PENDAFTARAN PONDOK PESANTREN MODERN GONTOR


PENDAFTARAN KE PONDOK PESANTREN MODERN DARUSSALAM GONTOR

Banyak pengunjung laman saya ini menanyakan tentang pendaftaran dan biaya sekolah di PPMD Gontor. Saya membalasnya sebagian dengan email pribadi atau langsung di komentar berdasarkan data yang pernah saya unduh dari laman resmi PPMD Gontor, yaitu http://gontor.ac.id/pendaftaran. Informasi yang tersedia di sini bukan informasi yang resmi, karena saya bukan pengasuh pondok tersebut. Informasi yang disajikan di sini hanya dapat digunakan sebagai gambaran awal (kasar) tentang kebutuhan pendaftaran ke PPMD Gontor, sekedar untuk membantu perencanaan para calon walisantri.
Pendaftaran ke Gontor ada 2 macam: pendaftaran calon santri dan pendaftaran santri (calon santri yang sudah lulus ujian seleksi). Pendaftaran calon santri dibuka sepanjang tahun, sedangkan pendaftaran santri dibuka di bulan Syawal. Biaya pendaftaran calon santri tergantung pada berapa lama santri tinggal di pondok mengikuti kegiatan persiapan ujian. Jika pendaftaran dilakukan sebulan sebelum ujian, biayanya sekitar 4,55 juta rupiah ditambah dengan uang bulanan (SPP, kamar, makan) 550 ribu rupiah.
Ujian seleksi masuk pondok Gontor biasanya dilakukan 2 kali, bulan Sya’ban dan Syawal. Pada tahun 2013 dan 2014, ujian seleksi insya Allah akan dilaksanakan hanya sekali di bulan Syawal saja (3-14 Syawal). Hal ini disebabkan kalender pendidikan Gontor yang biasanya lebih lambat daripada kalender pendidikan nasional, pada tahun ini kedua kalender tersebut berjalan hampir bersamaan. Agar para calon santri/wati mempunyai waktu untuk mengikuti kegiatan bimbingan persiapan ujian masuk (seleksi), maka ujian seleksi bulan Sya’ban rencananya akan ditiadakan. Calon santri harus sudah masuk ke pondok sebelum ujian seleksi dilaksanakan.
Bimbingan persiapan ujian seleksi dimulai pada saat calon santri mendaftarkan diri. Semakin cepat calon santri mendaftarkan diri, semakin lama dia dapat mengikuti bimbingan persiapan ujian yang dilaksanakan di pondok Gontor 2 atau Gontor Putri 2. Pendaftaran calon santri tidak membutuhkan ijasah, sedangkan pendaftaran santri (yang lulus ujian seleksi) membutuhkan ijasah dan tanda lulus ujian seleksi. Masing-masing pendaftaran tersebut membutuhkan biaya yang terpisah.
Informasi tentang pengalaman pendaftaran calon santri ke Gontor, silahkan baca tulisan Pak Mohwan di blog ini berjudul “PENGALAMAN MENDAFTARKAN ANAK SEBAGAI CALON SANTRI DI PONDOK GONTOR 2”. Pak Mohwan adalah calon walisantri yang mendaftarkan anaknya di bulan Mei 2013.

Mataram, 8 Juli 2014
Wassalam,
Imam Bachtiar
Continue reading

MENGAPA NYALE TIDAK KELUAR PADA BAU NYALE 17 PEBRUARI 2017 ?


Oleh Imam Bachtiar

(Dipublikasikan di halaman Opini, Lombok Post, 20 Pebruari 2017, hal. 9)

Sejumlah tulisan di media sosial dan media on-line mempertanyakan, mengapa nyale tidak keluar pada acara Bau Nyale 2017? Mengapa nyale juga tidak keluar pada saat acara Bau Nyale 2015? Semua ini menunjukkan bahwa memprediksi keluarnya nyale memang tidak mudah. Kekurang-akuratan prediksi keluarnya nyale tidak hanya terjadi di Pulau Lombok, tetapi juga terjadi di Pulau Samoa dan Kepulauan Hawaii. Tulisan ini mencoba mencari penjelasan ilmiah ketidak-akuratan tersebut dan cara baru (ilmiah) memprediksi keluarnya nyale.

Selama ini prediksi keluarnya nyale didasarkan pada cara-cara tradisional, dengan menggunakan warige. Warige sendiri adalah hasil karya adi luhung para pemikir Sasak  jaman dahulu. Kompleksitas perilaku cacing nyale, siklus reproduksi dan siklus oseanografi ternyata tidak semuanya mampu dimasukkan ke dalam model prediksi tradisional. Dalam lima tahun terakhir, kesalahan prediksi terjadi dua kali.

Model prediksi ilmiah belum tersedia sampai saat ini. Memang patut disayangkan, tidak ada ilmuwan Lombok yang mendalami hal ini secara ilmiah. Mungkin ada kehati-hatian yang besar dari para ilmuwan untuk tidak bersinggungan dengan ranah tradisional. Kehati-hatian yang berlebihan ini sebenarnya dapat dimaklumi untuk menghindari konflik antara ilmuwan dan tetua adat yang bisa saja muncul jika terjadi perbedaan prediksi antara mereka.

Membiarkan ketidak-akuratan prediksi Bau Nyale berada di tangan para tetua adat juga kurang etis. Sebagai tetua adat mereka sudah mengambil tanggung-jawab besar untuk menjaga adat dan budaya Sasak dalam masyarakat yang terinfeksi budaya global. Mengapa mereka masih harus dibebani dengan urusan matematis dan biologis cacing nyale? Sudah seharusnya para ilmuwan turun tangan mengambil tanggung-jawab yang besar ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan prediksi yang lebih akurat.

Dalam tiga tahun terakhir ini saya mencoba mengembangkan model untuk memprediksi munculnya nyale, khususnya di Pantai Seger dan sekitarnya. Sayangnya, data yang saya perlukan tidak tersedia di semua instansi pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten. Saya masih berharap suatu saat ada masyarakat Sasak yang akan memberikan data tersebut untuk dikaji bersama. Dibutuhkan setidaknya data 30 tahun untuk menyusun model tersebut, tetapi data yang tersedia hanya 6 tahun. Dengan demikian, model saya yang minimalis ini juga masih dalam tahap perkembangan.

Nyale Selalu Keluar Tanggal 20 Kalender Lunar

Kalender lunar adalah kalender yang dibuat berdasarkan revolusi bulan terhadap bumi. Kalender Rowot Sasak, Kalender Bali dan Kalender Islam (Hijriah) semuanya merupakan kelender lunar, sedangkan kalender umum (Masehi) merupakan kalender solar, yang berdasarkan revolusi bumi terhadap matahari. Semua fauna laut yang tidak bertulang-belakang (Invertebrata) mempunyai siklus reproduksi yang selaras dengan siklus bulan atau kalender lunar.

Dalam Kalender Rowot Sasak, keluarnya nyale terjadi pada hari keduapuluh bulan kesepuluh. Hari keduapuluh berarti tanggal 20 lunar, yaitu lima hari setelah purnama atau P+5. Pada bulan Pebruari 2017, purnama muncul pada tanggal 12 Pebruari berdasarkan kalender nasional (Indonesia). Karena itu, sangat wajar jika para tetua adat Sasak memprediksi nyale muncul tanggal 17 Pebruari. Mereka sudah menjalankan tugasnya secara cermat sesuai dengan prosedur baku (SOP) P+5. Sehari sebelumnya, Kamis tanggal 16 Pebruari 2017, sebagian nyale telah keluar di Pantai Seger. Masyarakat meyakini, hari itu adalah permulaan keluarnya nyale dan hari berikutnya adalah puncak keluarnya nyale. Ternyata pada hari ditetapkannya Bau Nyale, 17 Pebruari, hampir tidak ada nyale keluar. Saya termasuk yang datang ke Pantai Seger dan pulang dengan seribu pertanyaan sepanjang perjalanan.

Banyak yang tidak menyadari bahwa kalender lunar tidak hanya satu versi. Dalam dua tahun terakhir ini, saya menyaksikan bahwa kalender lunar yang sesuai dengan keluarnya nyale bukan kalender nasional, Kalender Rowot Sasak ataupun Kalender Bali, melainkan kalender lunar internasional di internet (timeanddate.com). Pada tahun ini, purnama muncul pada tanggal 11 Pebruari berdasarkan kalender lunar internasional. Jika menghitung P+5 dengan kalender tersebut, maka diperoleh tanggal 16 Pebruari 2017 sebagai hari puncak munculnya nyale. Munculnya nyale sehari sebelum acara Bau Nyale 2017 dapat dijelaskan dengan kalender lunar internasional tersebut.

Kejadian yang sama juga muncul tahun lalu. Kalender nasional menunjukkan bahwa purnama tanggal 24 Pebruari 2016. Kalender Rowot Sasak menyatakan purnama tanggal 26 Pebruari, sedangkan di kalender lunar internasional purnama tanggal 23 Pebruari. Nyale keluar tanggal 28 Pebruari 2016, hari Minggu, sesuai dengan kalender lunar internasional. Dalam dua tahun ini keluarnya nyale mengikuti kalender lunar internasional.

Bulan Keluarnya Nyale

Di dalam model prediksi yang sedang saya kembangkan, bulan keluarnya nyale ada tiga variasi. Pertama, nyale keluar hanya bulan Pebruari. Kedua, nyale keluar hanya bulan Maret. Ketiga, nyale keluar dua kali di bulan Pebruari dan Maret. Ketiga tipe bulan keluarnya nyale tersebut dibuat berdasarkan data yang sangat sedikit, sehingga akurasi model belum teruji, terutama variasi ketiga.

Nyale keluar di bulan Pebruari, jika purnama muncul di antara tanggal 15-23 Pebruari. Misalnya, jika purnama datang tanggal 23 Pebruari maka nyale keluar tanggal 28 Pebruari (P+5). Jika purnama muncul tanggal 15 Pebruari, maka nyale keluar tanggal 20 Pebruari. Dari sedikit data yang tersedia, model variasi yang pertama ini sangat konsisten atau dapat dipercaya.

Keluarnya nyale di bulan Maret dapat berasal dari dua macam kejadian. Nyale keluar di bulan Maret, jika purnama muncul tanggal 24-29 Pebruari. Nyale juga keluar di bulan Maret saja, jika purnama muncul di awal Pebruari, yaitu tanggal 1-6 Pebruari. Pada kejadian yang kedua ini, hari munculnya nyale mengikuti purnama di bulan Maret, tetap dengan rumus P+5. Misalnya, tahun 2015 purnama muncul tanggal 4 Pebruari sehingga pemerintah menetapkan acara Bau Nyale tanggal 9 Pebruari, ternyata nyale hanya keluar tanggal 11 Maret 2015.

Nyale keluar dua kali setahun, bulan Pebruari dan Maret, jika purnama muncul antara tanggal 7-14 Pebruari. Contohnya, purnama muncul tanggal 7 Pebruari 1993 dan nyale keluar tanggal 12 Pebruari 1993 dan mungkin juga 13 Maret 1993. Keluarnya nyale tanggal 12 Pebruari 1993 dikonfirmasi oleh Jekti et al. (1993), tetapi keluarnya nyale 13 Maret 1993 belum terkonfirmasi. Model variasi ketiga ini akan diuji tanggal 17 Maret 2017. Prediksi ini juga dapat diuji dengan catatan keluarnya nyale tahun 2001, 2006, 2009 dan 2012. Partisipasi pembaca ditunggu untuk pengembangan model prediksi ilmiah ini.

DAPATKAH ALUMNI GONTOR KE PERGURUAN TINGGI NEGERI?


Desiana Vidayanti menulis di dalam FB group Walisantor sebagai berikut:

http://www.facebook.com/groups/Walsantor/

Pernah beberapa kali ada yg menanyakan di sini, tentang apakah ada kesulitan untuk anak2 kita melanjutkan kuliah (mendaftar) di PTN selepas Gontor, dan dengan ijazah Gontor ? Jawabnya : alhamdulillah tidak. Seperti kata Bu Fifin tempo hari, Gontor terpercaya. Tidak perlu dengan ijazah paket C. Dengan pendaftaran (Ujian Mandiri) di beberapa universitas negeri secara on line, alhamdulillah sangat memudahkan.

Beberapa berkas yang perlu disiapkan mulai dari sekarang, antara lain :

1)Surat Keterangan Pengabdian, yg dibagikan pada Lulusan saat yudisium. Harap disimpan, jangan sampai hilang. Berkas ini diperlukan jika saat mendaftar ijazah Gontor belum diberikan.

2) Copy rapor selama di Gontor. Ada beberapa universitas yang minta berkas ini.

3) Pas foto, dengan berbagai persyaratan warna latar belakang. Ada PTN yg mensyaratkan background warna merah, atau biru atau lainnya. Dengan photoshop misalnya, alhamdulillah ini bisa dengan mudah diubah.

4) KTP, atau NIS atau tanda pengenal lainnya.

5) Ijazah dan transkrip yg berbahasa Indonesia.

Sebagai catatan, dari Gontor akan dibagikan ijazah yang berbahasa Arab dan bahasa Indonesia. Jika ingin minta yg berbahasa Inggris harus dengan permintaan khusus.
– Di PTN tertentu, misalnya Universitas Brawijaya dan Unair diminta memasukkan nilai UAN dan jumlah mata pelajaran. Maka dimasukkan saja nilai ijazah dan jumlah mata pelajaran di transkrip (30 mata pelajaran). Untuk form pendaftaran on line di UB dan Unair, bahkan pada isian nama sekolah terdapat pilihan Gontor.

Insyaallah untuk tahun depan, mengingat posisi bulan Ramadhan makin mendekati perpindahan tahun ajaran nasional, maka Alumni Gontor insyaallah bisa ikut SBMPTN. (Untuk tahun ini kesempatan ikut SBMPTN tidak terkejar karena para ananda sedang dalam masa pengbdian. Yang terkejar UM di beberapa universitas.

Yang terpenting sebenarnya adalah kesiapan materi menghadapi tes. Mengingat peminat masuk PTN terutama prodi2 favorit masih sedemikian banyak, dan akan berkompetisi dengan para pemain (lulusan SMA yang memang materi pejaran sudah sangat relevan dg PT plus ditambah bimbel).

Untuk persiapan materi ini memang sulit, tapi insyaallah Allah SWT akan memberikan pertolongan pada ananda2 kita. Aamiin ya Robbal aalamin….

Semoga bermanfaat.

Pengalaman Bule Muallaf di Indonesia: Untuk Kita Renungkan


Tulisan Gene Netto

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Kemarin saya diminta bertemu dengan orang Eropa yang masuk Islam dan menetap di sini bersama isterinya (orang Indonesia) selama beberapa tahun. Pada awalnya, dia mulai belajar tentang Islam karena berniat menikah, tapi setelah memahami dasar2 Islam, dia menjadi serius dan rajin shalat. Pada waktu adzan, dia langsung ke masjid karena tidak mau ada shalat yang ditinggalkan atau telat. Sayangnya, setelah menetap di tengah komunitas Muslim selama beberapa tahun, kondisi dia berubah sekali. Dia berhenti shalat, menjadi depresi, dan bahkan siap bunuh diri karena sudah tidak tahan lagi semua stres di dalam kehidupannya. Dari pengalamannya dengan saudara isterinya, tetangga, dan teman bisnis, dia merasa bahwa apa yang “diajarkan oleh Islam” dan apa yang “dilakukan oleh orang Muslim” sangat berbeda.

Pertanyaan dia yang paling utama: “Kalau Islam memang benar, kenapa umat Islam seperti ini?” Continue reading

PENGALAMAN MENDAFTARKAN ANAK SEBAGAI CALON SANTRI DI PONDOK GONTOR 2 (Mei 2013)


Oleh Mohwan (walisantri)
mohwan@ymail.com

Assalamu’alaikum wr.wb.
Mohon ijin Pak Ustadz, disini saya hanya sekedar ingin berbagi pengalaman.
Alhamdulillah akhirnya tgl 19 Mei 2013 kemarin saya telah mendaftarkan anak saya ke Pondok Gontor 2 (Putra). Saya ingin berbagi pengalaman terutama mengenai hal-hal yang di forum ini banyak ditanyakan,
1. Kedatangan
Kami datang ke Pondok Gontor 2, disambut oleh santri senior berseragam pramuka di pintu gerbang, meninggalkan kartu identitas lalu diberikan tanda masuk. Kemudian kami diarahkan ke ruang penerimaan tamu. Di ruang penerimaan tamu, kami didata dan jika memerlukan kasur / alas tidur dapat menyewa dengan tarip Rp.5.000 per malam. Ruang tidur wali santri disediakan gratis, yang berupa sebuah ruangan besar untuk puluhan orang. Kantin / tempat makan tersedia dan buka pada jam-jam tertentu, menu makanan cukup beragam, namun tidak ada menu yang mewah. Rata-rata harga nasi bungkus Rp.5000 dan jajanan / gorengan seharga Rp.1000.
2. Waktu pendaftaran
Pendaftaran sudah dibuka sepanjang tahun sampai hari terakhir test seleksi (3-11 syawal). Namun yang perlu diperhatikan, bahwa daya tampung Pondok Gontor 2 sangat terbatas. Informasi yang saya dapat, pondok hanya mampu menampung 3.200 pedaftar (mohon koreksi kalau saya salah, karena informasi ini sy dapat dari ngobrol dg ustadz ditempat, bukan info resmi dari pondok). Ketika angka pendaftar calon santri sudah mencapai angka tersebut maka pendaftaran akan ditutup. Saat mendaftar saya mendapatkan nomor pendaftaran 1.063.
3. Syarat dan Biaya Pendaftaran
Syarat pendaftaran sama persis dengan yang tercantum di website resmi http://gontor.ac.id/about/pendaftaran.
Biaya pendafataran juga sama seperti di website tersebut, yaitu Rp 3.930.000. Namun pengalaman saya, ternyata ada kebutuhan lain seperti peralatan mandi, sepatu, sandal, seragam pramukan, seragam olah raga dll; sehingga saat pendaftaran saya mengeluarkan biaya sebesar Rp. 4.300.000. Diluar biaya itu kita masih harus menyiapkan pakaian untuk sekolah yaitu celana gelap dan baju polos, perangkat sholat dll.; yang bisa dipersiapkan dari rumah atau semua peralatan dan kebutuhan santri dapat diperoleh dikoperasi pondok.
4. Prosedur pendaftaran
Sebelum mendaftar / mengisi formulir, para calon wali santri dikumpulkan dan diberi pengarahan oleh pimpinan pondok Gontor 2. Pada kesempatan tersebut dijelaskan apa dan bagaimana Pondok Gontor. Tampaknya kegiatan pengenalan pondok ini merupakan kegiatan wajib yang sudah standar di Gontor. Setelah acara tersebut, kami diberi kartu rekomendasi untuk pengambilan formulir.
Dalam satu hari ada 3 sesi/angkatan pendaftaran yaitu jam 8, jam 12 dan jam 8 malam. Kebetulan waktu itu saya sampai di pondok jam 2 siang, sehingga ikut sesi jam 8 malam. Proses pendafataran cukup panjang, mulai pengarahan, pengisian formulir, antri test penempatan calon santri, pembayaran dan pengambilan peralatan hingga selesai masuk kamar sekitar jam 12 malam. Harap dipertimbangkan juga bagi bapak dan ibu yang akan mendaftar terutama yang membawa anak kecil, Supaya dapat diatur agar kalau bisa jangan ikut sesi malam hari karena biasanya anak kita sudah mengantuk sehingga kurang konsen saat ikut seleksi.
5. Tes penempatan kelas calon santri
Selama proses pendaftaran ada tes penempatan kelas bagi calon santri. Materi tes adalah baca tulis arab, hafalan surat2 pendek dan hapalan do’a2. Tes dilakukan di dalam satu ruangan berbarengan 3 calon santi berhadapan dengan 2 ustadz penguji.
Tes ini bukan ujian seleksi penerimaan, namun hanya tes untuk penempatan kelas. Pembagian kelompok kelas menjadi dua yaitu kelompok Al-Quran bagi calon santri yang sudah mahir baca tulis Arab dan kelopok Iqro’ bagi calon santri yang masih belum lancar.
6. Mengikuti kegiatan pondok
Selesai pendaftaran, calon santri langsung masuk ruang asrama, tidur dan esok paginya langsung mengikuti kegiatan belajar di kelas. Jadwal kegiatan pondok sangat padat, disiplin dan juga dibutuhkan kesiapan fisik calon santri. Saya melihat beberapa calon santri masih ada yang belum bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan pondok, masih ada yang takut-takut dan bahkan menangis tidak mau ditinggalkan oleh orang tuanya. Saya sendiri menginap 2 malam di pondok untuk memastikan keadaan dan kesiapan anak saya. Beberapa wali santri ada yang sampai seminggu menunggui anaknya karena tidak mau/tidak tega meninggalkan anaknya.
Di tempat penginapan walisantri ini kami semua merasakan kebahagiaan dan keharuan yang sama karena akan meninggalkan anak lulusan SD tinggal jauh dari orangtua. Di tempat ini kami dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan, dan juga makanan. Keakraban antar calon walisantri sangat terasa seperti keakraban saudara di antara kami.
Demikian pengalaman kami, semoga dapat memberikan gambaran bagi bapak / ibu calon wali santri.

MARI BELAJAR GAYA HIDUP BANGSA CHINA


Oleh : KH. A. Hasyim Muzadi, Alumni Gontor, Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al Hikam Malang.
(Dikopi dari milis tanpa ijin, karena tidak tahu ijinnya kemana).

Saya ingin menyampaikan sesuatu yang menarik tentang RRC (Tiongkok) kepada kamu semua. Dengan perjalanan ini, saya menjadi lebih mengerti kenapa Rasulullah SAW menganjurkan kita supaya mencari ilmu, sekalipun ke Negeri Cina. Saya perhatikan ada beberapa kekhususan dari China , yaitu: 1. Segi Historis (Sejarah) China adalah bangsa yang tua karena beribu-ribu tahun sebelum masehi, China sudah menjadi bangsa yang besar bersama dengan Romawi, Yunani , Persia , India , dll. Ini adalah bangsa-bangsa tua yang ribuan tahun sebelum masehi sudah dikenal dalam sejarah. 2. Segi Geografis China persis berada pada posisi tengah-tengah dari Benua Asia. Adapun selisih waktu antara Beijing dengan Jakarta hanya 1 jam sebagaimana selisih WIB dan WITA. Luas Negara China ini luar biasa, bahkan melampui luasnya Amerika Serikat dan hampir sama dengan luas Uni Sovyet sebelum pecah. 3. Segi Populasi Negara China mempunyai jumlah populasi terbesar di dunia, yaitu mencapai 1,3 milyar jiwa. Ini jumlah penduduk yang ada di China daratan, belum lagi bangsa China berada di luar China (Overseas China). Di Negara mana-mana pasti ada orang China , termasuk Kalpataru, Cengger Ayam, bahkan daerah yang nyelempit-nyelempit itu. Jadi, tidak ada satu kota pun di dunia ini yang tidak ada orang Chinanya. Jumlah populasi orang China yang berada di luar RRC itu kalau ditotal sekitar 600 juta jiwa. Sehingga kalau ditotal secara keseluruhan, maka jumlah populasi warga China mencapai hampir 2 milyar jiwa. 4. Segi Ekonomi China ini adalah bangsa yang mempunyai etos kerja tinggi dan pekerja keras. Dalam satu hari, orang China mampu bekerja selama 11 jam, padahal kita saja yang berkerja 8 jam sehari sudah merasa berat. Perhatikan orang China yang buka toko. Pada pukul 06.00 dia sudah membuka toko dan tutup menjelang Maghrib, kemudian Continue reading

MAKAN MALAM DENGAN SEBUAH KOMUNITAS MUSLIM DI RHODE ISLAND


Oleh: Imam Bachtiar

Rhode Island adalah sebuah negara bagian terkecil di Amerika Serikat. Populasi muslim sekitar 6000 orang. Hari ini, Sabtu 16 Juni 2012, saya bersama teman-teman muslim dari Afrika (Senegal dan Gambia) menghadiri undangan makan malam oleh komunitas muslim di Masjid al Hoda. Kami sedang training di University of Rhode Island (URI), kampus Naraganset Bay, atau lebih sering disebut bay campuss. Kami tinggal di asrama mahasiswa Internasional Rainbow Diversity House (RDH), kampus Kingston, yang berjarak 15 menit jalan kaki dari Masjd al Hoda.

Kingston adalah sebuah county di pinggiran selatan Rhodee Island yang berbatasan dengan negara bagian Connecticut. Dari Kingston ke ibukota Rhode Island, Providence, sekitar 30 menit dengan mobil pribadi atau 55 menit dengan bis umum.

Di Rhode Island, komunitas muslim mempunyai 8 buah masjid. Tiga masjid di antaranya merupakan masjid yang relatif besar yang menampung sekitar 500 jamaah shalat Jumat. Lima masjid lainnya lebih merupakan pusat kegiatan keagamaan masyarakat atau community center.

Continue reading

GONTOR DARI DALAM (17) Masa Transisi yang berat: KH. ABDULLAH SYUKRI 3


Oleh : Ustadz Hasanain Juaini
(Alumni Gontor, Pimpinan Pondok Nurul Haramain, Lombok Barat, NTB)

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dari sisi objektif, tentu saya tidak padan untuk menceritakan tentang sosok putra Kyai Imam Zarkasyi yang satu ini. Tentang Kyai Syukri sudah terlalu banyak media yang melangsirnya. Tapi dari sisi subyektivitas saya, biarlah tak apa beberapa sisi akan saya sampaikan.

Kyai Imam Zarkasyi pernah mengatakan bahwa ciri-ciri besar kecilnya suatu lembaga pendidikan bisa dilihat dari besar kecilnya perpustakaannya. Saya sendiri karena melihat zaman sudah berubah berpendapat bahwa untuk saat ini ciri-ciri besar kecilnya lembaga pendidikan adalah pada seberapa besar suply listrik yang dipakainya. Bukankah buku-buku sudah di digitalized dan itensitas para warga selalu membutuhkan dukungan listrik? Mungkin. Continue reading