&#8217;ALLIMAT AL-ISLAMIYAH (KMI)<br />
A. Syarat-syarat pendaftaran.<br />
<span id="more-125"></span>1)	Menyerahkan 3 lembar fotocopy STTB terakhir atau Surat Keterangan Lulus yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.<br />
2)	Berbadan sehat dengan surat keterangan dokter dari Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM) Pondok Modern Darussalam Gontor.<br />
3)	Menyerahkan pasfoto 4 x 6 dan 3 x 4 sebanyak masing-masing 6 lembar (putra), pasfoto berjilbab 4 x 6 @ 2 lembar dan 3 x 4 @ 8 lembar (putri).<br />
4)	Memenuhi ketentuan-ketentuan atau iuran-iuran yang telah ditetapkan pada waktu pendaftaran.<br />
5)	Menyerahkan 3 lembar fotocopy akta kelahiran.<br />
6)	Menyerahkan 2 lembar fotocopy kartu keluarga (khusus putri).<br />
7)	Mendaftarkan diri sesuai dengan cara dan waktu yang telah ditentukan.<br />
NB: Hal-hal yang kurang jelas dapat ditanyakan di Kantor KMI atau Panitia Ujian Masuk KMI.<br />
B. Syarat-syarat penerimaan<br />
1)	Berijazah Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau yang sederajat, untuk masuk kelas biasa dengan masa belajar 6 tahun, dan berijazah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau yang sederajat untuk masuk kelas Intensif dengan masa belajar 4 tahun.<br />
2)	 Mempunyai dasar agama, yakni:<br />
3)	Dapat mengerjakan ibadah sehari-hari dengan baik.<br />
4)	Dapat membaca al-Qur&#8217;an dengan baik.<br />
5)	Dapat membaca dan menulis Arab dengan lancar.<br />
6)	Lulus dalam testing/ujian masuk dan Psyco-test.<br />
7)	Sanggup bertempat tinggal di asrama yang telah disediakan.<br />
C. Waktu dan cara pendaftaran<br />
Pendaftaran masuk KMI ada dua gelombang:<br />
1)	Gelombang pertama dibuka sepanjang tahun dan ditutup sebelum ujian gelombang pertama diadakan (bulan Sya&#8217;ban). Bagi calon santri putra tempat pendaftaran di kampus Pondok Modern Gontor 2 Desa Madusari Kec. Siman Kab. Ponorogo Telp. (0352) 483729 – 482670 dan bagi colan santri putri tempat pendaftaran di kampus Pondok Modern Gontor Putri 2 Desa Sambirejo Kec. Mantingan Kab. Ngawi Telp. (0351) 673262 – 673263<br />
2)	Gelombang kedua dimulai pada tanggal 2 Syawal dan 2. ditutup pada tanggal 10 Syawal.</p>
<p>Gelombang Pertama<br />
1)	Calon santri berasrama di kampus Gontor 2 (putra) dan Gontor Putri 2 (putri) untuk mendapatkan pendidikan pelajaran-pelajaran yang akan diujikan pada ujian masuk gelombang pertama yang diselenggarakan pada bulan Sya’ban.<br />
2)	Calon santri yang lulus pada ujian masuk pada ujian gelombang pertama pada waktu pembukaan tahun ajaran baru KMI (pada bulan Syawal) dapat langsung mendaftar ulang di kampus-kampus sesuai dengan kelulusan calon santri tersebut.</p>
<p>1.	Kampus Putra<br />
a)	PM. Darussalam Gontor 1 Kec. Mlarak Kab. Ponorogo Jawa Timur<br />
b)	PM. Darussalam Gontor 2 Desa. Madusari Kec. Siman Kab. Ponorogo Jawa Timur<br />
c)	PM. Gontor 3 Darul Ma&#8217;rifat Desa Sumber Cangkring Kec. Gurah Kab. Kedri Jawa Timur<br />
d)	PM. Gontor 5 Darul Muttaqin Desa Kaligung Kec. Rogojampi Kab. Banyuwangi Jawa Timur<br />
e)	PM. Gontor 6 Darul Qiyam Desa Mangunsari Kec. Sawangan Kab. Magelang Jawa Tengah<br />
2.	Kampus Putri<br />
a)	PM. Gontor Putri 1 Desa Sambirejo Kec. Mantingan Kab. Ngawi Jawa Timur<br />
b)	PM. Gontor Putri 2 Desa Sambirejo Kec. Mantingan Kab. Ngawi Jawa Timur<br />
c)	PM. Gontor Putri 3 Desa Karangbanyu Kec. Widodaren Kab. Ngawi Jawa Timur<br />
d)	PM. Gontor Putri 5 Desa Kandangan Kec. Pare Kab. Kediri</p>
<p>dan bagi calon santri (putra/putri) yang tidak lulus pada gelombang pertama diberi kesempatan untuk mengikuti ujian gelombang kedua di Gontor 1 (putra) dan di Gontor Putri 2 (putri).</p>
<p>Gelombang Kedua<br />
1)	Bagi calon santri putra pendaftaran dimulai pada tanggal 2 Syawal dan ditutup pada tanggal 10 Syawal di Gedung Saudi 6 Lt. 1 kampus Pondok Modern Darussalam Gontor 1 Kec. Mlarak Kab. Ponorogo.<br />
2)	Bagi calon santri putri pendaftaran dimulai pada tanggal 2 Syawal dan ditutup pada tanggal 20 Syawal di Kantor KMI kampus Gontor Putri 2.<br />
3)	Cara pendaftaran dilaksanakan secara langsung, bukan secara tertulis/surat menyurat atau melalui telpon.</p>
<p>D. Testing/ujian dan materinya<br />
Testing/Ujian masuk<br />
1)	Ujian Gelombang Pertama dilaksanakan pada bulan Sya&#8217;ban (tanggal menyesuaikan situasi dan kondisi).<br />
2)	Ujian Gelombang Kedua, ujian lisan dan Psyco-test dilaksanakan pada tanggal 2 s/d 10 Syawal (untuk putra) dan pada tanggal 2 s/d 20 Syawal (untuk putri) adapun ujian tulisnya dilaksanakan pada tanggal 11 Syawal (putra) 21 Syawal (putri).<br />
3)	Materi ujian lisan: Psyco-test, membaca Al-Qur&#8217;an, tajwid, Ibadah Qouliyah, Ibadah amaliyah dan imla&#8217;.<br />
4)	Materi ujian tulis: Menulis Arab dengan dikte (imla&#8217;), Bahasa Indonesia, Berhitung Soal, Berhitung Angka/Matematika.<br />
5)	Tidak ada perbedaan materi ujian yang diujikan kepada calon santri yang telah telah lulus SD (sederajat) ataupun SMP (sederajat).</p>
<p>Saat memasuki ujian calon santri membawa stopmap folio yang berisi:<br />
1)	Formulir Psyco-1. test yang telah diisi.<br />
2)	Dua lembar fotocopy STTB terlegalisir.<br />
3)	Surat keterangan dokter dari Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM).<br />
4)	Kartu Ujian dan Kwitansi pembayaran.<br />
5)	Tiga lembar Fotocopy akta kelahiran<br />
6)	Pas foto ukuran 4 x 6 dan 3 x 4 sebanyak masing-masing 6 lembar (putra)<br />
7)	Pas foto berjilbab 3 x4 @8 lembar dan 4 x 6 @2 lembar (putri)<br />
8)	Fotocopy KTP orang tua dan Kartu Keluarga.</p>
<p>NB: Ujian masuk KMI tidak diadakan ujian ulangan/susulan</p>
<p>Testing ujian ke kelas yang lebih tinggi<br />
Bagi calon santri yang memiliki kemampuan dan bekal keilmuan cukup untuk duduk di kelas yang lebih tinggi dari kelas 1 (satu) diberi kesempatan untuk mengikuti ujian. Ujian yang diadakan pada tiap-tiap tingkatan dengan persyaratan-persyaratan tertentu.</p>
<p><strong><strong>BERAPA BIAYA PENDIDIKAN DI PPMD GONTOR?</strong></strong><br />
Biaya Pendaftaran (dapat berubah sewaktu-waktu) Rp. 3.070.000,-<br />
Yang meliputi:<br />
1)	Uang Pangkal Masuk KMI Rp. 1.500.000,-<br />
2)	Uang Penambahan Bangunan Baru Rp. 400.000,-<br />
3)	Uang Kepanitiaan di Gontor 2 Rp. 100.000,-<br />
4)	Uang Kertas Rp. 100.000,-<br />
5)	Uang Majalah Gontor Rp. 70.000,-<br />
6)	Uang Kesehatan Rp. 90.000,-<br />
7)	Uang Pembangunan di Kampus Baru Rp. 400.000,-<br />
8)	Iuran Uang Sekolah dan Pondok (setiap bulan) Rp. 170.000,-<br />
9)	Iuran Uang Makan (setiap bulan) Rp. 190.000,-</p>
<p>Biaya Bulanan<br />
Dan biaya minimal tiap bulan berupa uang sekolah dan uang makan Rp. 360.000,-</p>
<p>Biaya Lain-lain:<br />
I. Untuk Calon Santri Putra<br />
A. Extra kurikuler Rp. 91.000,-, yang meliputi:<br />
1)	Iuran Organisasi Rp. 10.000,-<br />
2)	Iuran Kaos Rayon Rp. 25.000,-<br />
3)	Iuran Kesehatan dan Asrama Rp. 3.000,-<br />
4)	Iuran Alat-alat Asrama Rp. 5.000,-<br />
5)	Iuran Konsulat Rp. 6.000,-<br />
6)	Iuran Perpustakaan Rp. 5.000,-<br />
7)	Iuran Organisasi Kepramukaan Rp. 10.000,-<br />
8)	Iuran Kegiatan Kepramukaan Rp. 6.000,-<br />
9)	Buku Tabungan Siswa dan Kartu Pembayaran Rp. 15.000,-<br />
10)	Buku Tulis Latihan Pidato Rp. 5.500,-<br />
B. Perlengkapan Rp. 196.500,-, yang meliputi:<br />
1)	Kasur Rp. 115.000,-<br />
2)	Sewa Lemari dan Gembok Rp. 71.500,-<br />
3)	Tas Sandal Rp. 7.000,-<br />
4)	Kartu Identitas Rp. 3.000,-</p>
<p>II. Untuk Calon Santri Putri<br />
A. Biaya Seragam Rp. 267.00,-, meliputi:<br />
1)	Baju Putih Hitam Rp. 75.000,-<br />
2)	Baju Jubah Rp. 77.000,-<br />
3)	Kerudung Putih 2 Rp. 40.000,-<br />
4)	Baju Olah Raga Rp. 50.000,-<br />
5)	Kerudung Olah Raga Rp. 25.000,-<br />
B. Biaya Organisasi Rp. 34.000,-, meliputi:<br />
1)	Iuran Pramuka Rp. 7.000,-<br />
2)	Perpustakaan Rp. 10.000,-<br />
3)	Rayon Rp. 10.000,-<br />
4)	Penghijauan Rp. 7.000,-<br />
C. Biaya Perlengkapan Rp. 174.000,-, meliputi:<br />
1)	Buku tabungan, transfer/ wesel , paket Rp. 5.000,-<br />
2)	Tas sandal Rp. 6.000,-<br />
3)	Sewa kotak sepatu Rp. 13.000,-<br />
4)	Sewa lemari Rp. 35.000,-<br />
5)	Kasur Rp. 115.000,-</p>
<p>Jumlah harga buku-buku dan peralatan sehari-hari (harga berubah-ubah) Rp.151.000,-</p>
<p>Jika masih ada pertanyaan tentang pendaftaran santri di Gontor, anda disarankan untuk menghubungi pengasuh pondok di alamat berikut:<br />
<strong>A. Gontor Putera</strong><br />
1. PM Darussalam Gontor Putera 1 : Desa Gontor Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo Jawa Timur, Telp. 0352 – 311711 / 311911 / 313101 / 313102 / 311766<br />
2. PM Darussalam Gontor Putera 2 : Desa Madusari Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo Jawa Timur, Telp. 0352 – 483729 / 488570 / 482670<br />
3. PM Gontor Putera 3 (Darul Makrifat) : Desa Sumbercangkring Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Jawa Timur, Telp. 0354 – 545115 / 546917<br />
4. PM Gontor Putera 5 (Darul Muttaqin) : Desa Kaligung Kecamatan Rojojampi Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, Telp. 0333 – 632546<br />
5. PM Gontor Putera 6 (Darul Qiyam) : Desa Mangunsari Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang Jawa Tengah, Telp. 0293 – 5505895<br />
6. PM Gontor Putera 7 (Riyadhul Mujahidin) : Kecamatan Pudahoa Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara, Telp. 0401 – 396087<br />
7. PM Darussalam Gontor Putera 8 : Desa Labuhan RatuVI Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur Lampung, HP: 08125943001<br />
8. PM Darussalam Gontor Putera 9 : Dusun Kubupanglima Desa Tajimalela Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Lampung, HP. 081335630428<br />
9. PM Gontor Putera 10 (Darul Amin) : Meunasah Baro Seulimun Aceh Besar Nanggro Aceh Darussalam, HP. 085232883663<br />
10. PM Gontor Putera 11 : Desa Ompang Guguk Limau Sulit Air Solok Sumatera Barat, HP. 085235011048</p>
<p><strong>B. Gontor Puteri</strong>1. PM Darussalam Gontor Puteri 1 : Desa Sambirejo Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi Jawa Timur, Telp. 0351 – 672460 / 671179 / 673387<br />
2. PM Darussalam Gontor Puteri 2 : Desa Sambirejo Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi Jawa Timur, Telp. 0351 – 672646 / 672647 / 673263<br />
3. PM Darussalam Gontor Puteri 3 : Desa Karangbanyu Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi, Telp. 0351 – 673519 / 673523<br />
4. PM Darussalam Gontor Puteri 4 : Desa Lamomea Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara, Telp. 0401 – 3007647<br />
5. PM Darussalam Gontor Puteri 5 : Dusun Bobosan Desa Kemiri Kecamatan Kandangan (Pare) Kabupaten Kediri Jawa Timur 64294, Telp.0354 – 7067200 / 326859</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imambachtiar.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imambachtiar.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imambachtiar.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imambachtiar.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imambachtiar.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imambachtiar.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imambachtiar.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imambachtiar.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imambachtiar.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imambachtiar.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imambachtiar.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imambachtiar.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imambachtiar.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imambachtiar.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imambachtiar.wordpress.com&amp;blog=3405081&amp;post=125&amp;subd=imambachtiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imambachtiar.wordpress.com/2011/04/02/pendaftaran-pondok-pesantren-modern-gontor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>200</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5f4c2ee7696f56ec7af5f8823f6a403?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Imam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMBICARAKAN MASA DEPAN KABUPATEN SUMBAWA BARAT</title>
		<link>http://imambachtiar.wordpress.com/2011/03/23/membicarakan-masa-depan-kabupaten-sumbawa-barat/</link>
		<comments>http://imambachtiar.wordpress.com/2011/03/23/membicarakan-masa-depan-kabupaten-sumbawa-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Mar 2011 02:28:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imambachtiar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[barat]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[divestasi]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[KSB]]></category>
		<category><![CDATA[Mataram]]></category>
		<category><![CDATA[newmont]]></category>
		<category><![CDATA[NNT]]></category>
		<category><![CDATA[NTB]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[pertambangan]]></category>
		<category><![CDATA[sumbawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imambachtiar.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Imam Bachtiar, Universitas Mataram Membicarakan tentang divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) lebih mengasyikkan daripada membicarakan masa depan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pada topik pembicaraan yang pertama, kita dapat lebih banyak mengeksplorasi hak-hak kita. Sebaliknya, kita harus mengelaborasi kewajiban-kewajiban kita jika membicarakan masa depan KSB. Hanya orang-orang pilihan yang lebih asyik membicarakan kewajibannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imambachtiar.wordpress.com&amp;blog=3405081&amp;post=116&amp;subd=imambachtiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Imam Bachtiar, Universitas Mataram<br />
Membicarakan tentang divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) lebih mengasyikkan daripada membicarakan masa depan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pada topik pembicaraan yang pertama, kita dapat lebih banyak mengeksplorasi hak-hak kita. Sebaliknya, kita harus mengelaborasi kewajiban-kewajiban kita jika membicarakan masa depan KSB. Hanya orang-orang pilihan yang lebih asyik membicarakan kewajibannya daripada hak-haknya. Sebagai orang pilihan, jumlah mereka tidak banyak.<br />
Divestasi atau penjualan (pemindahan) sebagian kepemilikan (saham) ke pihak kedua atau ketiga telah mulai menemukan titik terangnya. Lembaga atau perorangan yang memiliki saham PT NNT konon akan memetik keuntungan yang sangat besar.Tampaknya belum ada pengamat di koran yang menyatakan resiko-resiko kerugian yang mungkin dihadapi oleh pemegang saham PT NNT. Divestasi saham PT NNT telah banyak menyita perhatian dan kepedulian para pejabat dan rakyat di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sayangnya, masa depan KSB setelah nanti usaha pertambangan selesai kurang mendapat perhatian yang sewajarnya.<span id="more-116"></span><br />
Sumberdaya mineral tidak dapat diperbarui, akan habis setelah dikuras dari perut bumi. Kegiatan usaha pertambangan juga akan berakhir ketika sumberdaya mineral tersebut telah habis, secara ekonomis tidak lagi layak ditambang. Pada saat inilah, kegiatan ekonomi di KSB dapat turut memudar jika pemerintah dan para pemimpin KSB tidak mempersiapkan diri menghadapi masa depan tersebut. Masa depan KSB bukan hanya tanggung-jawab pemerintah KSB semata, karena rakyat KSB adalah rakyat NTB dan rakyat Republik Indonesia.<br />
Masa depan manusia dapat diperjuangkan, baik melalui pendidikan formal maupun kursus-kursus ketrampilan. Demikian juga masa depan perekonomian suatu kabupaten, yang dapat diperjuangkan dengan kerja keras dan kerjasama semua pemimpin di daerah tersebut.  Berakhirnya usaha pertambangan dapat diperkirakan berdasarkan perhitungan kandungan mineral yang tertimbun di perut bumi. Sebelum masa pertambangan berakhir, misalnya 5 tahun sebelumnya, pondasi ekonomi masyarakat KSB harus sudah cukup kuat untuk tumbuh sendiri.<br />
Menyerahkan masa depan ekonomi KSB hanya kepada perjalanan sejarah adalah sebuah kelalaian, yang akan sangat disesalkan atau bahkan dikutuk oleh generasi penerus di wilayah KSB. Pola berpikir yang sederhana tetapi ‘canggih’, yaitu business as usual, bukanlah pola berpikir bertanggungjawab.  Lambatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia, sebagian besar disebabkan pola piker pemimpinnya yang demikian ‘canggih’. Pemimpin yang konservatif akan berpikir bahwa jika Dompu dapat memberi kehidupan kepada rakyatnya tanpa usaha pertambangan, maka nanti KSB juga akan mampu melakukannya.Sebaliknya, pPemimpin yang inovatif akan bekerja keras untuk menjadikan KSB sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru pada tahun 2025. Semua sumberdaya yang tersedia pada waktu usaha pertambangan beroperasi akan difokuskan untuk mengejar cita-cita tersebut.<br />
Cita-cita bukanlah monopoli milik orang kaya, melainkan milik semua manusia yang ingin maju. Sebagian orang miskin memang tidak berani punya cita-cita karena takut kecewa atau takut tantangan besar yang harus dilewatinya. Cita-cita tidak hanya dibutuhkan oleh keluarga, melainkan juga dibutuhkan oleh negara, propinsi, dan kabupaten. Di tingkat kabupaten, cita-cita tersebut sering disebut sebagai visi. Visi kabupaten tidak boleh dirumuskan oleh pejabat yang menjadi bupati, karena pejabat berganti-ganti sedangkan cita-cita adalah masa depan yang diinginkan dalam skala 20 tahun mendatang. Cita-cita atau visi kabupaten harus dirumuskan oleh rakyat di kabupaten tersebut, yang diwakili oleh para anggota DPR Kabupaten (DPRD).<br />
Visi suatu  kabupaten merupakan kesepakatan antara para wakil rakyat dan pemimpinnya. Visi atau cita-cita kabupaten tersebut perlu diformalkan sebagai Peraturan Daerah (Perda), yang tidak dapat diubah secara sepihak oleh pejabat. Kewajiban setiap pejabat bupati dan jajarannya (SKPD) untuk mengerahkan segenap daya dan upaya untuk secara bertahap mendekati cita-cita kabupaten tersebut. Agar pencapaian setiap pejabat dapat terukur, maka dibutuhkan rencana strategis untuk mencapai cita-cita tersebut dalam periode lima tahunan. Dengan demikian, kita dapat mengukur kemajuan yang dicapai dalam mewujudkan cita-cita kabupaten pada setiap periode jabatan bupati.<br />
Beragam potensi yang sekarang ada di KSB harus diolah sedemikian rupa sehingga mempunyai nilai ekonomi tinggi. Potensi perkebunan, peternakan, pertanian, pariwisata, perhubungan, dan pertambangan perlu diinventarisasi, dikaji, dan dikembangkan untuk menjadi keunggulan kompetitif daerah KSB. Potensi sumberdaya manusia juga sangat penting dikembangkan untuk kebutuhan daerah. Kualitas sumberdaya manusia tidak linier berkaitan dengan gelar yang disandangnya, melainkan dari kemandirian dan perilaku sosial spiritualnya. Penggalian potensi daerah ini membutuhkan bantuan dari para pakar yang inovatif dan berpengalaman.<br />
 Pengembangan potensi-potensi tersebut membutuhkan investasi. Jika tidak ada pihak swasta yang mau melakukan investasi, ka akewajiban pemerintah untuk memberikan kemudahan, insentif, atau bahkan subsidi kepada pihak swasta agar potensi yang dimiliki KSB dapat dipole menjadi keunggulan. Ketika KSB masih mendapat keuntungan dari usaha pertambangan investasi seperti itu bukan merupakan masalah yang besar. Jika kita terlambat dalam investasi, maka akan terlambat pula dalam menuai panennya. Jagalah kayamu sebelum datang miskinmu (al-hadist). Kita perlu berikhtiar agar perjalanan sejarah mendekati harapan kita. Berikhtiar membawa makna bekerja keras mewujudkan cita-cita. Man jadda wa jada.<br />
(Bogor, 23 Maret 2011)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imambachtiar.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imambachtiar.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imambachtiar.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imambachtiar.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imambachtiar.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imambachtiar.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imambachtiar.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imambachtiar.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imambachtiar.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imambachtiar.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imambachtiar.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imambachtiar.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imambachtiar.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imambachtiar.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imambachtiar.wordpress.com&amp;blog=3405081&amp;post=116&amp;subd=imambachtiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imambachtiar.wordpress.com/2011/03/23/membicarakan-masa-depan-kabupaten-sumbawa-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5f4c2ee7696f56ec7af5f8823f6a403?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Imam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEKOLAH DI JAMAN JAHILIYAH</title>
		<link>http://imambachtiar.wordpress.com/2010/12/17/sekolah-di-jaman-jahiliyah/</link>
		<comments>http://imambachtiar.wordpress.com/2010/12/17/sekolah-di-jaman-jahiliyah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Dec 2010 07:40:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imambachtiar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Lombok]]></category>
		<category><![CDATA[Mataram]]></category>
		<category><![CDATA[nusa tenggara barat]]></category>
		<category><![CDATA[public service]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imambachtiar.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Anak pertama saya bersekolah di sebuah SMAN yang berstatus RSBI. Dia pernah mengalami pendidikan di Gontor Putri I (GP I) selama dua tahun. Dia keluar dari pondok karena alasan kesehatan. Dia memang seorang anak yang rajin belajar. Ketika di GP I, dia pernah lompat kelas. Sekarang di SMAN dia masuk dalam kelas unggulan, yaitu kelas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imambachtiar.wordpress.com&amp;blog=3405081&amp;post=107&amp;subd=imambachtiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anak pertama saya bersekolah di sebuah SMAN yang berstatus RSBI. Dia pernah mengalami pendidikan di Gontor Putri I (GP I) selama dua tahun. Dia keluar dari pondok karena alasan kesehatan. Dia memang seorang anak yang rajin belajar. Ketika di GP I, dia pernah lompat kelas. Sekarang di SMAN dia masuk dalam kelas unggulan, yaitu kelas yang dihuni oleh siswa dengan nilai tertinggi.<br />
Ada penyesalan dalam diri saya dan juga anak saya tentang keluarnya dia dari GP I. SMAN yang RSBI ternyata hanya bohong-bohongan. Tidak ada percakapan dalam bahasa Inggris di sekolah. Tidak ada pengajaran yang dilakukan dengan bahasa Inggris. mereka mengklaim &#8216;bilingual&#8217; karena gurunya menyapa muridnya dengan bahasa Inggris: &#8220;Good morning&#8221;, dan berpisah dengan &#8220;Good bye&#8221;. Selain kedua kalimat tersebut, semuanya dalam bahasa Indonesia. bandingkan dengan Gontor Putri (semua) yang tidak mengklaim RSBI tetapi menggunakan bahasa asing dalam kegiatan sehari-hari.<br />
Minggu ini, dia mengikuti ujian semester.  Keanehan dan kesedihan semakin bertambah banyak. Dia heran bahwa menyontek di dalam ujian adalah sesuatu yang LAZIM di dalam kelas unggulan. Guru yang mengawas ujian membiarkan siswanya berbuat curang. Apakah ini karena si guru juga melakukan kecurangan ketika dia kuliah?<br />
Anak saya yang dididik kejujuran sejak kecil menjadi kecewa berat. Dia merasa bahwa siswa yang jujur adalah siswa yang &#8220;tidak cerdas&#8221; karena tidak mau memanfaatkan kesempatan. Dalam keluarga kami, kejujuran merupakan nilai yang sangat tinggi. sayangnya di sekolah anak saya menghadapi kenyataan bahwa kejujuran adalah sama dengan ketololan.<br />
Saya sedih mendengar keluh kesahnya. saya hanya dapat mengatakan: &#8220;Nak kamu harus bersabar, karena kamu sekolah di jaman jahiliyah. Seorang yang biasa curang di sekolah (nyontek), dia akan curang ketika berumah-tangga (selingkuh), dan dia akan curang pula ketika bekerja (korupsi). Semoga Allah selalu melindungimu. Amiin&#8221;<br />
(Bogor 16 Desember 2010) </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imambachtiar.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imambachtiar.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imambachtiar.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imambachtiar.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imambachtiar.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imambachtiar.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imambachtiar.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imambachtiar.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imambachtiar.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imambachtiar.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imambachtiar.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imambachtiar.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imambachtiar.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imambachtiar.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imambachtiar.wordpress.com&amp;blog=3405081&amp;post=107&amp;subd=imambachtiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imambachtiar.wordpress.com/2010/12/17/sekolah-di-jaman-jahiliyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5f4c2ee7696f56ec7af5f8823f6a403?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Imam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BELAJAR DI PONDOK PESANTREN GONTOR: PENGALAMAN WALI SANTRIWATI</title>
		<link>http://imambachtiar.wordpress.com/2010/09/17/bagaimana-belajar-di-gontor/</link>
		<comments>http://imambachtiar.wordpress.com/2010/09/17/bagaimana-belajar-di-gontor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2010 06:38:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imambachtiar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Mataram]]></category>
		<category><![CDATA[public service]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[bis]]></category>
		<category><![CDATA[Darussalam]]></category>
		<category><![CDATA[Gontor Putri]]></category>
		<category><![CDATA[Gontor Putri 1]]></category>
		<category><![CDATA[Gontor Putri 2]]></category>
		<category><![CDATA[Gontor Putri 5]]></category>
		<category><![CDATA[GP 5]]></category>
		<category><![CDATA[internasional]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kandangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[malam]]></category>
		<category><![CDATA[mantingan]]></category>
		<category><![CDATA[Pare]]></category>
		<category><![CDATA[pendaftaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[santriwati]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[terminal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imambachtiar.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Imam Bachtiar PENDAHULUAN Ketika salah seorang anak kita memasuki Kelas 6 SD, sudah saatnya orangtua memikirkan sekolah lanjutan untuk anaknya. Tulisan singkat ini dimaksudkan untuk berbagi informasi dengan orangtua yang sedang mencari sekolah terbaik untuk putrinya. Pengalaman kami sekeluarga, kami kesulitan mendapatkan informasi yang agak lengkap di internet ketika memilih Gontor Putri sebagai tempat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imambachtiar.wordpress.com&amp;blog=3405081&amp;post=105&amp;subd=imambachtiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Imam Bachtiar</p>
<p>PENDAHULUAN<br />
Ketika salah seorang anak kita memasuki Kelas 6 SD, sudah saatnya orangtua memikirkan sekolah lanjutan untuk anaknya. Tulisan singkat ini dimaksudkan untuk berbagi informasi dengan orangtua yang sedang mencari sekolah terbaik untuk putrinya. Pengalaman kami sekeluarga, kami kesulitan mendapatkan informasi yang agak lengkap di internet ketika memilih Gontor Putri sebagai tempat sekolah putri kami. Calon santri/wati Pondok Pesantren Gontor tersebar di seluruh Indonesia, dan negeri tetangga. Saya mendapatkan banyak kejutan ketika memutuskan menyekolahkan anak di Pondok Pesantren Gontor Putri. Semoga dengan tulisan ini para pembaca memiliki informasi awal yang cukup tentang Pondok Modern Gontor walaupun sangat singkat dan bersifat tidak formal, sehingga tidak banyak terkejut ketika sampai di kampus Gontor Putri.<span id="more-105"></span><br />
Saya adalah seorang dosen di sebuah perguruan tinggi negeri di Kota Mataram. Istri saya seorang guru Bimbingan dan Konseling (BK) di sebuah SMP negeri di kota yang sama. Sebagai tambahan informasi, saya mempunyai sejumlah pengalaman luar negeri, misalnya saya mendapat gelar akademik dari universitas Australia, ditambah dengan kunjungan ke 10 negara untuk kegiatan akademis internasional atau kegiatan lainnya. Saya tampilkan pengalaman luar negeri ini karena hanya dengan pergi ke luar negeri kita dapat melihat bagaimana kondisi rumah besar kita (Indonesia) dari luar rumah. Kita sangat sulit untuk dapat menyaksikan bahwa rumah kita tidak berdiri tegak atau temboknya berlubang, jika kita hanya melihatnya dari dalam rumah.<br />
Kami berdua dikaruniai dua orang putri, JCUB dan NTB.  Sekarang JCUB sedang belajar di kelas 9 sebuah SMAN di Mataram, sedangkan NTB belajar di Gontor Putri 5. Awalnya JCUB juga belajar di Gontor Putri 1, tetapi karena suatu alasan kesehatan kami memindahkannya ke luar pondok dan belajar di sekolah umum (negeri).<br />
Baik keluarga besar istri maupun saya tidak ada yang mempunyai anak belajar di pondok pesantren. Istri dan saya juga termasuk orang-orang yang dididik sejak kecil di sekolah umum. Keinginan kami menyekolahkan anak ke Gontor, tentu saja mendapatkan sejumlah kekecewaan dari orangtua kami dan saudara kami yang lainnya. Apalagi kedua putri kami mempunyai prestasi akademis yang sangat baik, sehingga dapat diterima di sekolah yang paling favorit di Kota Mataram.<br />
MENGAPA MEMILIH GONTOR?<br />
Kami tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa kami akan memilih pondok pesantren sebagai tempat sekolah anak kami. Kami berdua tidak pernah mengenal pendidikan pondok pesantren. Banyaknya kecurangan yang diajarkan guru kepada siswa dan dibiarkan oleh sekolah dan pemerintah membuat saya sangat kecewa dan sangat sedih. Di negeri yang mayoritas muslim, ketidak-jujuran ditumbuh-kembangkan oleh lembaga pendidikan. Di negara komunispun, misalnya Vietnam, yang diajarkan guru adalah moral yang baik: kejujuran, keadilan, dan keberadaban. Ironisnya hal semacam itu sudah tidak berlaku di dunia pendidikan Indonesia. Bahkan di tahun 2010, saya masih menyaksikan bahwa sisiwa yang tidak jujur dalam ujian nasional (nilai paling bagus secara mengejutkan) mendapat hadiah dari sekolah.<br />
Hal seperti itu terjadi hampir di semua sekolah negeri. Anehnya kecurangan juga diajarkan di sekolah yang membawa nama Islam di Mataram. Anehnya lagi, kecurangan seperti itu tidak terjadi di sekolah yang memakai nama Kristiani di kota kami. Jika di Indonesia generasi muda Kristen lebih jujur daripada generasi muda Islam, saya yakin sudah saatnya saya pindah warga negara.<br />
Ketidak-puasan terhadap sekolah negeri yang hanya mengajarkan materi pelajaran dan kecurangan, tidak mendidik akhlak siswanya, saya dan istri memutuskan untuk mendidik anak kami dengan cara yang berbeda dari mayoritas orangtua Indonesia. Saya terinspirasi pada sejarah bahwa ketika Belanda gencar mengkristenkan bangsa Indonesia, maka pertahanan terakhir umat Islam adalah pondok pesantren. Di jaman pendidikan Indonesia yang paling gelap saat ini, saya yakin pondok pesantren tetap menjadi benteng pertahanan terakhir.<br />
Sayangnya, banyak pondok pesantren yang ‘memodernkan’ dirinya sehingga banyak pula yang mengikuti kurikulum nasional dan terseret ‘arus kecurangan nasional’ setiap tahun. Sedikit pondok pesantren yang tetap tegak berada dalam misi dan posisinya. Di antara sejumlah pondok pesantren yang punya nama besar dan harum, yang paling menonjol adalah Pondok Pesantren Modern Darussalam (PPMD) atau yang lebih banyak dikenal sebagai Pondok Pesantren Gontor.<br />
Jika kita ingin membeli kendaraan yang kualitasnya terjamin, maka kita akan memilih kendaraan yang sudah teruji di negeri ini. Kendaraan yang sudah dikenal tangguh, tidak mudah rusak, tahan lama, kecepatan baik, dan sebagainya. Harga tentu saja merupakan komponen penting juga di dalam membeli kendaraan tersebut. Merek kendaraan seperti Toyota, Honda, Suzuki, dan merek terkenal lainnya dapat menjadi garansi bahwa kita tidak memilih kendaraan yang salah.<br />
Menyekolahkan anak, bagi kami, juga harus memilih yang alumninya sudah teruji. Pondok Pesantren Gontor (PPMD) merupakan lembaga yang telah menghasilkan alumni unggulan, yang telah memberikan sumbangan besar terhadap bangsa ini. PPMD telah melahirkan tokoh-tokoh nasional seperti KH Idham Cholid (alm.), Prof. Nurcholish Madjid (alm.), Dr. Hidayat Nurwachid, KH Maftuh Basyuni, Prof. Din Syamsuddin, KH Hazim Muzadi, serta banyak tokoh nasional lainnya. Adakah lembaga pendidikan tingkat SMP-SMA yang telah melahirkan tokoh nasional sebanyak PPMD? Setahu saya belum ada bandingannya.<br />
Di Indonesia sedang banyak dikembangkan sekolah-sekolah yang diberi label sekolah berstandar internasional. Tetapi jika kita melihatnya lebih dekat, sekolah-sekolah dengan label internasional tersebut hanyalah sekolah yang bertarif mahal (internasional), dan bukan sekolah yang berbahasa Inggris. Bangsa kita memang menyukai kulit daripada isinya. Ibaratnya kita ingin anak kita menjadi artis, maka yang kita lakukan adalah mendandani anak kita dengan pakaian artis, bukan melatih vocal atau acting anak tersebut. Sekolah berstandar internasional yang sedang dirintis pemerintah juga dievaluasi dengan ujian nasional. Lalu, apa bedanya dengan sekolah berstandar nasional atau berstandar lokal?<br />
Jika anda ingin melihat sekolah berstandar internasional, maka PPMD merupakan contoh yang kongkrit. Di sini, setiap bulan, santri kelas 2 ke atas wajib menggunakan bahasa Inggris selama seminggu dan berbahasa Arab selama tiga minggu. Tidak ada satu haripun santri boleh menggunakan bahasa Indonesia di dalam pondok, dan semua santri tidak boleh keluar pondok selain dua liburan semester. Dengan demikian, semua santri ‘terpaksa’ dapat berbahasa internasional. PPMD juga merupakan satu-satunya lembaga pendidikan di Indonesia (setingkat SMP-SMA) yang mampu menarik siswa dari luar negeri, dengan kata lain bertaraf internasional dalam arti yang sebenarnya. Sejumlah santri PPMD datang dari negara tetangga (Malaysia, Thailand, Singapore, Brunai), Pakistan, Mesir, Palestina, dan berbagai negara lainya. Adakah SMP-SMA favorit di seluruh Indonesia yang siswanya datang dari luar negeri?<br />
Itulah tiga alasan kami mendidik kedua putri kami di Pondok Pesantren Gontor Putri. Pertama, kami tidak rela anak kami diajari akhlak yang buruk (curang) di sekolahnya. Kedua, kami meyakini bahwa merek Gontor merupakan jaminan kualitas pendidikan, bukan hanya pengajaran seperti di sekolah negeri. Ketiga, PPMD merupakan kampus dan sekolah bertaraf internasional walaupun tanpa label sekolah internasional.<br />
PENDAFTARAN SANTRIWATI DI GONTOR<br />
Pendaftaran calon santri/wati di Pondok Pesantren Gontor dibuka sepanjang tahun. Pendaftaran calon santri putra dilakukan di Pondok Gontor 2 (Ponorogo), sedangkan calon santri putri disediakan di Pondok Gontor Putri 2 (Mantingan, Ngawi). Saya hanya mempunyai pengalaman dengan anak perempuan saya, sehingga hanya akan bercerita tentang Gontor Putri. Saya memperkirakan proses yang serupa juga dilaksanakan di Gontor Putra. Kampus Gontor Putri 2 dan Gontor 2 (Putra) memang didesain khusus untuk penerimaan calon santri/wati.<br />
Pendaftaran calon santriwati hanya membutuhkan persyaratan akte kelahiran, fotocopy raport, dan beberapa lembar foto. Karena itu, kita dapat mendaftarkan putri kita menjadi calon santriwati Gontor Putri 2 begitu ujian nasional di sekolah dasar (SD) telah selesai, sebelum mendapatkan ijazah. Calon santriwati dapat lulusan SD/MI maupun lulusan SMP/MTs. Para calon santriwati ini wajib mengikuti ujian penempatan (placement test) pada saat pendaftaran. Ujian penempatan tersebut meliputi: membaca al-Quran, shalat, imla (mencongak Arab), berhitung, dan bahasa Indonesia.<br />
Berdasarkan hasil ujian penempatan, calon santriwati akan dikelompokkan berdasarkan kemampuannya dalam kelas yang relatif homogen. Yang telah pandai menulis Arab, misalnya, dikelompokkan dalam kelas tersendiri. Demikian juga yang pandai berhitung mempunyai kelas tersendiri. Yang tidak pandai keduanya juga memiliki kelas tersendiri. Pengelompokkan ini untuk mempermudah para ustadzah dalam mempersiapkan para calon santriwati untuk mengikuti ujian masuk (seleksi). Informasi lebih lengkap dapat dilihat di situs resmi Pondok Pesantren Gontor.<br />
Ketika mendaftar sebagai calon santriwati, kita wajib membekali putri kita dengan sejumlah perlengkapan sekolah, tidur, mandi, dan makan.  Semua perlengkapan calon santriwati tersebut disediakan di toko koperasi Gontor Putri 2. Saya sebelumnya membayangkan bahwa di Pondok Modern seperti Gontor santri tidur di ranjang beringkat dengan spring bed. Ternyata para calon santri tidur di lantai beralaskan kasur tipis (standar Gontor) di sebuah ruangan ukuran 8&#215;8 meter, yang dihuni oleh 25-30 calon santriwati. Semua buku yang dibutuhkan oleh calon santriwati hanya dapat dibeli di dalam Pondok Gontor Putri 2.<br />
Lama calon santriwati belajar di Gontor Putri 2 tergantung kapan dia melakukan pendaftaran.  Begitu calon santriwati didaftarkan, ia tidak boleh lagi keluar dari pondok. Calon santriwati hanya boleh pergi ke Balai Penerimaan Tamu jika ada walisantri atau kerabat yang menjenguknya. Semua calon santriwati akan belajar di dalam pondok hingga selesai pelaksanaan ujian masuk pertama.<br />
Ujian masuk (seleksi) calon santriwati dilakukan dua kali, bulan Sya’ban (sebelum Ramadhan) dan Syawal (habis lebaran). Jadwal ujian masuk dapat dilihat di situs PPMD di atas. Calon santiwati yang tidak lulus pada ujian masuk pertama (Sya’ban) dan mengikuti lagi pada ujian masuk kedua (Syawal). Pada saat ujian masuk tersebut, ada caln santriwati yang baru seminggu di Gontor Putri 2 ada juga yang sudah 10 bulan menjadi calon santriwati di Gontor Putri 2. Semakin lama calon santriwati mendapatkan pelajaran di Gontor Putri 2, biasanya semakin besar peluangnya untuk lulus menjadi santriwati di Gontor Putri.<br />
Setelah pelaksanaan ujian masuk, calon santriwati diberi pengalaman untuk berpuasa Ramadhan di dalam Pondok selama 10 hari. Di hari terakhir diumumkan siapa yang lulus dan yang belum lulus. Bagi calon santriwati yang lulus juga diumumkan penempatannya. Sebagian besar santriwati akan belajar di Gontor Putri 1 di Matingan (Ngawi) yang letaknya di sebelah kampus Gontor Putri 2. Sebagian lagi ditempatkan di Gontor Putri 3 yang kampusnya terletak di Widodaren, Ngawi, sekitar 10-15 km dari kampus Gontor Putri 2. Sebagian lainnya akan ditempatkan di Gontor Putri 5 yang berlokasi di Desa Kemiri, Kandangan, Pare. Kadangkala, sebagian santriwati masih belajar di Gontor Putri 2 menunggu penempatan setelah semester pertama.<br />
BELAJAR DI GONTOR PUTRI<br />
Pendaftaran ulang seluruh santriwati Gontor Putri dilakukan pada bulan Syawal. Ketika mendaftar ulang, ijazah SD/MI baru diperlukan. Hal ini berarti bahwa hasil ujian akhir tidak digunakan di dalam seleksi santriwati. Setiap pendaftaran ulang ini, semua isi koper santriwati akan dibuka dan diperiksa oleh staff keamanan. Ukuran baju harus memnuhi standar Gontor Putri, buku dan foto yang boleh dibawa masuk pondok juga diseleksi.<br />
Yang menarik dari proses pendaftaran adalah bahwa semua pelaksanaan pendaftaran ulang santriwati mapunun pendaftaran calon santriwati dilakukan oleh para santriwati Kelas 5. Tidak ada sekolah lain di Indonesia yang memberikan kepercayaan kepada para siswa Kelas 5 (Kelas 11 SMA) untuk melaksanakan pendaftaran sekolah. Di Gontor, hal ini sudah menjadi tradisi, kebiasaan dan kewajiban para santriwati. Pengalaman seperti ini membuat mereka berbeda dari lulusan sekolah lainnya.<br />
Di dalam pondok, santriwati tinggal di sebuah kamar yang besar bersama 30 santriwati lainnya. Tempat tinggal santriwati disebut dengan istilah rayon. Setiap rayon terdiri atas sejumlah kamar. Di dalam kamar besar tersebut terdapat santriwati yang beragam tingkatan kelasnya. Misalnya, Rayon Bosnia 101 dapat dihuni oleh 8 santriwati Kelas 1, 7 santriwati Kelas 2, 5 santriwati Kelas 3, 5 santriwati Kelas 4, dan 5 santriwati kelas 5. Setiap santriwati mempunyai lemari sendiri yang diletakkan berderet di pinggir kamar.<br />
Setiap rayon mempunyai kamar mandi dan tempat mencuci pakaian masing-masing. Lokasi kamar mandi biasanya terdapat di belakang rayon. Jika tidak ingin mengantri, santriwati harus bangun dan mandi pukul 4:00 pagi hari. Para santriwati membersihkan kamar mandi dan menguras bak mandi setiap hari Jum’at. Kebersihan rayon selalu dinilai setiap bulan untuk diberikan gelar rayon terbersih dan rayon terkotor.<br />
Di dalam pondok terdapat sejumlah tempat makan atau dapur. Setiap santriwati hanya boleh makan di dapur ayng telah ditentukan. Menu makanan umumnya sangat sederhana, sepiring nasi dengan sepotong lauk, dan sayur. Lauk yang disediakan umumnya tahu goreng, tempe goring, lele goreng, atau ayam goreng. Menu ayam goreng biasanya hanya seminggu sekali pada hari Kamis malam.<br />
 Di Pondok Pesantren Gontor, para santriwati belajar di kelas yang relatif homogen, dari kelas B hingga kelas yang terakhir. Urutan abjad kelas menunjukkan tingkatan kemampuan santriwati. Kelas B dan C merupakan kelas yang berisi santriwati dengan kemampuan paling baik, sedangkan kelas dengan abjad paling belakang berisi santriwati yang nilainya paling rendah.<br />
Demikian juga dengan urutan daftar santriwati (daftar absensi) di setiap kelas. Santriwati urutan pertama mempunyai nilai paling baik dii kelas tersebut, sebaliknya yang paling akhir memiliki nilai yang paling rendah. Nomor urut daftar santriwati berubah setiap semester. Kelas santriwati berubah setiap tahun. Santriwati di Kelas 2F, misalnya, dapat naik ke Kelas 3C jika nilainya sangat baik atau naik ke Kelas 3H jika nilainya kurang baik. Santriwati yang nilainya sangat baik mendapat kesempatan untuk lompat kelas, bisanya sanriwati di daftar urutan atas dari kelas B. Dengan pola penempatan kelas yang berjenjang ini, santriwati dapat terpacu untuk terus belajar dan berprestasi.<br />
Sebaliknya siswa yang kehilangan motivasi belajar akan mendapat ‘hukuman’ yaitu mendapat kelas dengan abjad di bawahnya, atau ke nomor urut daftar santriwati di bawahnya. Tidaklah mengherankan di Gontor Putri jika ada satu kelas yang 100% tidak naik, karena kelas terbawah dihuni oleh santriwati yang umumnya kurang semangat belajar. Jika ada santriwati yang dua tahun berturut-turut tidak naik kelas, maka ia akan diberi surat pindah sekolah, atau dikeluarkan dari pondok.<br />
Pengalaman saya dengan anak pertama, JCUB, ia masuk di Kelas F1 ketika masih sebagai calon santriwati di Gontor Putri 2. Setelah ujian masuk, ia mendapat Kelas 1C di Gontor Putri 1. Pada tahun pertama, JCUB mendapatkan nilai sangat baik (rata-rata &gt;8.30) sehingga ia naik ke Kelas 2B dengan nomor urut 5. Setelah dua minggu belajar di Kelas 2B, ia mendapat tawaran untuk lompat kelas. Dengan ragu-ragu iapun menerima tawaran tersebut sehingga ia kemudian belajar di Kelas 3D, ketika teman seangkatannya masih belajar di Kelas 2.<br />
Dalam urusan nilai atau hasil belajar, Pondok Pesantren Gontor tidak pernah kompromi atau melakukan manipulasi. Nilai yang diberikan oleh para ustadzah dari hasil ujian adalah nilai yang tertulis pada buku raport. Nilai ulangan harian tidak menentukan nilai raport. Dengan cara ini santriwati boleh mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sebanyak yang mereka inginkan asalkan dapat memperoleh nilai baik pada hasil ujian semesternya. Di dalam raport terdapat lebih dari 30 buah nilai yang diberikan sebagai prestasi belajar santriwati.<br />
Jangan dibayangkan ujian di Gontor sama dengan ujian di sekolah lainnya. Beberapa mata ujian dilakukan secara unik. Seorang santriwati harus sendirian menghadapi 3-5 orang ustadzah dalam ujian hafalan. Ini hanya mirip dengan ujian skripsi sarjana, sama sekali tidak mirip dengan ujian SMP atau SMA. Dengan pengalaman ini santriwati Gontor Putri menjadi remaja yang berbeda dari siswa sekolah lainnya.<br />
Kegiatan ekstrakurikuler di Pondok Pesantren Gontor sangat banyak. Kegiatan Pramuka merupakan kegiatan unggulan. Pramuka santriwati Gontor Putri dan Gontor Putra selalu menjuarai kegiatan Jambore Pramuka Internasional. Di dalam setiap jamboree internasional, Indonesia diwakili oleh dua kontingen, yaitu Kontingen Republik Indonesia dan  Kontingen Gontor. Karena para pramuka dari Gontor sudah sangat fasih berbahasa Inggris dan Arab, dan mereka sangat sering berpidato di pondok, dan mereka juga sangat terbiasa bertemu dengan bermacam-macam tipe remaja, maka tidak mengherankan bahwa pramuka dari Gontor selalu menjadi yang terbaik.<br />
Pelajaran unik lain yang diberikan oleh Pondok Pesantren Gontor Putri adalah berpidato. Setiap santriwati wajib berpidato di hadapan teman-temannya sejak Kelas 1, dalam bahasa Arab atau Inggris. Santriwati menyusun sendiri naskah pidatonya, kemudian dikonsultasikan dengan ustadzah pembinanya, sebelum dibacakan dalam pidatonya. Kedua anak saya tiak tahu berapa sering dia harus berpidato. Hal ini saya anggap menunjukkan bahwa ia sudah berpidato berkali-kali, mungkin sebulan sekali.<br />
KESULITAN BELAJAR DI GONTOR<br />
Kedua anak saya adalah alumni sekolah dasar (SD) negeri, yang pelajaran agamanya sedikit. Mereka juga hanya mendapat tambahan belajar membaca al-Qur’an di masjid. Dengan bekal ilmu agama yang minim tersebut keduanya dapat menduduki Kelas B. Dari pengalaman ini saya menyimpulkan bahwa jangan berkecil hati memasukkan anak lulusan SD ke pondok pesantren. Selama anak mempunyai motivasi belajar, mereka tidak kalah dari anak-anak lulusan madrasah ibtidaiyah. Karena itu, saya tidak memasukkan pelajaran di pondok sebagai salah satu kesulitan belajar di Gontor.<br />
Kesulitan pertama yang dialami oleh anak saya adalah kurang tidur. Dengan beban pelajaran yang banyak, anak saya hanya tidur kurang dari 5 jam sehari. Hal ini membuat berat badan anak saya selalu turun ketika masuk ke dalam pondok. Saya melihat banyak juga santriwati yang berat badannya bertambah ketika di dalam pondok. Kesulitan anak saya dapat dianggap sebagai kasus dari anak yang lebih suka belajar daripada membeli jajan.<br />
Kesulitan kedua adalah seringnya barang pribadi hilang. Setiap santriwati sudah mempunyai perlengkapan mandi sendiri. Tetapi justru perlengapan mandi ini yang sering hilang pada anak saya. Kerudung juga sering hilang ketika dijemur. Di antara barang yang paling sering hilang adalah sandal. Setiap santriwati sudah mempunyai tas untuk menyimpan sandal, tetapi seringkali mereka tidak menggunakannya dan kehilangan sandalnya.<br />
Kesulitan ketiga adalah masa belajar 6 tahun ditambah pengabdian 1 tahun. Anak kita akan kelebihan masa belajar 1 tahun dibandingkan dengan belajar di sekolah lain. Tetapi kelebihan masa belajar bukan berarti anak kita kehilangan waktu. Kelebihan masa belajar berarti kelebihan ilmu dan pengalaman yang diperoleh oleh anak kita.<br />
Kesulitan keempat adalah jika santriwati lompat kelas, maka ia harus menghadapi tidak hanya masalah akademik tetapi juga masalah sosial psikhologis. Anak saya, JCUB, yang lompat ke Kelas 3 tidak pernah mengikuti pelajaran di Kelas 2. Untuk belajar mandiri pelajaran Kelas 2, ia tidak mempunyai waktu karena beban pelajaran di Kelas 3 sudah banyak. Di dalam Kelas 3, ia juga merasa tidak mempunyai teman karena santriwati lebih dekat dengan teman seangkatannya. Di Kelas 3, JCUB dianggap sebagai adik kelas oleh teman sekelasnya, sehingga ia merasa sendirian.<br />
KEUNGGULAN PONDOK PESANTREN GONTOR<br />
Santriwati terlatih untuk hidup bersama teman-teman yang baru dikenalnya. Setiap semester mereka berganti teman di kamar, yang berarti juga berganti teman makan dan tidur. Latihan ini merupakan bekal bagi santriwati untuk hidup di lingkungan yang sulit diprediksi di masyarakat.<br />
Santriwati terlatih untuk berakhlak baik. Di dalam Pondok Pesantren Gontor, kejujuran dan keadilan dihargai dan diteladankan. Tidak ada perbedaan perlakuan antara anak ustadz, anak menteri, anak pejabat tinggi, anak saudagar kaya, dengan anak petani atau buruh yang miskin. Semua diperlakukan persis sama oleh para ustadzah. Jika ada ustadzah yang sulit memperlakukan seorang anak secara berbeda, maka anak tersebut akan dipindahkan ke kampus Gontor yang lain.<br />
Santriwati terlatih untuk berdisiplin. Setiap perilaku yang buruk di dalam pondok mendapat hukuman. Hukuman tersebut ddapat berupa kewajiban menghafal hadist atau surat al-Quran atau suatu pelajaran tertentu, dijemur, atau diberi jilbab warna tertentu (yang memalukan penggunanya). Disamping menjalani hukuman tersebut, pelanggar aturan juga diwajibkan memberikan nama dua pelanggar lainnya. Dengan demikian terjadi pengawasan terhadap setiap santiwati baik oleh seniornya (Kelas 5) maupun oleh santriwati yang sedang menjalani hukuman.<br />
Santriwati terlatih untuk berbahasa Inggris dan Arab. Santriwati hanya boleh berbahasa Indonesia atau bahasa local ketika berbicara di telpon (wartel). Dengan bekal bahasa asing yang kuat, lebih 75% beasiswa yang disediakan oleh Universitas al-Azhar, Kairo, diberikan kepada alumni Pondok Pesantren Gontor.<br />
Santriwati terlatih untuk mandiri, hidup sederhana, dan melakukan pekerjaan rumah. Hidup di Gontor Putri adalah hidup yang sederhana. Tidur di alas yang sederhana, makan makanan sederhana, mencuci pakaian sendiri, menyetrika pakaian dengan setrika arang. Tidak ada televisi, hand-phone, atau tape recorder di dalam pondok, kecuali yang bersisikan materi pendidikan. Semua santriwati melakukan tugas membersihkan kamar, kamar mandi, dan halaman pondok.<br />
Santriwati terlatih untuk berbicara di depan umum. Kewajiban berpidato merupakan latihan yang rutin. Di pondok juga sering hadir para tamu dari luar negeri (Duta Besar, Rektor atau Menteri Pendidikan negara-negara Islam) yang memberikan ceramah umum kepada para santriwati. Di dalam pondok juga sering diadakan seminar dan latihan menulis.<br />
Santriwati terlatih untuk berorganisasi. Di dalam pondok terdapat banyak sekali organisasi santriwati, misalnya Pramuka, klub olahraga, klub kesenian, klub bela diri, dan sebagainya. Santriwati juga secara bergilir menjadi ketua kelas, pengajian atau ronda malam. Santriwati Kelas 5 mempunyai tanggungjawab untuk mendisiplinkan santriwati adik kelasnya dan melaksanakan pendaftaran.<br />
Santriwati terlatih untuk mengajarkan ilmu yang dimilikinya. Kurikulum Gontor memang untuk mempersiapkan santriwati sebagai guru muslimah, baik formal maupun non-formal. Semua santriwati harus mengajar setelah lulus (selesai Kelas 6) sebagai pengabdian masyarakat, selama setahun.<br />
Biaya pendidikan relatif murah dengan banyaknya ilmu dan pengalaman yang disediakan oleh pondok. Setiap bulan biaya makan, kamar, dan pendidikan sekitar Rp. 350 ribu; belum termasuk pembelian buku, asuransi kesehatan, dan administrasi. Dengan belajar di pondok, kita tidak memikirkan lagi antar-jemput anak ke sekolah dan les (kursus), dan tidak ada biaya les tambahan. Setiap tahun kita membayar uang sumbangan gedung baru pondok, yang saya anggap sebagai amal jariah. Belajar di pondok juga mengurangi resiko anak kita mendapat kecelakaan sepeda motor di jalan.<br />
KENDARAAN UMUM MENUJU GONTOR<br />
Kampus Gontor 2 (Putra) terdapat di Kota Ponorogo. Di terminal Bungurasih, Surabaya, banyak bis jurusan Ponorogo-Surabaya. Anda dapat memilih bis ekonomi, bis ekonomi ber-AC, atau bis PATAS JATIM. Bis PATAS mempunyai fasilitas AC dan kadangkala menyediakan makan, sehingga tarifnya lebih mahal (2x tarif ekonomi). Di terminal bis Lebakbulus, Jakarta, juga banyak tersedia bis malam (Bisnis, Excecutive) jurusan Jakarta-Ponorogo. Anda tinggal mencari tiket bis tersebut dan turun di terimal bis Ponorogo. Setelah sampai di terminal bis Ponorogo anda dapat dengan mudah mendapatkan mobil angkutan yang membawa anda ke Pondok Gontor 2.<br />
Kampus Gontor Putri 2 terdapat di Desa Sambirejo, Mantingan, Ngawi. Kampus tersebut dilewati oleh semua bis jurusan Solo-Surabaya, Yogyakarta-Solo-Surabaya. Banyak pilihan bis yang melewati rute ini, baik yang ekonomi biasa, ekonomi AC, maupun bis PATAS. Dari terminal bis Bungurasih (Purabaya), Surabaya, anda tinggal memilih bis yang anda sukai dan turun di depan kampus Gontor Putri 2. Dari terminal bis Lebakbulus, bis malam jurusan Jakarta-Madiun, atau Jakarta-Ponorogo juga melewati kampus Gontor Putri 2. Semua kondektur bis sudah tahu dimana anda mau turun jika anda menyebutkan Pondok Gontor Putri 2. Di jalan dekat pondok juga terdapat tanda “Gontor Putri 2” dengan ukuran sangat besar berwarna hijau.<br />
Di sekitar pondok banyak tempat bermalam. Sebagian rumah di depan pondok menyediakan kamar untuk disewakan, dengan harga yang murah. Anda dapat mencari informasi tentang kamar yang disewakan pada warung makan di depan pondok. Anda juga dapat menginap di Balai Penerimaan Tamu (Bapenta) di setiap pondok secara gratis. Hanya saja kadang kita tidak mendapatkan kasur jika tamu sedang ramai. Di sebelah Pondok Gontor Putri 2, yaitu di kompleks Pondok Gontor Putri 1, tersedia Wisma La Tansa yang menyediakan kamar penginapan dan sarapannya. Tarif kamar di sini juga relatif murah, tergantung fasilitas kamar. Pada tahun 2009, kamar yang paling murah mempunyai tarif Rp 40 ribu/malam.</p>
<p>Bogor, 17 September 2010</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imambachtiar.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imambachtiar.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imambachtiar.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imambachtiar.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imambachtiar.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imambachtiar.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imambachtiar.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imambachtiar.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imambachtiar.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imambachtiar.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imambachtiar.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imambachtiar.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imambachtiar.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imambachtiar.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imambachtiar.wordpress.com&amp;blog=3405081&amp;post=105&amp;subd=imambachtiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imambachtiar.wordpress.com/2010/09/17/bagaimana-belajar-di-gontor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>210</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5f4c2ee7696f56ec7af5f8823f6a403?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Imam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGUNJUNGI PULAU-PULAU KECIL DI FLORIDA (FLORIDA KEYS)</title>
		<link>http://imambachtiar.wordpress.com/2010/03/13/mengunjungi-pulau-pulau-kecil-di-florida-florida-keys/</link>
		<comments>http://imambachtiar.wordpress.com/2010/03/13/mengunjungi-pulau-pulau-kecil-di-florida-florida-keys/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 07:36:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imambachtiar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coral Reefs]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[karang]]></category>
		<category><![CDATA[Lombok]]></category>
		<category><![CDATA[nusa tenggara barat]]></category>
		<category><![CDATA[terumbu]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Atlantik]]></category>
		<category><![CDATA[Bachtiar]]></category>
		<category><![CDATA[bis]]></category>
		<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[dive center]]></category>
		<category><![CDATA[erosi]]></category>
		<category><![CDATA[extreme winter]]></category>
		<category><![CDATA[Florida]]></category>
		<category><![CDATA[Florida Keys]]></category>
		<category><![CDATA[gadis]]></category>
		<category><![CDATA[Gili]]></category>
		<category><![CDATA[Gili Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Gili Gede]]></category>
		<category><![CDATA[Greyhound]]></category>
		<category><![CDATA[Hemingway]]></category>
		<category><![CDATA[ikan mati]]></category>
		<category><![CDATA[karang biru]]></category>
		<category><![CDATA[Key Largo]]></category>
		<category><![CDATA[Key West]]></category>
		<category><![CDATA[laut]]></category>
		<category><![CDATA[Lombok Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Looe Key]]></category>
		<category><![CDATA[NOAA]]></category>
		<category><![CDATA[pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau kecil]]></category>
		<category><![CDATA[pulau mikro]]></category>
		<category><![CDATA[Ramrod Key]]></category>
		<category><![CDATA[selam]]></category>
		<category><![CDATA[St Petersburg]]></category>
		<category><![CDATA[terumbu karang]]></category>
		<category><![CDATA[TNC]]></category>
		<category><![CDATA[USA]]></category>
		<category><![CDATA[USF]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imambachtiar.wordpress.com/2010/03/13/mengunjungi-pulau-pulau-kecil-di-florida-florida-keys/</guid>
		<description><![CDATA[Florida memiliki sekitar 800 pulau-pulau kecil atau mikro. Dalam bahasa Inggris, pulau mikro disebut dengan istilah “key”, yang di dalam bahasa Sasak disebut dengan “gili”. Dari gili-gili Florida tersebut hanya 20 yang berpenghuni. Semua Florida Keys yang berpenghuni dihubungkan dengan jembatan dan jalan. Florida Keys yang terletak di sebelah selatan negara Paman Sam ini secara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imambachtiar.wordpress.com&amp;blog=3405081&amp;post=103&amp;subd=imambachtiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Florida memiliki sekitar 800 pulau-pulau kecil atau mikro. Dalam bahasa Inggris, pulau mikro disebut dengan istilah “key”, yang di dalam bahasa Sasak disebut dengan  “gili”. Dari gili-gili Florida tersebut hanya 20 yang berpenghuni. Semua Florida Keys yang berpenghuni dihubungkan dengan jembatan dan jalan. Florida Keys yang terletak di sebelah selatan negara Paman Sam ini secara geologis terbentuk berbaris ke arah selatan kemudian belok kearah barat. Adanya jalan penghubung, yaitu Overseas Highway,  membuat  gili-gili tersebut seperti teruntai indah dengan sebuah jalan besar. Sebelum datang ke sini saya sudah meng-google gili-gili tersebut dan memimpikan untuk mengunjunginya.<span id="more-103"></span><br />
Florida Keys merupakan daya tarik yang sangat besar dari kunjungan saya ke Florida. Setahun yang llalu, ketika mengikuti simposium terumbu karang di Fort Lauderdale, saya sudah sangat tertarik untuk pergi mengunjungi Florida Keys. Keinginan tersebut harus saya batalkan saat itu karena alasan financial. Saya hanya sanggup naik bis kota hingga sampai ke Miami Beach saja. Kunjungan saya ke Florida kali ini dengan waktu yang lebih panjang (dua bulan lebih) dan dukungan financial yang ada, insya Allah, akan mempermudah saya ke gili-gili di Florida tersebut.<br />
Daya tarik Florida Keys bukan hanya pada jalan lebar dan jembatan panjang menghubungkannya, melainkan juga karena ekosistem pesisir yang dimilikinya, terutama terumbu karang, dan juga wisata alam lainnya. Hampir semua perusahaan selam raksasa memiliki outlet besar di kawasan ini. Kedekatan gili-gili tersebut ke kawasan Karibia juga menimbulkan penasaran, bagaimanakah pengaruh orang-orang ‘reggae’ terhadap budaya yang ada di gili-gili tersebut. Di Indonesia, sebagian besar gili dipengaruhi budaya Madura atau Bugis dan Mandar, karena mereka umumnya merupakan penghuni utama, atau mereka yang paling sering mengunjungi gili tersebut.</p>
<p>KEY LARGO (GILI GEDE)<br />
Seminggu sebelumnya saya sudah pergi naik sepeda ke kantor Greyhound Bus Line di St Petersburg, karena sudah tiga kali mencoba membeli tiket online tetapi gagal entah kenapa. Saya beli tiket St Petersburg-Key Largo USD175, pulang pergi.  Perjalanan ke sana diperkirakan sekitar 12 jam, dengan transit ganti bis di Miami.<br />
Hari Minggu yang dingin, 10 Januari 2010, saya sudah bersiap untuk berangkat. Dari siaran TV tadi malam suhu sekitar 32dF (atau 0dC). Pagi ini, pukul 07:15 jelas suhu masih sangat dingin. Saya menelpon taksi dan menunggunya di luar. Perkiraan saya taksi akan datang 5-10 menit kemudian. Hingga pukul 07:45, taksi belum juga datang. Saya yang kedinginan di luar menjadi semakin gusar. Pukul 07:30 saya telpon ulang perusahaan taksi, tetapi 07:45 belum ada taksi yang datang juga. Pukul 07:50 saya telpon Patricia dengan niat minta tolong mengantar saya ke kantor bis Greyhound. Dua kali didial, telpon Patricia hanya menjawab dengan voice mail.<br />
Saya sudah mengangkat telpon untuk menghubungi taksi yang dipesan ketika sebuah taksi muncul dari arah 4th Street South. Di pagi yang sangat dingin ini semua orang kayaknya malas membuka selimut, apalagi pergi ke luar rumah, termasuk sopir taksi yang baru datang tetlambat. Ia berpakaian seadanya sehingga tampak jelas ia baru bangun tidur. Ketika saya tanyakan apakah ia kerja dari tadi malam, ia menjawab bahwa ia menang baru bangun tidur dan saya adalah penumpang pertamanya.<br />
Bis pertama yang pergi dari terminal pribadinya Greyhound Bus Line menuju ke arah utara, seperti Orlando dan terus ke negara bagian Georgia atau Texas. Bis yang kedua baru menuju Miami, bis yang akan membawa saya ke pantai timur Florida. Bis berangkat on-time, 08:40, melewati kota-kota kecil di selatan St Petersburg, misalnya Bradenton, Sarasota, Fort Meyers, dan Naples; kemudian bergerak ke arah timur menuju Fort Lauderdale dan Miami. Dalam perjalanan ke arah selatan, kamii melewati banyak jembatan-jembatan yang sangat panjang, terutama untuk ukran Indonesia. Tampa Bay, misalnya, ada sebuah jembatan yang menghubungkan daratan di kedua sisi mulut teluk, yang menghubungkan Pinnelas County dengan Sarasota County. Perjalanan ke arah timur melewati savanna dan mrash land. Di Florida memang tidak ada gunung sehingga jika kita di tengah savanna atau marsh land seperti di tengah meja yang sangat luas. Kemanapun arah mata memandang kita tidak melihat satupun bangunan ataupun gunung. Di Australia, kawasan seperti ini biasanya disebut Table Land, dimana semua penjuru mata angin tampak datar saja.<br />
Ketika melewati kawasan hutan savanna yang diselingi sub-tropis atau marsh land tampak banyaknya burung yang hidup di sini. Saya dapat menghitung setiap menit selalu tampak ada burung elang sedang terbang mencari mangsa. Jika perjalanan bis melewati kawasan tersebut empat jam, maka jumlah elang dapat dikalikan 4&#215;60 ekor. Jumlah elang sebanyak itu harus didukung oleh hewan-hewan atau burung-burung lain yang menjadi mangsanya. Burung lain yang tampak dari bis adalah kelompok belibis dan bangau, serta gagak.<br />
Memasuki kota Fort Lauderdale mengingatkan saya pada perjalanan ke sini tahun lalu. Saya berkelana dengan bis kota antara Fort Lauderdale hingga Miami, selama tiga hari, setelah symposium berakhir. Kami berhenti sekitar 15 menit di kota ini kemudian menuju ke Miami. Perhentain bis di Miami ada dua, transit yang menuju Key Largo ada di terminal Greyhound yang dekat dengan bandara Miami.<br />
Di sini kami harus berganti bis dengan bis lokal yang menuju ke Key West (Gili Barat dalam bahasa Sasak). Di USA tidak ada terminal bis umum. Yang ada terminal bis swasta milik perusahaan, seperti yang dimiliki oleh Greyhound Bus Line. Bis yang menuju ke Key West akan berangkat pukul 17:15. Sambil menunggu bis saya pergi ke luar mencari makanan. Di belakang ruang tunggu ada penjual hot-dog kaki lima (membawa gerobak yang ditarik mobil). Ini sebagai antisipasi agar tidak kelaparan di perjalanan.<br />
Sepanjang perjalanan ke Key largo saya selalu perhatikan jalanan. Terdapat penasaran yang besar bagaimana USA membangun high-way yang menjangkau sebagian besar gili di Florida. Sayangnya perjalanan sudah malam hari sehingga pemandangan di luar jendela tidak begitu jelas. Ditambah lagi sepanjang jalan tidak ada lampu penerangan jalan membuat malam itu benar-benar gelap. Sinar yang tampak di pinggir jalan adalah dari papan nama hotel, restoran, dive center, atau perusahaan jasa lainnya.<br />
Hotel yang saya pesan sudah dilewati oleh bis, tetapi bis memang sudah dibilang tidak berhenti di Amoray Dive Resort, melainkan di sebelah Burger King. Karena bis terus berjalan sekitar tiga menit dari Amoray saya khawatir bagaimana caranya pergi kembali sana lagi. Perjalanan tiga menit dengan bis di high-way bukan jarak yang dekat.<br />
Setelah turun di Burger King, sangat terasa dinginnya malam. Tidak ada orang berjalan di sini, semua di dalam mobil atau bangunan, sehingga saya tidak dapat tempat bertanya. Yang saya tahu, saya harus menyeberang jalan karena akan kembali ke arah yang berlawanan. Setelah sekitar lima menit menunggu tidak menemukan taksi atau bis, saya pergi ke kompleks pertokoan dan masuk ke toko peralatan selam yang sangat besar, Diver Direct. Di dalam toko baru badan tidak menggigil. Sambil melihat-lihat peralatan selam saya berpikir keras bagaimana dapat kembali ke hotel Amoray. Saya telpon Mara, staff di Amoray, untuk mencarikan saya taksi agar menjemput saya di Diver Direct. Lima menit kemudian taksi yang ditunggu datang. Saya membayar USD20 utuk jarak lima mil.<br />
Ketika check-in di hotel saya menjumpai masalah. Kartu kredit saya tidak dapat digunakan, ‘declined’. Mungkin saja kartu tersebut sudah kelebihan pengeluaran. Tidak ada cara lain selain cara Amerika di Amoray. Saya harus bayar ‘cash’ sebelum mendapat kunci, tanpa dapat ditunda besok pagi, walaupun saya sudah menawarkan mereka untuk menahan passport saya. Padahal uang cash saya tidak cukup untuk membayar uang muka. Dengan kedinginan dalam kegelapan saya keluar lagi berjalan sekitar satu kilometer untuk mencari ATM. Di tempat yang sama sekali baru ini, perjalanan ke ATM malam itu bukanlah perjalanan yang menyenangkan. Penarikan uang tunai dari kartu ATM BNI saya juga dibatasi USD300 per hari, sehingga uang itu hanya cukup bayar kamar selama dua hari. Rencana selam besok tidak dapat dibooking karena tidak ada uang muka USD200.  Ini malam yang jelek bagi saya, walaupun akhirnya saya mendapat kamar yang baik dan hangat.<br />
Malam ini saya pesan pizza sebagai hiburan setelah berjalan dalam kedinginan dan kejengkelan. Sebuah pizza vegetarian ukuran ‘Large’ seharga USD20, minuman USD1, dan dengan tips USD2. Ketika pizza datang, ternyata ukurannya memang benar-benar besar. Dengan menggunakan jari saya ukur diameternya sekitar 42 cm, yang dipotong menjadi 8 keping (slice). Makan malam dengan 3 keping sudah membuat saya kekenyangan. Akhirnya pizza tersebut dapat dimakan waktu sarapan (3 keping), dan makan siang (2 keping). Sebuah harga pizza yang menarik, dan rasa yang enak.<br />
Hari ini saya bersyukur tidak jadi selam, karena memang suhu udara sangat dingin. Di depan kamar saya merupakan tempat parker kapal untuk penyelaman. Di bawah kapal banyak saya jumpai ikan-ikan mati atau pingsan karena tidak bau, dan ada pula yang sedang sekarat di air. Menurut berita di email memang banyak ikan mati karena suhu air yang terlalu dingin (&lt;13dC). Jika ikan penghuni laut saja mati kedinginan, maka saya tidak mau masuk ke dunia ikan (selam). Walaupun saya sudah mengambil uang lagi di ATM, saya batalkan keinginan selam bersama Amoray Dive.<br />
Makan malam kali ini, 11 Januari 2010, saya tidak mau lagi makan pizza. Sekitar pukul 16:00 saya pergi ke luar untuk mengambil gambar tentang Key Largo yang bagus. Saya ingin makan ‘fish and chips’ yang ada di dekat ATM. Sejak semalam saya sudah melihatnya. Saya ingat pesan Alam untuk berupaya makan yang jelas halal, salah satunya ya ‘fish and chips’. Saya duduk sendirian di bangku luar sambil mengamati burung-burung liar yang makan di rerumputan. Rasanya enak dengan banyak pilihan jeruk dan tomato ketchup. Sayangnya, harganya sangat mahal, yaitu USD24 dengan tip USD3. Ini harga makan malam termahal yang pernah saya bayar.<br />
Sebagai pengganti kegiatan selam yang batal, saya mencari Amy atau Justin, pemilik Amoray untuk diskusi tentang kondisi terumbu karang di Florida. Tetapi hingga dua hari di sini keduanya tidak dapat saya temui. Kata si Mara, sepasang suami-istri tersebut disibukkan anaknya yang sakit. Sebenarnya saya juga perlu ketemu dengan John Hallas, salah seorang staff NOOA di Key Largo. Mahalnya harga taksi membuat saya juga membatalkan rencana tersebut.     </p>
<p>RAMROD KEY (GILI RAMROD)<br />
Setelah dua hari tidak ada hasil di Key Largo, saya putuskan untuk pergi ke arah selatan sesuai dengan rencana perjalanan. Saya punya jadwal presentasi webinar tanggal 14 januari 2010, sehingga saya ingin ke Ramrod Key yang lebih dekat dengan tempat presentasi. Saya punya waktu satu setengah hari untuk menyelam sebelum presentasi. Karena itu, saya sudah memesan kamar di Looekey Reef Resort yang terletak di Ramrod Key. Hotel ini merupakan satu-satunya yang punya trip selam ke Looe Key, sebuah terumbu karang dibagian tengah Florida Keys.<br />
Perjalanan ke Ramrod Key ternyata lebih sulit lagi. Saya naik taksi dari Amoray Dive Resort ke Burger King, tempat saya diturunkan oleh bis Greyhound dua hari sebelumnya. Sambil memesan menu di Burger King saya bertanya tentang jadwal bis Greyhound kepada pegawai Burger King. Ternyata jawaban mereka mengejutkan saya. Mereka bilang Greyhound tidak pernah berhenti di depan waralaba ini. Dia menyarankan saya untuk bertanya kepada waralaba makanan Cuba di sebelah Starbuck. Sambil makan siang, saya buka computer untuk melihat jadwal bis di Key Largo. Setelah dibaca lebih teliti ternyata jadwal tersebut adalah jadwal bis pengungsian ketika terjadi badai di Key West, bukan jadwal bis kota seperti yang saya duga sebelumnya.<br />
Orang di yang bekerja di warung makanan Cuba juga menambah parah saja. Mereka sama sekali tidak tahu jadwal bis, apapun nama bisnya. Mereka bilang bahwa tidak ada bis umum berhenti di sekitar sini. Sayapun duduk di bangku luar mereka sambil mencari jalan keluar. Saya foto sepasang burung yang makan makanan sisa di dekat bangku yang lainnya. Pilihan saya jika tidak ada bis adalah naik taksi, atau sewa mobil dan menyetir sendiri. Naik taksi jelas sangat mahal, karena jaraknya sekitar 50 mil dari Key Largo. Pilihan kedua memang murah, USD30 per hari, tetapi saya takut akan jadi masalah karena ketika bersepeda saya kadang lupa mengambil di sebelah kiri jalan, padahal seharusnya di pinggir kanan jalan.<br />
Sekitar pukul 13:00, saya kemudian telpon kantor bis Greyhound yang nomornya ada di tiket. Alhamdulillah, ada bis Greyhound ke arah Key West  15 menit lagi. Tempat menunggunya di mile 99, katanya. Saya baru tahu jika disini orang mengukur pakai patokan mil keberapa, seperti di Balikpapan patokannya kilometer berapa. Saya yakin pasti di dekat Burger King, makanya saya kembali ke depan Burger King. Tiga puluh menit tidak ada bis lewat. Saya piker saya pasti salah dengar dari telpon tadi. Seorang pegawai Burger King yang tadi ketemu saya member tahu bahwa bukan di sini tempat menunggu bis Greyhound, melainkan di “stap bad’ sambil menunjuk ke arah kiri. “Starbuck? The green one?, tanya saya mencoba menerka. “Yes the green one”. “OK thanks very much”. Sayapun bergerak lagi menyeret koper ke depan Starbuck Coffee yang berwarna hijau. Sepasang tamu Starbuck memperhatikan terus keanehan saya, berdiri sendirian membawa koper di pinggir jalan. Lima belas menit lewat belum ada bis lewat. Sudah waktunya saya mencari penyewaan mobil, semoga SIM Indonesia saya dapat berlaku di sini.<br />
Sekitar dua menit kemudian saya melihat sebuah bis berhenti, jaraknya sekitar 200 meter dari Starbuck Coffee. Saya mengenalinya sebagai bis Greyhound sehingga sayapun lari menyeret koper di tangan kiri sedangkan tangan kanan melambai-lambai minta ditunggu. Jika bis sudah berangkat dari haltenya, maka sopir diharamkan berhenti mengambil penumpang di luar halte, tetapi boleh menurunkan penumpang. Syukurnya orang yang akan naik bis adalah sepasang turis yang usianya sudah 70-an tahun sehingga jalannya lambat, sayapun tertolong oleh kelambanan mereka. Setelah di dalam bis, saya baru menyadari bahwa di dekat pemberhentian bis itu ada tanda MILE 99 di papan warna hijau. Orang berkulit hitam yang ada di Burger King tadi mungkin mau bilang “stop board”, karena di sini memang tidak ada bangunan halte bis.<br />
Sekitar satu jam saya naik bis ke Ramrod Key. Bis berhenti empat kali selama perjalanan, di Islamorada Key untuk member kesempatan makan siang, di airport Marathon Key, di Big Pine Key, dan di sebuah hotel di Travern. Tiket saya dibuatkan di kantor Greyhound di Big Pine Key.  Saya diturunkan persis di depan Looekey Reef Resort. Resort ini namanya persis sama dengan lokasi wisata selam yang terkenal Looe Key reef. Resort ini memang pintu terdekat untuk mencapai Looe Key.<br />
Ketika check-in, kartu kredit saya tidak dapat digunakan lagi sehingga saya bayar kontan. Saya mendapat kamar nomor 25 yang persis di belakang toko selam mereka. Kamarnya lebih kecil dan tidak punya penghangat kamar. Acara pertama saya adalah shalat Dzuhur dan Ashar dijamak-qasar. Setelah itu melihat-lihat lingkungan di sekitar resort yang sebagian besar masih berupa mangrove. Ada sebuah sungai yang berada sekitar 50 meter di belakang resort.<br />
Tujuan saya ke Looekey Resort adalah melakukan penyelaman di Looe Key, untuk melihat kondisi terumbu karang di pertengahan Florida Keys. Jarak dari sini ke Key Largo sekitar 45-50 mile dan jarak yang hampir sama pula ke Key West. Dua malam saya tinggal di Lookey Resort, tetapi selama itu tidak ada dive trip ke Looe Key. Suhu udara yang dingin membuat tidak ada penyelam yang mau masuk ke air. Tidak adanya penyelam yang daftar ke Looe Key tidak ada pula dive trip ke sana. Selama menunggu dive trip tersebut, saya gunakan waktu untuk mempersiapkan presentasi dengan banyak tambahan olahan data.<br />
Looekey Resort termasuk terpencil. Ramrod Key merupakan pulau yang sangat kecil, hanya ada dua penginapan dan restoran di sini. Bagi saya tidak ada pilihan tempat makan lain selain di restoran milik resort ini. Restoran tersebut berupa bar (tiki bar). Bar dalam budaya barat merupakan tempat untuk ngobrol dengan tetangga, untuk bersosialisasi. Bagi saya bar ini cocok sekali, karena hampir semua pengunjungnya memang orang-orang di atas 40 tahun.  Sayangnya obrolannya saya sering tidak nyambung. Mereka umumnya adalah pekerja kasar di pelabuhan atau di kapal, sehingga topic pembicaraannya adalah kapal, pelayaran, dan sebagainya.  Saya menjuluki mereka sebagai anak buah kapal dari Sinbad. Setiap malam ada hiburan, berupa live music dan karaoke, yang dilaksanakan berselang-seling.  Lagu-lagunya sangat cocok dengan generasi saya, misalnya lagu-lagu country yang lama, dan lagu-lagu rock-nya Deep Purple. Lagu-lagu yang sangat akrab dengan telinga saya. Pernah suatu malam saya sudah berniat menyanyi di acara karaoke. Syukurnya antriannya panjang sehingga saya sudah kedinginan dan kemudian membatalkannya.<br />
Di sini saya mendapatkan sebuah rekor baru. Restoran atau bar tersebut hanya buka pukul 11:00 sampai pukul 24:00. Ini berarti tidak ada tempat untuk membeli sarapan. Di sebelah toko selam (dive center) ada sebuah food-store yang menjadi satu unit dengan pengisian BBM (pom bensin). Saya pergi ke food-store tersebut untuk mencari sesuatu yang layak untuk sarapan pagi itu. Di sini saya dapatkan tiga buah roti basah yang disebut “apple Danish” dan tiga buah pisang. Ternyata harga pisangnya teramat mahal. Tiga buah pisang harganya USD 3.8, berarti sebuah pisang harganya lebih dari USD 1.2 atau Rp 12 ribu. Bandingkan dengan harga pisang di supermarket Publix di St Petersburg yang hanya USD1.2 per kg.  Ini adalah rekor baru, pisang termahal yang pernah saya beli dan makan. Rencana awalnya ketiga pisang tersebut dimakan  tiga kali kesempatan. Tetapi karena ada rasa kesal, jadi ketiga pisang semua dimakan saat sarapan. Roti appe Danish-nya disisakan dua buah untuk sarapan besok pagi, karena besok saya akan dijemput orang TNC (the Nature Conservancy) pukul 09:00 pagi.<br />
Matahari terbit sekitar pukul 07:30. Pukul 08:30 saya sudah siap di depan dive center. Saya bayar semua uang kamar dan sekalian check-out dari resort tersebut. Saya rencananya mau langsung ke Key West setelah presentasi nanti.  Shirley menjemput saya tepat pukul 09:00. Ia adalah seorang wanita keturunan China yang lahir di Scotlandia. Ia sekarang sebagai sekretaris TNC Florida Keys.<br />
Kantor TNC terletak di Sugarloaf Key, pulau kecil lainnya di sebelah selatan Ramrod Key. Kantor tersebut juga dibangun di tengah-tengah rimbunnya mangrove dan vegetasi daratan lainnya. Dari high-way masuk ke dalam sekitar 50 meter, sehingga jika naik bis akan kesulitan menemukannya karena tidak tampak dari luar. Bangunan yang dapat digunakan sebagai tanda untuk belok kanan menuju TNC adalah sebuah warung atau restoran Cuba yang saya lupa namanya. Jarak antara Ramrod Key (Looekey Resort) dengan Sugarloaf Key (TNC) sekitar 20-25 mil. Hampir sama dengan jarak antara Sugarloaf Key ke Key West.<br />
Presentasi webinar (seminar di website) berjalan dengan lancar dan cepat. Setelah presentasi sekitar 35 menit yang juga diselingi dengan pertanyaan-pertanyaan dari Dr. Chris Berg, dilakukan diskusi atau tanya jawab. Tidak ada pertanyaan yang tajam, melainkan hanya berbagi pengalaman. Sayangnya, ada seorang yang ingin sekali mengikuti webinar tetapi berhalangan, yaitu Dr. Phill Kramer. Ia dan teman-temannya mengembangkan index untuk mengukur kesehatan terumbu karang.<br />
Setelah presentasi saya tetap bekerja sendiri di internet mencari penginapan yang sesuai lokasi dan harganya. Chris berjanji akan mengantar saya ke Key West, sekalian menjemput anaknya yang dititipkan di rumah mertua Chris di Key West. Sambil menunggu sore, saya shalat Dzuhur dan Ashar di pintu belakang kantor TNC. Shalat di negara minoritas muslim kadangkala menjadi masalah tersendiri karena saya tidak ingin diberi pertanyaan ketika sedang melakukan shalat. Setelah kantor tutup, sekitar pukul 17:00, saya bersama Chris menuju Key West sekitar 40 mil dari Ramrod Key.</p>
<p>KEY WEST (GILI BARAT)<br />
Perjalanan ke Key West membutuhkan waktu sekitar 40 menit. Key West merupakan pulau terluar dari USA, terletak di sebelah selatan, yang dikenal pula sebagai “0 MILE”-nya negara Amerika. Dari pulau ini ke negara Haiti hanya berjarak sekitar 50 mil. Pulau ini merupakan pulau wisata yang utama. Lokasinya yang langsung berhadapan dengan negara lain membuat pemerintah memiliki sebuah pangkalan militer. Saya berpikir bahwa pemerintah Indonesia perlu memperhatikan hal ini, bahwa di pulau terluar perlu dibuat sebuah pangkalan militer dengan skala yang sesuai dengan ukuran pulau agar tentara dapat melindungi kedaulatan negara kita. Bayangkan saja jika semua pangkalan militer ada di sebelah utara Pulau Jawa, bagaimana tentara dapat melindungi kedaulatan negara kita.<br />
Sebagai pulau wisata, Key West merupakan tujuan wisata yang popular. Di negara bagian Florida, tujuan wisata yang dapat menandingi Key West hanyalah Orlando yang memiliki Disney Wonderland. Kawasan Disney Wonderland sendiri luasnya jauh melebihi luas Key West.  Setiap tahun pulau kecil ini dikunjungi oleh lebih dari 5 juta wisatawan, sedangkan penduduk Key West sendiri hanya 150 ribu. Ketika mobilnya Chris mulai memasuki pulau tersebut, atmosfirnya memang terasa berbeda dari pulau wisata di Florida Keys lainnya. Banyak pejalan kaki, banyak pengendara sepeda motor kecil (scooter) dan kendaraan bermotor roda empat yang agak aneh (mirip bajaj atau becak). Begitu mendekati Duval Street, becak yang sebenarnya memang ada di sini.<br />
Duval street adalah jalan utama yang paling popular bagi wisatawan. Sepanjang jalan ini terdapat hotel, restoran, toko souvenir, night club, bar, dan segala macam counter jasa wisata yang lainnya. Hotel L’habitation, tempat saya akan menginap, letaknya sekitar 25 meter dari salah satu perempatan Duval street. Begitu mobil belok ke kanan di Eaton street melewati sebuah Cinema Tropica, kami berhenti di depan hotel. Saya turun dan mobilnya Chris meluncur lagi ke tempat mertua pria separuh baya tersebut.<br />
Seorang pria menyapa saya dengan bahasa Perancis: “Bon Jour”. “Bon Jour, sorry I cant speak French. I just speak some English”, kataku. Setelah menginap di sini saya baru tahu bahwa hampir semua orang di penginapan ini berbicara dalam bahasa perancis. Penginapan dengan bangunan yang mirip dengan rumah biasa ini memang mengibarkan dua bendera di halaman depan, bendera “stars and stripes” USA dan bendera “tricolor’ Perancis. Di sini saya memilih kamar yang paling murah, sebuah kamar di lantai 2 seharga $120, ditambah pajak. Kamar tersebut sederhana ukuran sekitar 16 m2 dengan queen size bed, kamar mandi sendiri. Di dalam kamar ada fasilitas mini bar, heater, dan LCD TV ukuran 21 inch.<br />
Setelah mandi dan shalat Maghrib dan Isya’ yang dijamak, saya turun ke bawah untuk mencari makan malam. Di Eaton Street saya mengikuti arus manusia yang banyak berjalan kaki menuju ke arah kiri. Ternyata mereka semua menuju ke Duval Street. Sebenarnya lebih dekat jika saya tadi belok kanan saja dari L’Habitation akan sampai di Duval Street dlam dua menit. Di Duval Street, lagi-lagi saya mengikuti arus pepejalan kaki yang lebih banyak, yang mengarah ke pantai. Berjalan di Duval Street saya merasa berjalan di Kuta Bali. Trotoar jalan penuh dengan pejalan kaki, sedangkan lalu lintas di jalan berjalan lambat. Restoran, bar, night club, toko souvenir, macam-macam hiburan, terdapat di sepanjang Duval Street. Setelah lelah mengikuti arus turis di jalan, saya akhirnya memilih makan di tempat yang murah saja, Wendy’s. Dengan $8 saya sudah dapat memenuhi kebutuhan perut. Kemudian saya menuju ke cinema untuk melihat-lihat peluang nonton film di Key West, tetapi tidak ada film yang menarik. Sayapun akhirnya memutuskan kembali ke hotel untuk buka internet. Di penginapan ini ada akses internet melalui wi-fi secara gratis. Melalui internet saya merencanakan beberapa opsi kegiatan besok pagi.<br />
Hingga jam 09:00 pagi, belum ada balasan dari email saya ke Scott Donahue untuk berkunjung ke FKNMS. Saya sebenarnya ingin ke FKNMS untuk belajar bagaimana FKNMS menggunakan teori resiliensi dalam pengelolaan terumbu karang. Akhirnya saya memutuskan pergi mencari dive center. Jika saya dapat menyelam hari ini, besok saya sudah dapat kembali ke St Petersburg. Sudah lima hari di Florida Keys tetapi saya belum menyelam di perairan samudra Atlantic. Saya menemukan sebuah dive center yang sederhana, Captain Corner, jauh berbeda dengan dive center di Lombok, yang lebih megah. Di sini saya bertemu dengan Toni, instruktur selam, yang menyarankan saya langsung saja datang ke pelabuhan pukul 13:00. Jika di Amoray Dive saya disarankan ikut “refresher course”, Toni menyarankan saya langsung selam saja karena saya sudah selam lebih dari 300 kali.<br />
Sambil menunggu waktu siang saya berjalan kaki saja keliling jalan-jalan di sekitar pelabuhan. Di Key West sebenarnya banyak sekali tujuan wisata yang layak dikunjungi, tetapi saya ingin berhemat untuk tidak naik taksi. Sewa sepeda memang menarik, tetapi jika setengah harinya saya pergi dengan kapal untuk menyelam rasanya rugi, sehingga saya berjalan kaki saja.<br />
Conch Tour adalah wisata kota tua di Key west. Para wisatawan yang naik kendaraan terbuka mirip kereta kuno yang ditarik dengan mobil berbentuk lokomotif merupakan wisata yang sangat popular.  Semua penginapan dan rumah di sekitar pelabuhan dibangun pada tahun 1800-an. Sambil berjalan kaki saya dapat mendengar penjelsan pemandu Conch tour yang mengatakan bahwa bangunan ini dulunya adalah sekolah, bangunan gereja ini pernah dihadiri oleh presiden Amerika, dan sebagainya. Key West memang memiliki sejarah yang laku dijual. Tiga di antaranya adalah Truman’s White House, rumah penulis terkenal Hemingway, dan kuburan Hemingway. Setelah shalat Dzuhur dan Ashar dijamak-qasar saya pergi ke pelabuhan.<br />
Sekitar 15 menit saya berputar-putar di pelabuhan mencari kapal Captain Corner. Empat kali saya bertanya pada orang yang saya temui, semuanya tidak tahu. Di salah satu sisi saya menemukan sebuah dive center, yang ternyata khusus menjual peralatan selam merk Sheerwood. Seorang gadis penjaga toko dapat menjawab pertanyaan saya, bahwa dive center captain Corner menggunakan kapal dengan nama Sea Eagle. Jadi memang tidak ada kapal yang bernama Captain Corner. Di pelabuhan saya masih menyaksikan banyak ikan yang mati atau sekarat karena kedinginan, walaupun tidak sebanyak yang saya lihat di Key Largo. Ikan-ikan yang hidup di dekat permukaan terjebak dengan suhu air yang terlalu dingin.<br />
Sambil menunggu waktu kapal berangkat saya berkenalan dan berbincang dengan turis lain yang juga akan menyelam bersama Captain Corner. Dari pembicaraan dengan mereka, saya merasa yang paling berpengalaman karena jam selam saya paling tinggi. Kapal berangkat pukul 14:00 membawa sembilan turis penyelam dan tiga turis wanita yang tidak menyelam. Setelah satu jam perjalanan dengan kapal, kami sampai di Sand Key dimana sudah ada tiga kapal penyelam lainnya di lokasi tersebut. Selama perjalanan gelombang laut lumayan besar, demikian juga setelah tiba di Sand Key. Saya bahkan merasa hari ini kondisi laut di sini mirip dengan di Samudra India di selatan Pulau Sumbawa.<br />
Melihat gelombang yang besar saya pesan kepada buddy selam saya sebelum melakukan “giant step” ke laut. “Jeff, I don’t want to stay long time on the surface. I will jump and wait for you at the bottom”. “What do you want to do in this dive? . “Well nothing special, I just want to see living corals on the reef. So, you will be the leader and I will follow your direction because you have been diving here many times”. Tampaknya Jeff mengerti kerisauan saya dengan gelombang laut yang besar. Begitu saya lompat ke air, iapun segera mengikuti saya dan memberikan kode jempol terbalik yang artinya mari segera masuk ke dalam air.<br />
Kami menyelam selama 45 menit pada kedalaman sekitar 10 meter. Kemanapun pergi berkeliling kedalaman air paling dalam hanya 12 meter. Dasar terumbu berpasir yang ditumbuhi oleh makroalga. Di antara padang pasir tersebut terdapat sejumlah mikroatol atau “boomie” yang sedikit ditumbuhi oleh karang hidup. Tutupan karang saya perkirakan dibawah 10%. Kecerahan air juga rendah, dengan visibility sekitar 6 meter.  Dapat dibayangkan bahwa penyelaman hari ini bukanlah penyelaman yang mengesankan pemandangannya. Sayang sekali saya tidak dapat menyaksikan karang Acropora palmata, yang khas di daerah Florida dan Karibia ini.<br />
Walaupun demikian, penyelaman ini adalah yang pertama di perairan Samudra Atlantik, sehingga penyelaman ini sangat istimewa bagi saya. Apalagi saya sudah menunggu kesempatan ini sejak lima hari lalu ketika masih di Key Largo. Saya melihat ada banyak ikan besar, termasuk ikan kerapu, dan beberapa lobster yang besar. Saya juga bertemu dengan hiu kepala pipih yang tampak tidur di dasar terumbu di bawah lubang gua mikroatol.  Ikan pelagis Barracuda juga banyak ditemukan di sini dengan ukuran yang sangat besar. Di kawasan ini memang kawasan sanctuary dimana penangkapan ikan dilarang.<br />
 Gelombang yang besar membuat saya agak khawatir bagaimana dapat kembali naik ke kapal. Saya belum pernah menyelam dengan gelombang sebesar ini. Jika saya menempel ke kapal, gelombang laut akan membenturkan badan saya ke badan kapal. Melihat saya masih kebingungan di permukaan air, Toni (instruktur selam) setengah berteriak member petunjuk bagaimana menggunakan tangga yang ‘aneh’ untuk masuk ke kapal. Setelah saya naik ke kapal, saya berpikir untuk membatalkan rencana penyelaman yang kedua. Ada tiga alasan untuk tidak masuk lagi ke laut: air yang dingin sekali, gelombang yang besar membuat sulit kembali ke kapal, dan tidak adanya hal yang menarik di dalam laut.<br />
Ketika kapal kembali ke pelabuhan, saya berkenalan dengan seorang gadis China yang turut dalam dive trip. Ia bepergian seorang diri dari Cambridge (New York State) untuk menghindari dinginnya winter. Ia kuliah di Cambridge dengan biaya sendiri, mestinya ia dari keluarga yang kaya di sebuah kota di pantai timur China. Kami berpisah di dekat Wendy’s, saya belok kanan ke Eaton Street sedangkan ia terus menyusuri Duval Street ke Southernmost Hotel. Saya membayangkan bagaimana jika suatu saat nanti anak saya kuliah S-1 di luar negeri, seperti gadis China yang baru saya kenal tetapi sudah lupa namanya.</p>
<p>Besok pagi saya akan kembali ke Saint Petersburg. Sebelum tertidur saya membayangkan jika di Lombok Barat yang mempunyai 13 gili dibangun jembatan antar-gili, mestinya akan menarik banyak wisatawan. Jembatan antar-gili tersebut sebaiknya hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda angin. Erosi pantai juga menjadi masalah di Florida Keys. Jika erosi pantai sudah menghabiskan kawasan “green belt”, maka pemilik tanah boleh membuat bangunan tembok pantai atau “hard structure” lainnya untuk melindungi lahannya dari erosi.<br />
Promosi wisata di Lombok yang mengatakan bahwa karang biru hanya ada di Lombok dan di Karibia, adalah sebuah kebodohan dan kebohongan. Sebenarnya saya sudah lelah menyatakan ini kepada pemerintah ataupun LSM, tetapi mereka tampaknya menikmati promosi konyol tersebut. Karang biru hanya terdapat di kawasan terumbu karang Indo-Pasifik, tetapi tidak terdapat di karibia dan Florida. Karang biru terdapat di Australia, Maladewa, Fillipina, Papua, Fiji, Guam, Tonga, Kribati, dan seterusnya; sehingga bukanlah keunikan yang terdapat hanya di  Lombok ataupun Indonesia.</p>
<p> (Imam Bachtiar, diselesaikan di St Petersburg 29 Januari 2010)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imambachtiar.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imambachtiar.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imambachtiar.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imambachtiar.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imambachtiar.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imambachtiar.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imambachtiar.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imambachtiar.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imambachtiar.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imambachtiar.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imambachtiar.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imambachtiar.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imambachtiar.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imambachtiar.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imambachtiar.wordpress.com&amp;blog=3405081&amp;post=103&amp;subd=imambachtiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imambachtiar.wordpress.com/2010/03/13/mengunjungi-pulau-pulau-kecil-di-florida-florida-keys/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5f4c2ee7696f56ec7af5f8823f6a403?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Imam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PETA JALAN KE GONTOR PUTRI 5</title>
		<link>http://imambachtiar.wordpress.com/2010/03/10/peta-jalan-ke-gontor-putri-5/</link>
		<comments>http://imambachtiar.wordpress.com/2010/03/10/peta-jalan-ke-gontor-putri-5/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 12:30:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imambachtiar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Lombok]]></category>
		<category><![CDATA[Mataram]]></category>
		<category><![CDATA[public service]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[Darussalam]]></category>
		<category><![CDATA[Gontor Putri]]></category>
		<category><![CDATA[GP 5]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Kandangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pare]]></category>
		<category><![CDATA[peta]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imambachtiar.wordpress.com/2010/03/10/peta-jalan-ke-gontor-putri-5/</guid>
		<description><![CDATA[Peta Jalan ke Gontor Putri 5 klik di sini Banyak wali santri dari Gontor Putri 2, Pondok Pesantren Modern Darussalam, yang membicarakan tentang bagaimana cara termudah menuju ke Gontor Putri 5. Ketika putrinya dipindahkan dari Gontor Putri 2 (GP 2) ke Gontor Putri 5 (GP 5), masalah peta jalan menuju ke sana akan mulai muncul. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imambachtiar.wordpress.com&amp;blog=3405081&amp;post=94&amp;subd=imambachtiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://imambachtiar.files.wordpress.com/2010/03/jalan-ke-gontor-putri-5.pdf'>Peta Jalan ke Gontor Putri 5 klik di sini</a></p>
<p>Banyak wali santri dari Gontor Putri 2, Pondok Pesantren Modern Darussalam, yang membicarakan tentang bagaimana cara termudah menuju ke Gontor Putri 5. Ketika putrinya dipindahkan dari Gontor Putri 2 (GP 2) ke Gontor Putri 5 (GP 5), masalah peta jalan menuju ke sana akan mulai muncul. Karena itulah, tulisan ini dibuat agar dapat dimanfaatkan oleh banyak orang.<span id="more-94"></span><br />
Pondok Gontor Putri 5 memang dibanggun di tempat yang “nowhere”, sangat berbeda dengan GP 1, GP 2 dan GP 3, yang dapat dengan mudah dilihat dari jalan utama Surabaya-Solo. GP 5 terletak di Dusun Bobosan, Desa Kemiri, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri (Pare). Nama kabupatennya yang sama dengan nama kota madya Kediri juga membingungkan pihak kantor Pos. Pegawai  pos di Mataram menyarankan saya untuk menuliskan alamat “Kandangan, Pare” saja daripada ditulis : “Kandangan, Kediri”, untuk kemudahan pengiriman surat atau barang.<br />
Peta lokasi pondok Gontor Putri 5 dapat diunduh pada web site kami di<br />
https://sites.google.com/site/imambachtiarfamily/home/naila-taslimah-bachtiar atau unduh yang ada (attached) di bagian paling atas tulisan ini.<br />
Jika anda bepergian naik kendaraan umum, maka anda sebaiknya turun di Terminal Bis Jombang. Dari Jombang  anda naik bis jurusan Malang, untuk turun di Pasar Kandangan. Bis Puspa Jaya merupakan bis yang paling banyak melayani rute ini dengan frekuensi sekitar 30 menit sekali.  Dari  Pasar Kandangan anda dapat naik ojek ke lokasi pondok dengan tarif Rp 10 ribu. Semua tukang ojek di Pasar Kandangan mengetahui lokasi pondok GP 5. Jika anda membawa barang agak banyak anda dapat juga menyewa mobil angkutan di pasar.<br />
Alternatif lain, jika anda dari arah Kediri atau Malang anda dapat langsung naik bis jurusan Kediri-Malang dan turun di Pasar Kandangan. Selanjutnya anda dapat meneruskan perjalanan dengan ojek atau mobil sewaan, sebagaimana yang dari jurusan Jombang.<br />
Jika anda berangkat dari Mantingan dan ingin ke GP 5 dengan mobil sewaan, anda dapat menghubungi Pak Wasi  (085229058025) di Sambirejo, Mantingan. Saya pernah menyewa mobinya untuk tujuan Surabaya.  Mobilnya Suzuki APV yang masih bagus dengan pelayanan yang sangat ramah.<br />
Semoga tulisan ini membawa manfaat bagi anda.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imambachtiar.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imambachtiar.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imambachtiar.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imambachtiar.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imambachtiar.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imambachtiar.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imambachtiar.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imambachtiar.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imambachtiar.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imambachtiar.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imambachtiar.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imambachtiar.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imambachtiar.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imambachtiar.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imambachtiar.wordpress.com&amp;blog=3405081&amp;post=94&amp;subd=imambachtiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imambachtiar.wordpress.com/2010/03/10/peta-jalan-ke-gontor-putri-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5f4c2ee7696f56ec7af5f8823f6a403?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Imam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MELONGOK PENGAJARAN SAINS SMA NEGERI DI AMERIKA SERIKAT</title>
		<link>http://imambachtiar.wordpress.com/2010/01/27/melongok-pengajaran-sains-di-sma-negeri-amerika/</link>
		<comments>http://imambachtiar.wordpress.com/2010/01/27/melongok-pengajaran-sains-di-sma-negeri-amerika/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 04:13:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imambachtiar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Lombok]]></category>
		<category><![CDATA[Mataram]]></category>
		<category><![CDATA[nusa tenggara barat]]></category>
		<category><![CDATA[public service]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Bachtiar]]></category>
		<category><![CDATA[Florida]]></category>
		<category><![CDATA[Giibs High School]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[High School]]></category>
		<category><![CDATA[Imam]]></category>
		<category><![CDATA[internasional]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<category><![CDATA[SBI]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[SMA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imambachtiar.wordpress.com/2010/01/27/melongok-pengajaran-sains-di-sma-negeri-amerika/</guid>
		<description><![CDATA[Imam Bachtiar Dosen FKIP Universitas Mataram bachtiar.coral@gmail.com Judul ini memang terlalu besar dibandingkan dengan kegiatan yang sebenarnya dilakukan, karena hanya melibatkan satu sekolah yaitu Gibbs High School (GHS) di Saint Petersburg, Florida, USA. Di dalam State of Florida, sekolah ini memiliki rating 88 (dari skala 0-100), pada tahun 2007. Berdasarkan urutan sekolah di daftar School-Digger [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imambachtiar.wordpress.com&amp;blog=3405081&amp;post=86&amp;subd=imambachtiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Imam Bachtiar<br />
Dosen FKIP Universitas Mataram<br />
bachtiar.coral@gmail.com</p>
<p>Judul ini memang terlalu besar dibandingkan dengan kegiatan yang sebenarnya dilakukan, karena hanya melibatkan satu sekolah yaitu Gibbs High School (GHS) di Saint Petersburg, Florida, USA. Di dalam State of Florida, sekolah ini memiliki rating 88 (dari skala 0-100), pada tahun 2007. Berdasarkan urutan sekolah di daftar School-Digger FCAT, GHS memiiki ranking yang rendah dari seluruh SMA di Florida (557 sekolah), yaitu rangking 425. Di dalam Pinellas County, GHS menduduki peringkat 35 dari 65 sekolah. Pada judul saya juga menggunakan kata ‘melongok, bukan mengobservasi karena kegiatan tersebut hanya dilakukan dalam setengah hari saja, lima jam pelajaran dan melibatkan kegiatan empat orang guru. Bagaimanapun judul itu kurang tepat atau kurang serasi, tetapi hasil pelongokan ini menarik disimak sehingga saya ingin berbagi dengan anda apa yang dapat saya indera.<br />
Kedatangan saya untuk ‘melongok’ pengajaran sains di GHS yang berjuluk “the house of gladiators” juga tidak ada dalam agenda besar saya. Kunjungan ke Florida kali ini adalah untuk meningkatkan kualitas indeks yang sedang saya buat untuk mengukur resiliensi terumbu karang. Tidak ada hubungan sama sekali dengan dunia pengajaran sains. Itulah alasan utamanya, walaupun keinginan untuk masuk ke sekolah menengah sudah ada sejak semula, tetapi kegiatan tersebut baru saya lakukan pada minggu terakhir, setelah semua tugas utama rampung.<span id="more-86"></span><br />
Sebagai tamu dari University of Florida (USF) di kampus Saint Petersburg, saya ingin mengandalkan USF untuk membantu pelaksanaan niat saya berkunjung ke SMA dan melihat cara guru SMA mengajarkan sains. Di dalam kampus USF ada gedung Florida State Teacher Center (FSTC) dan Faculty of Education (FE). Gedung FSTC tersebut sudah lama saya incar, jika waktunya tiba saya akan ke sana. Bahkan saya sudah mengambil foto berdiri di depan FSTC pada suatu hari minggu. Pada tanggal 20 Januari 2010, sayapun membuka pintu gedung FSTC. Di dalam gedung tersebut ternyata tidak saya jumpai kantor guru atau yang semacam kantor PGRA (Persatuan Guru Republic Amerika). Yang ada adalah sejumlah ruang kelas dan kantor fakultas ekonomi.<br />
Gagal di FSTC saya berfikir untuk pergi saja ke Faculty of Education (FE), yang mungkin mau membantu mencarikan SMA yang mau menerima saya atau sekedar memperkenalkan saya dengan guru atau kepala sekolah yang mereka kenal. Hal itu tidak segera saya kerjakan karena saya masih ragu-ragu. Saya di sini sebagai tamu dari College of Marine Science (CMS) dan urusan saya terkait dengan sains Biologi Laut. Rasanya kurang nyaman saya jika meminta bantuan pada FE.<br />
Sekolah GHS ini dipilih bukan karena yang terbaik melainkan lokasinya yang paling dekat dengan tempat kost saya, yaitu 32 blok ke arah barat ditambah 5 blok ke utara. Dari browsing di internet dan menggunakan Google-earth saya menemukan GHS yang jauhnya sekitar 3,7 km. Dengan jarak sejauh itu diperkirakan dapat ditempuh kurang lebih 30 menit dengan bersepeda. Hari Kamis, 21 Januari 2010, saya kirim email kepada Assistant Principals BETA (Business, Economic. Technology, Academy), Mrs. Kathy Walker, dengan tembusan kepada 3 guru sains. Keempat alamat email mereka saya dapatkan dari situs GHS. Hingga hari Jum’at malam saya tidak menerima balasan. Sayapun berencana untuk mencoba kirim email ke sekolah lain sebagai gantinya. Pada hari Minggu pagi, tanpa diduga Mrs. Kathy Walker mempersilahkan saya untuk mengunjungi sekolahnya. Disebutkan juga bahwa sekolah dibuka pukul 07:05 dan selesai pukul 13:50. Sayapun segera mempersiapkan rencana berkunjung berupa peta (dari Google), handycam dengan baterai penuh, dan alokasi waktu.<br />
Melihat jadwal sekolah dimulai pukul 07:05, terbayang bahwa sekolah dimulai sebelum matahari terbit. Apa benar ada orang Amerika yang sudah sarapan pada jam tujuh, bangun tidur saja belum ada. Setahu saya orang bule bangun tidur paling pagi jam delapan. Saya belum percaya jika sekolah akan dimulai tujuh. Jangan-jangan Mrs. Walker sengaja ngerjain saya, sebagai “nobody from nowhere”. Tetapi apa salahnya dicoba?<br />
Hari Selasa pagi, sayapun pergi menuju sekolah GHS ketika pagi masih gelap gulita. Pagi yang dingin karena suhunya 50dF atau 10dC. Tangan saya memegangi setir sepeda secara bergantian. Karena dinginnya pagi, tangan yang satu disembunyikan di dalam jaket agar hangat. Saya mengambil jalan lewat 18th Avenue South dan belok kanan di 34th Street South. Kota St Petersburg memang menggunakan nama jalan dengan angka-angka seperti sebagian besar kota di USA. Jalan masih sepi dan gelap, tetapi yang bersepeda ternyata bukan hanya saya sendiri di pagi buta itu. Saya melihat ada dua sepeda lain sepanjang perjalanan 30 menit.<br />
Sampai di GHS ternyata sudah banyak mobil sibuk di tempat parkir. Saya masuk lewat 34th Street dimana banyak mobil masuk ke halaman sekolah. Ternyata tidak ada tempat parkir sepeda, berarti saya salah masuk. Karena sudah terlanjur dan hampir terlambat saya langsung gembok sepeda di tempat yang sembarangan saja. Mudah-mudahan tidak ditegur orang.<br />
Mengikuti arus siswa yang berjalan tergesa-gesa masuk gedung sekolah membawa saya ke sebuah ruangan dimana ada staff front office. Ketika melapor saya dipersilahkan menunggu bersama siswa dan orang-tua siswa yang banyak datang di kantor tersebut. Ketika menunggu tersebut, ada aba-aba untuk berdiri sejenak menghormati pengibaran bendera USA. Saya pikir beginilah cara orang USA melakukan upacara bendera. Tidak perlu berbaris di lapangan. Bendera dinaikkan secara tersendiri, dan seluruh anggota sekolah menghormatinya dengan berdiri dan tangan kanan diletakkan di dada sekitar tiga menit. Praktis dan cepat. Biar militer saja yang upacara dengan baris berbaris.<br />
Pukul 07:05 tepat lonceng dibunyikan. Mrs. Walker yang saya tunggu belum juga muncul. Lima menit kemudian dia muncul memperkenalkan diri dan mengajak saya berjalan mengikutinya. Sambil berjalan dia memperkenalkan saya dengan belasan orang yang kami lewati. Semuanya saya tidak ada yang saya ingat namanya, mungkin karena banyaknya uban di kepala saya. Ketika kami melewati lapangan terbuka di tengah gedung sekolah dia menanyakan tentang siapa saya dan tujuan saya di St. Petersburg. Ada dua sampah di tengah lapangan dipungutnya dan dimasukkan ke tempat sampah. “Teenagers always do the same mistakes”, begitu saya bilang seadanya sambil memungut sebuah sampah botol di dekat tempat sampah. “That’s what they like to do”, timpalnya sambil tertawa dan melangkah cepat.<br />
Saya diperkenalkan pada Mr. Jeremy Powers sebelum dia meninggalkan saya di sana. Di sini saya baru sadar perbedaan pemanggilan nama antara di SMA dan universitas USA. Di SMA sesame guru mereka memanggil secara formal, pakai Mr. atau Mrs. Di universitas baik antar dosen maupun antara dosen-mahasiswa, mereka memanggil secara informal menggunakan nama depan. Mr. Powers adalah koordinator di bidang pengajaran sains. Saya diberi jadwal menjadi pengamat di kelas Mr. Powers dua kali (jam kedua dan kelima). Jadwal yang lainnya adalah masing-masing sekali (satu jam pelajaran, 50 menit) di kelasnya Mrs. Jennifer Krants, Mrs. Renee Feinman, dan Mrs. Bahiyah Sadiki.<br />
Di kelasnya Mrs. Krants yang mengajarkan Environmental Science saya melihat banyak tumpukan buku teks Biologi untuk SMA. Buku tersebut tebalnya lebih 1000 halaman, mirip buku teks untuk mahasiswa. Guru memberi LKS (lembaran kerja siswa) kepada siswa dan siswa mengerjakan LKS secara bersama-sama dengan guru dan seluruh kelas. Kelas yang digunakan mirip dengan laboratorium. Di tengah tersedia meja belajar seperti kelas tradisional. Di pinggir ruangan terdapat sejumlah meja laboratorium. Bu guru tidak banyak bergerak. Hari ini adalah hari pertama sekolah setelah liburan musim dingin. Para guru juga baru tahu jika ada pengamat seperti saya datang pagi ini. Hari pertama sekolah menjadi pelajaran yang menarik karena ini situasi sekolah yang asli.<br />
Di kelasnya Mr. Powers, saya baru mendapat informasi bahwa semua guru sains memiliki laboratoriumnya sendiri yang digunakan sebagai ruang kelas. Pengajaran memang dilakukan di tengah ruangan yang besar, di sebelah kiri dan kanan ruangan terdapat meja praktek laboratorium. Ketika ganti pelajaran, ada waktu sekitar 5 menit bagi siswa untuk berpindah ke laboratorium (kelas) yang lainnya. Saya mencoba memperkirakan koleksi buku Kimia milik Mr. Powers mungkin lebih banyak dari koleksinya sebagian dosen Kimia di Indonesia. Di samping buku-buku paket untuk SMA, semua guru punya buku tingkat universitas. Buku teks sains yang judulnya General Biology, atau General Chemistry, atau yang sejenisnya adalah untuk mahasiswa tingkat pertama. Buku ini juga digunakan di dalam pengajaran untuk kelas ‘honours’.<br />
Jam ketiga saya masuk ke kelasnya Mrs. Renee Feinman. Ibu guru ini memberikan sambutan yang berbeda dari dua guru sebelumnya. Saya disuruh memperkenalkan diri dan para siswa dibolehkan bertanya kepada saya. Eh nggak tahunya malah dia sendiri yang paling banyak pertanyaannya tentang saya. Ketika dia tahu saya penyelam dia semakin antusias bertanya karena Mrs. Feinmann juga seorang penyelam Scuba. Kebetulan kami berdua mengalami nasib yang sama buruknya seminggu yang lalu, karena batal menyelam di sebagian besar lokasi di Florida Keys. Kami di sana dalam waktu yang relatif bersamaan tetapi kami belum saling mengenal dan mungkin juga tidak bertemu. Saya berjanji mau kirim email kepadanya.<br />
Ketika dia harus memulai pengajaran kelas, tampak sekali dia ingin ngobrol lebih banyak dengan saya. Bagi kami para penyelam, selalu mengasyikkan ngobrol dengan sesama penyelam, karena setiap lokasi penyelaman memiliki keunikan sendiri. Hari ini dia mengajar tentang sel kanker dan perbedaannya dari sel-sel yang normal. Dia mengajarkannya menggunakan animasi lewat LCD projector. Setelah penjelasan guru selama sekitar 15 menit, siswa kemudian mengerjakan LKS yang baru dibagikan oleh guru. Pengerjaan LKS dapat dilakukan secara sendiri maupun berkelompok.<br />
Saya mengamati ada kesamaan di antara ketiga kelas yang sudah saya amati. Setiap guru sains memiliki fasilitas standar berupa kelas bercampur laboratorium. Ruang kantor yang luas dengan bahan referensi buku-buku teks tingkat universitas, majalah sains, petunjuk praktikum (lebih dari dua macam), dan ‘wash room’ (toilet, 2 kamar). Di dalam ruangan kelas terdapat satu atau dua computer desk-top di meja guru. LCD proyektor menggantung di tengah ruangan yang memancarkan cahaya ke layar tarik di depan whiteboard. Pada white-board yang lainnya, tertera Objective, Process/Activities, Application, dan Self Access dari pengajaran hari itu. Keempat komponen rencana pengajaran tersebut ditulis dengan spidol, dan tiap hari diganti. Ganti jam pelajaran berarti siswa harus pindah ke ruangan lain, sedangkan gurunya tetap menunggu siswa berikutnya di dalam laboratoriumnya.<br />
Pada jam kelima saya masuk ke kelasnya Mrs. Bahiyyah Sadiki, guru bidang Anatomy and Physiology. Dia tapak sangat senang menrima saya. “You must be a moslem from your name”, dia membuka pembicaraan setelah berkenalan. “My husband is an Imam at the mosque”, sahutnya lagi sambil tersenyum. Baru saya tahu bahwa Mrs. Sadiki adalah istri dari imam dan khatib di Masjid al-Mukmin, tempat saya biasanya shalat Jum’at. Kami jadi sangat akrab setelah mengetahui bahwa saya suka ngobrol dengan Brother Sadiki setelah shalat Jum’at. Pengajaran Mrs. Sadiki juga dilakukan dengan memberikan LKS kepada siswa tanpa penjelasan awal selain bahwa nama-nama tulang ini memang harus kita ketahui untuk komunikasi ilmiah, seperti nama-nama Presiden USA yang harus kita ketahui juga.<br />
Mrs. Sadiki menunjukkan kepada saya bahwa fasilitas pengajaran sains di SMA ini sudah berlebihan. Dia menerima begitu banyak macam buku Biologi. Peralatan di laboratorium juga sangat baik. Sayangnya, katanya, motivasi siswa untuk belajar keras kurang. Mungkin saja mereka sudah keburu disibukkan dengan hiburan anak muda (music, TV, game).<br />
Antara jam pelajaran kelima dan keenam adalah waktu makan siang. Saya sudah dipesan sebelumnya oleh Mrs. Walker bahwa saya harus ke kantornya saat lunch. Sayapun pergi ke kantor Mrs. Walker untuk berterima kasih atas ijin menjadi pengamat hari ini. Dia menawarkan saya untuk dua jam pelajaran lagi, tetapi saya pikir pengamatan saya sudah cukup. Sayapun pamit untuk kembali ke USF.<br />
Sambil mengayuh sepeda saya terus berpikir, dapatkah pengajaran sains model Amerika ini diterapkan di Indonesia yang sedang mengembangkan SBI. Saya menyimpulkan terlalu berlebihan jika kita menginginkan ada SBI di setiap propinsi, jika yang dimaksudkan setingkat SMA Amerika. Pertama, ketersediaan buku sebagai sumber belajar yang sebaik buku teks Amerika ini tidak mungkin. Buku-buku teks di sini disusun oleh para professor perguruan tinggi. Di Indonesia, banyak buku sains berbahasa Indonesia yang disusun oleh seseorang dengan pendidikan S.Pd. atau M.Pd. yang disamping memuat sejumlah salah konsep dan penjelasan membingungkan, juga struktur isinya tidak disesuaikan dengan proses belajar di dalam otak anak. Kedua, jika pemerintah punya anggaran belanja yang sangat besar dengan membeli buku teks sains untuk SMA yang berstandar internasional, kemampuan guru dan siswa dalam membaca buku berstandar internasional tersebut juga belum ada. Jangankan siswa dan guru sains tingkat SMA, banyak doktor produksi perguruan tinggi Indonesia yang tidak dapat membaca buku berstandar internasional yang nota bene disusun dalam bahasa Inggris. Jika yang dimaksudkan dengan SMA SBI adalah setingkat SMA di Pakistan atau Nepal mungkin saja Indonesia dapat melakukannya, tetapi jika yang dimaksudkan setingkat SMA di USA mama mia.<br />
Dari pengamatan singkat hari ini saya dapat mencatat beberapa hal yang bersifat umum.<br />
1) Sebelum memulai pengajaran, guru membahas sebuah kosa kata sains setiap hari. Hari ini kosa kata yang dibahas adalah “adaptation”. Siswa disuruh mencari sinonim dan antonimnya, kemudian mencari definisinya.<br />
2) Setiap siswa dipinjami buku oleh sekolah secara gratis. Buku yang disiapkan pemerintah untuk SMA bukan hanya buku tingkat SMA tetapi juga tingkat universitas. Siswa di kelas ‘honours’ menggunakan buku tingkat universitas.<br />
3) Di kelas sains, siswa tidak dikelompokkan berdasarkan tahun masuknya melainkan berdasarkan kemampuan akademisnya. Siswa kelas 9 mengikuti basic sciences. Setelah sejumlah pelajaran sains diikuti, mereka mulai belajar sesuai dengan kecepatannya. Siswa yang cepat belajar masuk ke kelas honours, dimana pelajaran tingkat universitas diberikan. Karena itulah, di SMA juga disediakan buku-buku tingkat universitas. Siswa yang belajarnya biasa-biasa saja masuk di kelas regular. Pelajaran di tingkat honours ini dapat diakui perguruan tinggi setelah yang bersangkutan mengikuti ujian di perguruan tinggi.<br />
Semoga tulisan ini bermanfaat.<br />
(Saint Petersburg, 26 Januari 2010).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imambachtiar.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imambachtiar.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imambachtiar.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imambachtiar.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imambachtiar.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imambachtiar.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imambachtiar.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imambachtiar.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imambachtiar.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imambachtiar.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imambachtiar.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imambachtiar.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imambachtiar.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imambachtiar.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imambachtiar.wordpress.com&amp;blog=3405081&amp;post=86&amp;subd=imambachtiar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imambachtiar.wordpress.com/2010/01/27/melongok-pengajaran-sains-di-sma-negeri-amerika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5f4c2ee7696f56ec7af5f8823f6a403?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Imam</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
